Kalau dulu saya berbagi blog-blog yang sering saya kunjungi, kali ini saya mau berbagi tulisan-tulisan siapa saja yang sedang saya suka. Bisa dibilang, saya juga nyaris selalu membaca tulisan mereka. Ada yang menulis di blog, ada juga yang di Facebook.

1. Langit Amaravati – http://www.langitamaravati.com/

Saya biasa memanggilnya Teh Langit. Kami tidak kenal secara langsung, hanya teman di dunia maya saja. Tapi saya selalu baca tulisan-tulisan beliau. Apa yang membuat saya suka, tulisannya seperti nyastra dan selalu memberi kekuatan. Gimana ya bahasanya. Pokoknya, kalau kamu mau tahu salah satu selera tulisan saya, baca saja tulisan Teh Langit πŸ˜›

Rasa sakit akibat ditinggalkan adalah stimulan paling hebat yang bisa membuat seorang perempuan nyaris gila. Saya bahkan pernah berniat mengumpulkan uang untuk pergi ke Korea atau Thailand dan operasi plastik. Saya memakai berbagai kosmetik, mengubah gaya berpakaian, diet ketat hingga nyaris bulimia.
Tapi apakah suami saya kembali? Tidak. Maka sejak saat itu saya berhenti ingin menjadi perempuan cantik berdasarkan standar orang-orang.  – Menjadi Sebenar-benar Perempuan Cantik

Menurut saya, Teh Langit adalah wanita yang cukup kuat dan tangguh. Terbukti dari beberapa kisah pribadinya yang dibagikan lewat blog maupun facebooknya. Tulisan-tulisannya juga terlihat selalu jujur. Yang saya suka, kadang Teh Langit menyelipkan humor ringan dalam tulisannya. Saking kuat tulisannya, sepanjang apapun tulisannya, selalu habis saya baca. Karena jarang sekali saya mau baca tulisan panjang di layar. Karena itu, saking sukanya juga, saya membeli salah satu bukunya. Well, bukunya sangat menghibur. Sekalipun kata suami judulnya agak ‘menyeramkan’ :v

2. Nina Pradani – ninapradani.blogspot.co.id

Berbeda dengan Teh Langit, Kak Nina – begitu saya memanggilnya sudah saya kenal secara langsung. Ya meskipun baru satu kali kami bertemu. Awalnya, kami kenal lewat salah satu komunitas menulis di facebook, yakni Komunitas Bisa Menulis yang digagas Asma Nadia bersama suaminya.
Sejak awal, saya memang sudah membaca tulisan-tulisan Kak Nina. Tulisannya memiliki ke-khas-an sendiri. Lucu-lucu jayus gitu deh kalau saya bilang :v 

Lalu, seolah menemukan permata di sungai, aku menemukan keju di kulkas. Aku pun membubuhkan parutan keju di atasnya. Sambil memarut keju, iseng aku membaca tulisan di kemasannya. Ini kebiasaan burukku. Suka sekali membaca tulisan di kemasan. Kemasan apa saja. Kebiasaan ini terbawa bahkan sampai ke toilet. Karena toilet di rumah bukan toilet kering yang bisa sambil membaca koran, tanganku hanya mampu meraih botol shampoo atau sabun. Aku membaca tulisan dibalik kemasannya walaupun aku sudah membacanya berkali-kali. Harusnya kebiasaan ini bisa membuatku menguasai minimal tiga bahasa asing.
Kembali ke kegiatanku membaca kemasan keju tadi. Oh tidak! Kejunya sudah expired! Aku membaca lagi tulisan itu baik-baik. Benar saja, expired tahun 2015!! Duh, gustii. Pisang keju buatanku. – Pisang

Tapi yang aneh, saat bertemu secara langsung, orangnya kalem, nggak selucu dan senyablak di tulisan-tulisannya. Hehe jaim kali ya πŸ˜›

3. Dessy Muchlinta

Kalau sedang bosan, kepoin deh Facebooknya Mbak Dessy. Niscaya kamu akan terhibur hehe. Humor dalam tulisan-tulisannya ada saja. Seperti tidak pernah kehabisan bahan humor kalau kata saya.

Pada hari pertama anak masuk sekolah.
Dunia apa yang sedang kita menetap ini, Zainudin?
Kenapa begitu banyak orang-orang yang suka ngeledekin dek Hayatimu ini untuk lekas memakai seragam sekolah di saat hari pertama anak-anak di seluruh semesta masuk sekolah? *ngunyah kacang sisa lebaran
Inget dd vio dulu, dia waktu kecil lebay banget saat sekolah. Kepala maminya harus nongol di jendela. Kalau gak, dia nangis jerit-jerit takut maminya pulang. Sekolah pertama SD maminya masuk ke dalam kelas, duduk di bangku bareng dd vio. Diketawain ibu-ibu. Tengsin.

