Bersikap Hanya yang Positif-positif Saja di Dunia Maya

Buat yang berteman dengan saya di dunia maya, mungkin paham kalau beberapa kali saya update status tentang kehati-hatian kita bersikap di dunia nyata. Karena sekarang duh, mengerikan banget kalau tahu banyak video atau postingan viral sekarang, secara sembarangan mengunggah foto atau video orang yang sedang bersikap buruk atau kurang pantas. 

Mengingatkan atau mementingkan media sosial?

Dimana sih salahnya? Kan niatnya ngingetin, De. 
Yakin niatnya ngingetin? Kalau kita ada di posisi sebaliknya, gimana ya? Misalkan kita lagi khilaf nggak pakai helm sambil bonceng anak di jalan, tahu-tahu secara diam-diam ada orang yang mengambil foto kita sembarangan. Tanpa izin kita. Bahkan tanpa kita sadari, tahu-tahu kita sudah viral saja di media sosial dengan judul, “Ibu Ini Tega! Bonceng Anak Pakai Motor, Tidak Pakai Helm.” Hih serem kan! 
Memang ngeri ya. Tapi begitulah fakta mirisnya, hiks. Alih-alih mengingatkan secara langsung, banyak dari kita justru terjebak untuk mementingkan media sosial. Kita takut untuk menegur, tapi dengan sembarangan, kita malah mengambil gambar orang tanpa izin. Lalu mengunggah dan mempostingnya di media sosial, bahkan mencapai viral 😭
via Pixabay

Seburuk sikap, tetaplah jaga aib

Sikap itu sungguh tidak beretika. Sebab seburuk apapun orang bersikap, sepatutnya kita menjaga aib. Bukan mengumbar aib. Kalau memang tidak mampu menegur secara langsung, alangkah baiknya kita pendam saja dalam hati. Jangan hanya karena niat mengingatkan banyak orang, kita justru lalai pada diri sendiri karena tidak menegur orang tersebut untuk bersikap lebih pantas. Bahkan tanpa kita sadari, kita sudah melukai orang lain dengan mengunggah gambar dirinya di dunia maya 😔
Miris banget deh ya. Makanya, sekarang di dunia nyata pun sebisa mungkin kita harus menjaga sikap sebaik-baiknya. Kita sudah bukan lagi diawasi Tuhan, tapi sekarang kita juga bisa terancam oleh netizen-netizen yang tidak sopan dan tidak bertanggung jawab yang diam-diam mengambil gambar kita 😔

Etika lain yang harus dijunjung di dunia maya

Itu baru satu contoh. Masih banyak etika yang seharusnya dijunjung tinggi di dunia maya. Apa saja itu? 
  • Tidak memplagiat atau menyalin tulisan orang lain tanpa izin. 
Di media sosial, blog, dan di website manapun sekarang sudah tersedia tombol share. Maka ketika kita membaca tulisan orang lain yang bagus, lebih baik kita pilih tombol share tersebut. Dengan share, orang yang punya tulisan akan tahu bahwa tulisannya memang dibagikan.
Beda kalau dicopas begitu saja. Pertama, orang yang punya tulisan belum tentu tahu karena tidak dimention. Kedua, bisa saja kita lupa menyantumkan nama penulis. Sehingga orang menuduh kita menyalin atau memplagiat. 
Share ini juga lebih berguna karena kita tidak akan ‘menipu’ pembaca kita. Pembaca akan tahu bahwa tulisan yang kita bagikan memang bukan punya kita. 
Kalau memang terpaksa sekali kita copas karena mau kita share di media sosial lain, maka taruhlah nama penulis di bagian paling atas atau setelah judul. Ini lagi-lagi untuk menghindari pembaca kita merasa ‘tertipu’.
  • Posting dan unggah hanya yang baik-baik saja.
Dalam artian bukan maksud pencitraan, tapi akan lebih baik kalau kita tidak terlalu mengumbar masalah kita di media sosial apalagi mengeluh. Cukup segala masalah internal, keluarga, dan diri kita cukup kita sendiri saja yang tahu. 
Dan selalu usahakan untuk hanya  memposting hal yang pantas. Hindari hal-hal berbau pornografi, kekerasan, membicarakan hal-hal yang SARA, menyinggung pihak lain, dan berbicara yang tidak senonoh. Bersikap sewajarnya saja sehingga tidak menimbulkan sensasi negatif. 
  • Tahan jari kita. 
Tidak semua perlu kita posting. Tidak semua patut kita unggah. Dan TIDAK semua harus dikomentari dan dibagikan. 
Ada hal-hal yang tidak layak untuk diketahui orang-orang di dunia maya. Seperti permasalahan pribadi, baik dengan teman, keluarga, atau siapapun. 
Tidak perlu semua kegiatan, kita unggah di dunia maya. Lagi-lagi cukup hal-hal yang baik-baik saja yang kita bagikan. 
Sebisa mungkin hindari perdebatan di dunia maya. Kita boleh berkomentar tidak setuju, tapi jangan sampai berlanjut menjadi perdebatan sengit hingga mencela atau menyinggung orang lain. Apalagi menimbulkan perpecahan.
Terakhir, tidak semua hal pantas kita bagikan. Foto, video orang kecelakaan tanpa diblur adalah salah satu hal yang tidak pantas dibagikan. Jika ingin memberi informasi, lebih baik diblur dulu. Atau tidak disertai  foto atau video pun tidak masalah. Apalagi jika orang yang kecelakaan tidak kita kenali. Lagi-lagi untuk menghargai privacy orang lain.
Serta jangan bagikan sesuatu yang membuat orang menjadi berniat jahat. Misalnya saja memposting uang milik kita. Membagikan informasi tentang anak sedetail mungkin. Dan lain-lainnya. 

Manfaatkan hal-hal yang positif di dunia nyata

Well, dunia maya memang sangat hits sekarang. Kita bisa dapat berbagai manfaat di dalamnya. Untuk jualan, menulis, membaca, atau manfaat lainnya. Maka jangan sampai manfaat itu jadi ternoda karena kita tidak bisa menjaga etika di dunia maya 😊
So, mari kita  manfaatkan dunia maya ini sebaik-baiknya untuk hal yang positif. Tahan diri dan jari kita dari hal-hal yang negatif 😊
Nah, kalau kamu punya cara untuk menjaga etika di dunia maya, boleh ya sharing. Barangkali bisa jadi masukkan tambahan juga untuk pembaca yang lainnya 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

16 comments to “Bersikap Hanya yang Positif-positif Saja di Dunia Maya”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Santi Dewi - Maret 21, 2018 Balas

    layaknya dunia nyata, jika kita tdk menjaga sikap saat bermedia sosial, maka suatu saat akan menjadi bumerang buat diri kita ya… harus ekstra, ekstra, ekstra hati2

    • adedelina - Maret 21, 2018 Balas

      Iya betul Mbak. Sekarang lebih ngeri :'(

  2. Anisa AE - Maret 21, 2018 Balas

    Betul Mbak, alangkah baiknya kalau kita bisa memanfaatkan dunia maya untuk berbagi kebaikan.

    • adedelina - Maret 21, 2018 Balas

      Iya Mbak jadi dumay bisa lebij bermanfaat 🙂

  3. Esti Sulistyawan - Maret 21, 2018 Balas

    Setuju, gak semua hal bisa diunggah di sosial media. Harus dipilah, apalagi jika masalah itu pribadi.

    • adedelina - Maret 21, 2018 Balas

      Iya Mbak. Jangan sampai kita jadi gegabah

  4. Lidha - Maret 21, 2018 Balas

    Ada satu grup di WA saya yang kebanyakan gak aktif di dunia maya.
    Grup ini memang paling sering plagiasi, terus ada yang ngamuk, yang ngeshare malah nggak bertanggung jawab.
    Udah dikasih informasi, tapi kadang-kadang saya nggak nyaman juga, karena kebanyakan di grup ini isinya orangtua.
    Dilema ya mba

    • adedelina - Maret 21, 2018 Balas

      Orang tuanya mungkin masih awam ya. Jadinya ga disaring dulu 🙁

  5. dudukpalingdepan - Maret 21, 2018 Balas

    Di internet kita bisa dapat ilmu dan dapat uang. Saya masih suka geleng-geleng sama orang yang pakai internet untuk bikin atau nyebar berita hoax, nyinyir dan nyindir. Thanks tulisannya mba semoga bisa mengedukasi banyak orang.

    • adedelina - Maret 21, 2018 Balas

      Aamiin. Iya banyak hoax bertebaran sekarang 🙁

  6. Victor Martin - Maret 21, 2018 Balas

    Skrg ada yg lebih kejam dr ibukota, yaitu ibu jari

  7. adedelina - Maret 21, 2018 Balas

    Terima kasih sebelumnya. Iya Mbak, ga sopan banget kalo tanpa izin dulu 🙁

  8. Mildaini - Maret 22, 2018 Balas

    penting bnaget memang, menjaga aib, jangan sampai bablas di sosmed

Leave a Reply

Your email address will not be published.