Hijrah Movement, Let’s Hijrah!

Kalau tidak ada kata pacaran, barangkali tidak pernah ada kata hijrah dalam hidup saya. Ya. Hidup saya sejak dulu memang lurus-lurus saja. Belum pernah saya melakukan kesalahan yang berarti. Karena saya termasuk orang yang jarang melanggar peraturan *bukan sombong tapi polos :v
Tapi berbeda ketika saya lulus sekolah dan bekerja. Saat keinginan untuk pacaran semakin menggebu, saya justru menjadi orang yang lebih berani. Maka terkabullah do’a saya ingin punya pacar saat itu. Sayang, tiga kali pacaran hanya bertahan dalam hitungan bulan. Paling lama hanya dua bulan malah. Mungkin ini suatu bentuk ‘hukuman’ dari Allah, agar saya tidak menjauh dari-Nya juga tidak menjadi anak yang durhaka pada orang tua.
Sejak itu saya baru tahu, bahwa putusnya saya dari kata pacaran adalah suatu bentuk saya yang sedang menuju proses hijrah. Hijrah dari pacaran menjadi kesendirian (lagi). Hijrah dari diri saya yang berani menjadi diri saya yang takut. Tentu saja takut akan hukuman Allah. Hijrah dari diri saya yang dulu – yang meskipun pakai kerudung namun memakai pakaian ketat, menjadi berkerudung besar dan berpakaian longgar. Hijrah dari diri saya yang tidak punya kegiatan berarti, menjadi penuh dengan kegiatan positif bersama orang-orang yang positif. 

Apa makna hijrah?

Jadi, apa sesungguhnya makna hijrah? Sependek pengetahuan saya, hijrah berarti pindah. Pindah dari satu tempat menuju tempat lain. Pindah dari satu kondisi satu ke kondisi lain. Hingga hijrah bisa berarti berpindah dari tempat atau suatu yang tidak baik (maksiat), menuju tempat atau suatu yang diridhoi oleh Allah. Ya, dengan kata lain hijrah bisa berarti melakukan segala yang diperintahkan Allah SWT dan meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT. 

Hijrah mempunyai banyak arti, salah satunya meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah.
Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah bisa berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik kepada Tauhid, dari Nifaq kepada Istiqomah, dari maksiat kepada taat, dari haram kepada halal. Atau dengan singkat perpindahan secara menyeluruh seorang muslim dari kehidupan yang serba jahili menuju kehidupan yang serba Islami.

Bisa dibilang pula, hijrah adalah bentuk kedekatan pada kata hidayah. Dan saya selalu percaya. Hidayah bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan dijemput. Selamanya kita takkan mendapat hidayah jika kita tidak berusaha mencarinya. Berusaha menjadi lebih baik dengan mulai belajar. Mulai mendekatkan diri pada Allah SWT dan berkumpul bersama orang-orang baik dan memilki kegiatan yang positif.

Allah SWT berfirman, β€œBarang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(QS. An-Nisa: 100)

Hijrah Movement 

Ialah komunitas Man Jadda Wa Jada Bekasi. Satu dari sekian komunitas positif yang saya ikuti. Bersama mereka saya seperti dibimbing. Bergabung dengan komunitas dakwah ini terasa seperti disiram energi positif. Hingga akhirnya saya berani. Berani menunjukkan bahwa langkah hijrah yang saya ambil adalah benar. Berani untuk menunjukkan bahwa segala komentar negatif orang lain tentang perubahan saya adalah salah. 
Maka jika kalian ingin tahu seperti apa komunitas mereka? Jika kalian ingin mengenal mereka lebih dalam. Dan jika kalian ingin mengerti apa itu hijrah dan bagaimana cara mengaplikasikannya di kehidupan kita? Hingga bagaimana caranya agar hijrah itu bisa diterima di lingkungan? Maka tidak ada salahnya teman-teman mengikuti salah satu kegiatan mereka. Yakni Hijrah Movement. Gerakan hijrah yang tepat, yang dimulai dari hati, pikiran, dan diaplikasikan dalam tindakan.
Percayalah, kegiatan ini pasti akan berdampak positif. Saya pernah menjadi bagian inti dari mereka. Teman-teman bisa melihat salah satu kegiatan sebelumnya yang juga pernah saya posting di sini.
So, tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah. Selama kehidupan masih diberi, selama raga masih sehat dan pikiran masih berjalan, maka hijrah bisa kita lakukan segera. Berhijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga diridhoi Allah SWT πŸ™‚
Come on! Let’s Hijrah! ^_^

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

8 comments to “Hijrah Movement, Let’s Hijrah!”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Ika Hardiyan Aksari - September 23, 2016 Balas

    Entah saya yang kurang info atau apa ya mbak tapi di sini jarang bgt ada komunitas yg berbau islami dan anggotanya anak muda. Yang ada orang sepuh-sepuh semua. Jujur saya juga haus dengan yang kayak beginian.

    • adedelina - September 23, 2016 Balas

      Daerah mana Mbak. Iya, kalo di Jabodetabek mah banyak πŸ˜€

  2. Yurmawita Adismal - September 23, 2016 Balas

    Baca tulisan mba Ade ingat masa lalu. Hehe saya juga ga pacaran

    • adedelina - September 23, 2016 Balas

      Hebat. Saya 3x ngerasain pacaran hiks.

  3. Milda Ini - September 23, 2016 Balas

    saya juga lsg kawin aja, hihi

    salam kenal ya mba, blognya udah saya folow, folbek ya

    • adedelina - September 23, 2016 Balas

      Wah maksudnya nikah kali ya πŸ™‚ Oke, nanti saya meluncur ke blognya πŸ™‚

  4. Nurin Ainistikmalia - September 23, 2016 Balas

    Komunitas seperti ini komunitas yang baik sekali ini untuk anak-anak muda Mbak. Nanti bikin reviewnya Mbak kalau Mbak ikut kegiatannya ya. πŸ™‚

    • adedelina - September 23, 2016 Balas

      Saya tidak datang Mbak. Wong saya di Surabaya πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published.