Selang beberapa bulan setelah melahirkan, saya mendapat kabar yang cukup menyenangkan. Beberapa teman saya yang sebelumnya belum hamil, bahkan sudah menikah lebih lama dari saya sekarang sudah diberi kepercayaan untuk hamil. Alhamdulillah, selamat ya teman-teman ^_^ 
Tapi lucunya, beberapa teman saya itu mengalami masa-masa yang sama seperti saya, yakni mual-mual. Wajar saja sih bagi ibu hamil. Meski barangkali ibu-ibu hamil yang lain mengaku tidak mengalami keluhan apapun selama hamil. Dengan kata lain, makan minum dan melakukan apa saja masih enak. Tapi bagi yang mengalami mual, beuh jangan tanya bagaimana rasanya. Ini saja saya sudah menerima berapa keluhan dari teman-teman yang hamilnya mual hihi. Memang sangat tidak nyaman rasanya. 
google
Lalu apa saja yang saya lakukan selama masa-masa mual saat hamil?
1. Istirahat total
Bisa dibilang, mual saya tergolong parah. Karena sekalinya mual, saya nyaris tidak bisa bangun dari tempat tidur. Bahkan pernah suatu waktu saya sholat sambil duduk saking tidak kuat berdiri :'( Jadi ketika mual, saya lebih memilih untuk istirahat dan berhenti melakukan aktivitas. Untunglah saya punya suami yang begitu sabar. Saat saya mual, beliau tidak segan membantu menyelesaikan segala aktivitas harian saya. Masak misalnya. Jadi untuk ibu hamil, terlebih hamil muda, ada baiknya tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas jika rasa sakit karena mual tidak tertahankan. Beri pengertian juga pada suami, masa sih suami tega tidak membantu istrinya yang sedang mengandung anaknya 🙂
2. Banyak minum air putih dan memaksa untuk makan
Sebenarnya, juga barangkali bagi ibu-ibu hamil lainnya, ketika mual jadi tidak nafsu makan sama sekali. Lagi-lagi di sinilah suami harus berperan. Saat saya tidak nafsu makan, suamilah yang memaksa saya untuk tetap makan. Apapun makanannya, sekalipun hanya cemilan. Cemilan sehat untuk ibu hamil seperti buah, kacang-kacangan, dan sereal misalnya. Yang penting tetap harus ada asupan makanan dan cairan. Untunglah saya sendiri saat mual, lebih suka minum air putih 😀

3. Berpikir bahwa kita sudah tidak sendiri
Ya, di dalam perut wanita hamil, ada seorang manusia yang menanti untuk lahir ke dunia. Sekalipun merasa mual tidak tertahankan, namun ingat saja, bahwa Allah sudah mempercayakan kita untuk memegang amanah seorang anak. Maka bersabar saja. Bersabar untuk belajar menahan sakit. Bersabar untuk tidak banyak mengeluh 🙂
Mual memang tidak enak. Namun percayalah, rasa sakit karena mual tidaklah seberapa. Jika kita mengingat betapa nikmatnya, bahwa sebentar lagi kita akan resmi menjadi seorang ibu 🙂

6 thoughts on “3 Hal yang Saya Lakukan Saat Mual”

  1. aku berasa ini mual muntah sekarang soalnya aku kan nyambung ke kelenjer getah bening jadi bisa bengkak kanan kiri -___-
    makanan sih masuk tapi ya itu keluar lagi muntah terus aja sampe uttaran the end

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *