Awal saya nge-blog nggak punya niat apa-apa bahkan sampe sekarang pun masih nggak ada niat apa-apa selain hanya ingin menulis dan menuangkan pikiran. Saya termasuk tipe yang nggak peduli dengan rating blog atau bisa dapet duit dari blog. Kalaupun hadiah, itu karena saya emang pengen nulis dan seneng aja hehe. Dulupun blog saya haduh sepi banget. Cuma sekadar nulis, udah. Apa saja saya tulis. Kalau lagi ada ide langsung tulis. Nggak peduli deh mau bagus atau enggak bahkan mau ada yang baca atau enggak hihihi.
Tapi semua itu mulai berubah setelah ada orang yang pertama kali komen di dalam blog ini. Masya Allah senengnya hehe. Sampe nggak abis pikir, itu orang tau blog gue dari mana ya? Kok bisa tiba-tiba nyasar kesini. Dan dialah sekaligus yang jadi pengikut pertama blog Sohibunnisa 😀
Dulu saya belum tahu, kalau ternyata komentar saya menggunakan sistem moderasi. Karena nggak pernah dikomentar, jadi begitu tau ada tulisan 1 komentar menunggu moderasi Anda, saya malah girang sendiri. Aaa siapa nih komen, aaa ternyata blog gue ada yang baca. Sampai akhirnya semakin kesini, semakin banyak yang ‘melirik’ blog saya sampai meninggalkan komentar. Psst makanya, untuk pembaca blog ini, disarankan tidak hanya baca, tapi ikut berkomentar. Komentar apa aja deh, asal sopan 🙂 Dengan begitu, untungnya bagi kalian, saya juga akan memberikan timbal balik dengan mampir dan komentar di blog kalian 🙂 Oh ya, kalau komentarpun usahakan menggunakan akun blog. Siapa tahu kalian blogger juga kan. Karena biasanya nama di komen akan saya klik. Oke oke 😉 hehe

Lalu setelah dikomen apakah niat saya jadi meleset alias menulis hanya agar dikomen? Enggak juga sih. Iya biar bagaimanapun nggak munafik kok, kalau saya tetap berharap ada yang komentar di blog ini *eeh*. Sebenarnya kolom komentar sendiri buat saya bertujuan untuk memperbaiki diri saya. Dengan ada yang baca, lalu meninggalkan komentar, maka saya jadi tahu apakah tulisan saya dimengerti atau tidak. Apakah tulisan saya enak dibaca atau tidak. Apakah tulisan saya ‘benar’ atau tidak? Nah biasanya terlihat dari komentar-komentar pembaca. Kan orang bijak bilang, tugas penulis sudah selesai ketika dia selesai menulis. Selebihnya urusan pembaca. Nah dengan begitu, bisa jadi perbaikan buat saya ke depannya seperti yang saya tulis di sini 🙂
Saya juga mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk pendiri komunitas-komunitas blog. Terutama yang saat ini saya bergabung di dalamnya. Ada BlogCamp, Warung Blogger dan Kumpulan Emak Blogger. Dari bergabung di tiga komunitas ini, Alhamdulillah blog saya mulai ‘dilirik’ dan bertebaran komentar. Tapi saya yakin masih banyak komunitas-komunitas yang juga menyediakan wadah untuk para blogger. Buat saya sih, tiga itu masih cukup hehe. Karena ketiga komunitas itu sendiri sudah banyak makan ‘asam garam.’ Terbukti dari ratusan bahkan ribuan membernya di facebook ataupun followersnya di twitter.
Tidak tahu kata apa yang mesti saya ucapkan untuk kalian-kalian orang hebat yang punya ide sederhana namun berdampak luar biasa. Yaph. Bukankah sebuah komunitas didirikan hanya dengan niat sederhana untuk mengumpulkan orang-orang dengan visi dan passion yang sama dalam satu wadah? Tak lupa juga, saya ingin berterima kasih pada member-member komunitas yang sudah mampir bahkan berkomentar di blog saya. Dan yang utama, tentulah untuk semua teman-teman yang bersedia mengikuti blog ini, hehe jangan bosen-bosen lihat tulisan saya ya 😀 dan yang paling utama terima kasih pada seluruh pembaca blog ini. Terima kasih 🙂

Harapan saya, semoga blog ini berjalan ‘langgeng’. Semoga saya bisa istiqomah untuk terus menulis terlebih menulis sesuatu yang memberi manfaat. Aamiin.

Jangan sungkan meninggalkan jejakmu di sini.
Jangan sungkan mengingatkan jika saya ada salah.
Dan jangan sungkan untuk memberi saran jika saya ada kekurangan.

Tulisan ini didedikasikan:
Untukmu para pendiri komunitas hebat,
Untukmu para penggiat komunitas blog,
Untukmu pembaca, 
Untukmu teman-teman yang bersedia mengikuti blog ini,
Dan untukmu semua para peninggal jejak 🙂

11 thoughts on “Komentar dan Seuntai Ucapan Terima Kasih”

  1. Hai Mbak Ade saya juga bagian dari KEB dan Warung Blogger 😀
    Mbak Ade hebat banget, konsisten dnegan tujuan nge-blog. Dulu saya juga nge-blog karena saya ingin menulis, tapi lama kelamaan ingin juga dapat tawaran yang ada duitnya. Hihihi.

    1. Wah salam kenal Mak ^_^
      Hehehe, Aamiin, mudah-mudahan bisa terus konsisten 😀
      Bagus itu Mak, dengan adanya tawaran yang dapet duit kan kita jadi lebih semangat lagi hihihi. Hanya saja jangan dijadikan patokkan ngeblog 😀

  2. Terima kasih. Adalah sebuah kata yang sangat sederhana namun berat untuk diucapkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Bukan bermaksud Politik, tapi orang Indonesia kadang pelit untuk mengucapkan terima kasih bahkan kepada orang yang dianggap musuh sekalipun. Apa pun itu, kebaikan orang lain, betatapun kecilnya harus diakui, dan sepantasnyalah kita mengucapkan terima kasih. Sungguh sebuah tulisan yang mencerahkan dan mengingatkan kita semua untuk pandai berterima kasih

  3. Waah baca postingan ini jdi mengingatkan saya juga ttg gmna pas awal2 bkin blog. Kebetulan saya masih baru2 ini mulai aktif ngeblog. Kapan2 boleh berknjung dong ya ke numiaziza.blogspot.com dan smoga bisa brbagi saran buat blog saya :))
    oh ya, ngomong2 saya suka blognya, warna pink 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *