Kemerdekaan, Saatnya Kita Menghargai Diri Sendiri dengan Tepat Waktu

17 Agustus nanti sudah hari kemerdekaan lagi nih. Selamat Hari Raya Kemerdekaan Indonesia! Semoga Indonesia selalu diberi keselamatan dan keberkahan bagi khalayak rakyatnya. Kali ini, izinkan saya mengisinya dengan membicarakan soal waktu. Teman-teman pernah dengar nggak sih celetukkan, “Indonesia mah jamnya karet.” Nah lho?

Saya adalah orang yang selalu malas telat. Dari zaman sekolah pun begitu. Mending berangkat lebih awal daripada terlambat. Alhasil terbawa sampai kemana-mana. Mau itu menghadiri acara formal, ataupun sekedar janjian ketemu teman-teman aja. Buat saya lebih baik menunggu, daripada ditunggu. Entahlah ya, hati merasa nggak enak aja kalau ada yang nunggu saya 😀

Tidak tepat waktu = tidak menghargai diri sendiri

Makanya, saya paling nggak suka dengan orang yang tidak tepat waktu. For me, orang itu sama saja tidak menghargai dirinya sendiri. Dia pikir hanya dia yang sibuk. Dia pikir hanya dia yang waktunya tidak banyak. Semua punya jatah waktu yang sama. Tergantung gimana kita mengelolanya.

YES, mengelola waktu! Kita dikasih 24 jam yang sama. Misalkan sekolah, berarti ada teman-teman kita yang juga sekolah. Masuk jam 7. Seharusnya kita sudah tahu, jam berapa kita harus siap-siap. Jam setengah 6 mandi, jam 6 sarapan, jam setengah 7 berangkat. Jam 7 kurang sudah sampai sekolah.

Kerja jam 8. Kita sudah tahu jalanan macet. Berangkatlah kita jam 6.  Supaya waktu tidak habis di jalanan dan dijadikan alasan bahwa kita telat. Kalau ada halangan di tengah jalan, tentu saja itu lain cerita lagi.

Itu hanya permisalan. Jadi sama aja, mau apapun kegiatannya, seharusnya kita sudah bisa memprediksikan waktu. Berapa jam sebelumnya yang kita punya, itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Kalau kita yang telat, itu bukan karena faktor eksternal. Nggak bisalah kita nyalahin, “Duh kenapa sih sekolah harus masuk jam 7?”, “Kenapa sih temen-temen kita datangnya cepet banget?” Ya karena sebelumnya sudah dibuat aturan. Sudah ada perjanjian. Kecuali kalau memang spontan, itu bukan telat namanya. Tapi karena kita memang tidak tahu.

Belajar menghargai diri sendiri

So, poinnya adalah belajar menghargai waktu. Belajar menghargai orang lain. Dan menghargai diri sendiri yang utama.

Nggak enak kan kalau kita dicap “jam karet”. Jangan bangga kalau punya sebutan itu. Julukan yang sama sekali nggak ada bagus-bagusnya. Sebab apa efeknya? Kita tidak akan dihargai dan dipercaya oleh orang lagi.

Beberapa kali saya punya teman yang begitu. Janji jam 3 sore, baru datang jam 5. Itu kan nyebelin banget. Dari tadi dia ngapain aja? Boleh dong kalau kita jadi suudzon bahwa dia meremehkan kita? Okelah kalau lupa dimaklumi. Tapi kalau di belakangnya ternyata malas-malasan? Kan ngeselin.

Akhirnya ke sini-sini, saya dan teman-teman yang lain jadi sudah hafal, “Ah palingan dia telat.” Dan sialnya dia, kita kerjain setiap kali mau janjian, kita bilang jam 2 ke dia. Padahal acara mulai jam 4. Haha ya siapa suruh pakai acara jam karet terus -_-

Atur waktu agar tepat waktu

Mungkin teman-teman pembaca pun sudah nggak asing yang begini. Sampai-sampai sering dibilang, “Ah Indonesia mah jamnya karet.” Ets, saya nggak terima banget dibilang begitu. Indonesia bagian mana dulu? Masih banyak orang Indonesia yang menghargai dan tepat waktu lho. Saya contohnya *eh.

Untunglah sekarang lingkungan rumah saya kebalikan banget dengan stigma “jam karet” itu. Pasalnya, di lingkungan kami malah kumpul jam 4, sebelum jam 4 yang ngumpul udah banyak banget. Nah begini yang TOP hehe.

Well, mari menghargai waktu. Waktu bukan saja uang. Tapi lebih dari itu, waktu adalah sebuah penghargaan bagi diri kita sendiri. Ketika kita bisa tepat waktu, di situlah kita menampilkan performa diri kita dengan memberikan yang terbaik.

Zaman sudah canggih. Alarm sudah bermacam-macam jenisnya. Bahkan dekat dengan gadget kita. Kalau kita memang sedang ada janji, set waktu agar tidak lupa. Setiap orang punya kesibukannya masing-masing. Tinggal kita atur waktu, biar gimana supaya kita tidak menjadi orang yang terlambat ✊

Merdeka! ✊

Eh kalau temen-temen mau sharing soal waktu, boleh juga lho 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

4 comments to “Kemerdekaan, Saatnya Kita Menghargai Diri Sendiri dengan Tepat Waktu”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Hastira - Agustus 14, 2018 Balas

    betul, makasih sharingnya

    • Ade Delina Putri - Agustus 14, 2018 Balas

      Sama-sama. Semoga bermanfaat 🙂

  2. Zen - Agustus 14, 2018 Balas

    Aku orangnya suka telat kak. Tapi lagi berusaha supaya nggak telat lagi

    • Ade Delina Putri - Agustus 14, 2018 Balas

      Iya harus berubah dong

Leave a Reply

Your email address will not be published.