Freelance atau Kerja Terikat di Luar?

Daripada jadi pengusaha, mungkin saya lebih berbakat jadi karyawan. Dari SMK saya udah coba belajar jualan, tapi kalau nggak abis dagangannya jadi baper. Sampai kerja (aka saya pernah kerja tapi jualan juga) sama juga. Kalo dagangan nggak abis jadi baper. Aduh, jangan-jangan makanannya nggak enak nih. Aduh, jangan-jangan barangnya jelek nih. Yah gitulah.
Makanya, dari dulu niatan buat jadi pengusaha ya cuma sebatas niat aja, realisasinya NOL besar karena saya nggak tahan dengan naik turunnya haha. Padahal wajar kan ya namanya usaha ya pasti ada saatnya untung, ada saatnya rugi. Ada saatnya rame, ada saatnya sepi. Hihi.
Eh tapi sebenarnya saya bukan mau bahas pengusaha sih, karena sekarang saya mau ngomongin soal freelance.

via Pixabay

Tenaga lepas atau pekerja lepas (Bahasa Inggris: freelance), adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. – Wikipedia

Berdasarkan arti kata di atas, saya bukan freelance sih. Karena freelance itu (menurut saya) ya yang memang benar-benar niat bekerja. Sedangkan saya, hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang nggak kerja apa-apa (a.k.a menghasilkan uang). Kalau pun dibilang saya bisa menghasilkan uang dari blog,  saya nggak menampik – memang iya. Saya belajar monetisasi blog juga nggak menampik. Tapi fokus saya ngeblog (dari dulu sampai sekarang) bukan semata untuk nyari uang, tapi karena memang saya suka nulis.
Ada job atau tidak, saya tetap menulis. Setiap hari saya mikirin tema apa buat tulisan di blog saya. Jadi nulisnya ya memang nggak tergantung ada atau tidaknya uang. Termasuk urusan review produk, nggak semua produk review di blog bersponsor, beberapa memang secara sukarela aja saya review. Sama halnya kayak saya posting di media sosial. Posting karena memang ingin posting, bukan semata ada job :). Maka itu kenapa kayaknya saya belum pas untuk disebut sebagai pekerja freelance.

Freelance atau kerja terikat di luar?

But kalau saya disuruh milih, antara freelance atau bekerja di luar/kantoran, saya lebih memilih freelance. Kerja itu kurang enaknya terikat sama instansi/orang. Terikat sama aturan yang harus kita patuhi termasuk soal waktu kerja dan gaji yang udah ada standarnya. 
Beda dengan freelance, walaupun ada aturannya juga, dan penghasilannya tidak menentu setiap bulannya seperti bekerja di luar atau kantoran, tapi kita tidak terikat langsung dengan instansi atau orang. Kita lebih bebas mengatur waktu kita. Kalau kita mau dapat uang, ya kita bisa cari sendiri mau kerja apa. Kalau emang lagi pengen santai, ya kita bisa milih buat nggak ambil kerjaan. Intinya lebih fleksibel aja sih.
So, pertanyaannya apakah saya mau jadi freelance? Hehe untuk sementara, saya milih kayak sekarang aja. Ngelakuin hobi nulis dan ngeblog. Nggak ngoyo untuk nyari uang. Kalaupun dari ngeblog dan media sosial bisa menghasilkan, bagi saya itu bonus aja 😁. Karena kesibukan utama masih ngurus rumah dan anak. Dan biarlah tanggung jawab cari nafkah ada pada suami dulu hehe 😁
Kalau kamu, freelance atau kerja terikat di luar?

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

11 comments to “Freelance atau Kerja Terikat di Luar?”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Napitupulu Rodame - Mei 13, 2017 Balas

    aku sih sebenernya lbh milih freelance mba hehe bisa punya waktu banyak sama anak2 di rumah

  2. Winda Carmelita - Mei 13, 2017 Balas

    Aku kerja di kantor, tapi juga freelancer Mbak. Kadang juga galau, pengennya jadi freelance supaya lebih bebas mengatur waktu. Tapi menilik kebutuhan jadinya kujalani keduanya :")

    • adedelina - Mei 13, 2017 Balas

      Wah yo asyik Mbak malah jadi double hehehe

  3. elrisa nadella - Mei 13, 2017 Balas

    Aku juga lebih suka freelance mba. Tapi pengen juga kerja yg punya rutinitas. Hehe . Liat2 jenis kerjanya dulu.

    • adedelina - Mei 13, 2017 Balas

      Kalo freelance nya enak sih mending freelance ya hihi

  4. Novarina DW - Mei 13, 2017 Balas

    Aku juga kalo boleh milih pingin jadi freelance aja. Namun apa daya, diriku tak sanggup meninggalkannya #halah.
    Jadi lebih milih ngeblog karena suka nulis, meski belum bisa setiap hari hehe. Dapat duit dari ngeblog? Alhamdulillah. Bonus dari Allah. Aamiin 🙂
    Betul kan, mbak Ade?

  5. Virly Ka - Mei 19, 2017 Balas

    Seru ya cerita sesama freelancer

  6. Annisa Nurjannah - Mei 19, 2017 Balas

    Kalau disuruh milih sih, mendingan freelance.. biar kerja dari rumah aja.. tapi jadi freelance pun kadang mesti keluar rumah ketemu klien.. aku gak mobile soalnya.. hiks

    • adedelina - Mei 20, 2017 Balas

      Hihi iya sih. Tp kayaknya ga sering2 juga sih ketemu kliennya :))

Leave a Reply

Your email address will not be published.