Tapi meskipun begitu, tulisan-tulisannya menyimpan hikmah kok *ciyee…

4. Arham Rasyid/Arham Kendari

Sama seperti Mbak Dessy, Mas Arham ini juga spesialisnya tulisan humor. Bahkan beliau memang sudah eksis dari jaman blog masih Multiply *uhuk. Jadi bisa dibilang, saya yang telat tahu beliau -_-.

Saya juga rajin ngepoin Facebooknya. Pokoknya kalo lagi bosen, saya ngepoin akun Mbak Dessy sama Mas Arham ini :v

Oia, tulisan Mas Arham pula yang membuat saya untuk pertama kalinya kuat baca E-book yang lebih dari 200 halaman. Ya saking asyik dan lucunya :v Judulnya Jakarta Under Kompor. Karena bukunya sudah tidak beredar dan saya senang sekali saat tahu ada di aplikasi i-Jak :v

5. Happy Hawra – www.riangriang.com

Sudah cukup lama saya tahu Mbak Happy. Awalnya saya lupa gimana, yang jelas saat saya baca tulisan-tulisan di blognya, saya langsung jatuh cinta. Yang khas dari beliau adalah tulisan berjenis prosa yang mendayu-dayu. Haduh kapan saya bisa bikin yang mendayu begitu -_-

Pagi hari dan semua yang masih sendiri.
Aku ingin bangun kali ini. Kadang-kadang, keinginan adalah teman paling lemah dari ragu-ragu. Tak lebih kuat dari malas. Tak selalu bisa mengalahkan putus asa. Katakan saja, ada sedikit lebih energi.
Aku menggelar biruku. Aku sadar kalau kepalaku sepenuh-penuhnya debu. Mungkin aku butuh kemoceng. Atau lap basah. Atau ….. seseorang? Tidak nyambung, kan? Kukira tidak selamanya kita perlu berusaha menyambung-nyambungkan. Mungkin hanya perlu ada? Cukup ada. Kukira itu dulu. Dan… urusan nanti… aku tidak tahu. β€œDia mengetahui, sedang kamu tidak.” Sudah lazimnya seperti itu. – Pagi; Semacam Doa yang Ingin Kita Kembangkan

Huhu bagus kan?

6. Afi Nihaya Faradisa

Gadis ini masih SMA. Tapi dia telah menggugah banyak orang dengan status-statusnya. Berawal dari statusnya tentang pendidikan, yang membuat saya tertarik menjadi temannya. Bahkan suami saya pun menyetujui, kalau gadis ini bisa dibilang keren. Banyak orang yang juga mengatakan hal yang sama. Meski statusnya panjang-panjang, tapi saya selalu tertarik membacanya. Karena selalu menyimpan nasihat yang tersirat. Salah satunya status di bawah ini:

Kita tahu bahwa sifat sabar dan jujur adalah hal yang baik untuk diterapkan, namun kita butuh kyai dan trainer pemberdayaan diri untuk memberitahu kita hal yang sama ratusan kali.
Kita tahu bahwa bermalas-malasan dan menunda pekerjaan itu salah, namun kita butuh motivator untuk ‘menyuruh’ kita memerangi perilaku merugikan.
Aku itu kadang bingung apakah aku harus tetap menerbitkan tulisan panjang lebar seperti ini.
Mau bagaimana lagi, model yang seperti apa lagi? Sebenarnya para pembaca sudah tahu semua isi tulisanku kok.
Mereka hanya butuh digerakkan oleh otoritas selain dari ‘suara’ dan dorongan dari diri mereka sendiri. – Nasehat

Psst, saya dapat bocoran, ternyata kelihaian Afi dalam menulis disebabkan buku-buku yang dia baca πŸ™‚

-x-

Bagaimana? Apakah teman-teman pernah membaca tulisan-tulisan mereka juga? πŸ™‚

Setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing. Begitu pula dalam tulisan. Sekalipun terkadang saya ingin bisa menulis seperti mereka, namun saya selalu ingat kalimat pertama tadi. Setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing. Dan setiap tulisan, akan memiliki pembacanya sendiri πŸ™‚

42 thoughts on “6 Tulisan Mereka yang Saya Suka”

  1. Paling suka sm arham kendari. Lucu dan jarang menyinggung perasaan, meskipun gak selalu sepaham dg tema yg dibawakan.

    Afi jg bagus, hanya saja pernah satu waktu dia menulis apaaa gtu terkait politik yg menyelipkan emosi, tetapi saat dikoreksi seakan tidak terima.

    Yg lain pernah baca2 tetapi gak mendalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *