Terkadang kebanyakan informasi membuat kita sulit sendiri. Pusing sendiri. Ya, itulah yang sempat saya rasakan. Khususnya dalam hal blogging. Semakin mendalami blog, ternyata sangat banyak hal yang harus saya pelajari. Tapi seberapa penting sesungguhnya hal-hal itu? Meski tak saya pungkiri, saat blog saya mulai bisa ‘menghasilkan’, ada kebahagiaan tersendiri. Tentu saja jika saya ingin hal ini bertahan, saya memang harus mempelajari segala seluk beluk tentang blog yang masih banyak harus diketahui.
Tapi yang membuat kadang pusing adalah saya jadi mulai kehilangan fokus. Saya jadi lebih fokus pada angka-angka tentang traffic blog. Saya merasa kecewa ketika analisis menyatakan blog saya masih jauh dari kata ‘sempurna’. Iri dengan teman-teman blogger lain yang bisa lebih tinggi.  Padahal dulu niat saya ngeblog hanya ingin menulis apa yang ada di unek-unek juga bisa berbagi pada pembaca blog ini.

image by: http://hilmynotes.blogspot.co.id/, edit Canva by me 
Untunglah saya menemukan salah satu buku yang mengingatkan lagi niat awal saya tersebut. Ngeblog dengan Hati. Tidak ada satu kebetulan, barangkali pertemuan saya dengan buku ini untuk mengembalikan semangat saya tentang menulis dan berbagi lewat blog. Sang penulis, Ndoro Kakung dalam kata pengantarnya mengatakan,

Blog, buat saya, adalah media untuk berlatih mencari ide, menulis, juga berbagi apa saja, termasuk ilmu. (hlm. xii)

Ya, poinnya adalah berbagi! Menulis untuk berbagi.

Barangkali saya memang harus rehat sejenak dari per-ilmu-an tentang ngeblog. Agar tidak ada rasa terburu-buru ingin bisa sekaligus. Sekarang saya mau kembali dulu pada fokus awal menulis saya. Apalagi beberapa hari lalu saya sempat menemukan tulisan-tulisan dalam blog ini yang dishare orang-orang yang tidak saya kenal. Rasanya ada kebahagiaan tersendiri. Lagi-lagi tidak menyangka bahwa tulisan-tulisan yang menurut saya sederhana bisa bermanfaat bagi mereka. 

“… ketika sampean mulai membangun sebuah blog, sebetulnya sampean sedang membangun komunitas orang-orang yang memiliki satu keinginan dan pemikiran. Sampean memiliki apa yang mereka butuhkan dan mereka membutuhkan sesuatu yang sampean punyai. Sampean memberi, mereka menerima, dan sebaliknya. …” (hlm. 86)

Semoga saja dengan ini saya bisa terus istiqomah menulis. Karena pada dasarnya keinginan saya bahwa tulisan saya bisa bermanfaat nyatanya lebih besar. Seperti kata seorang blogger bijak, menulis untuk orang yang memang membutuhkan.

32 thoughts on “Ngeblog adalah Berbagi”

  1. betul mbak.. aku lelah sendiri saat baca ttg teori ngeblog yg ternyata buaaanyaaaakk… keteteran sendiri akuuu 🙁

  2. Rasanya sampe pengap mbak kalau nurutin satu2. Ah, saya balik lagi mau nulis tentang kesukaan saya saat ini. Yaitu, tumbuh kembang Ghifa.

  3. Punyaku klo ditanyain trafic, mungkin kalo ibarat jenjang pendidikan masi kelas tk mb dellina hihii
    Yuk sama sama belajar nulis dg semangat dan hati

  4. Dalam sebuah artikel di Kompas beberapa minggu lalu sudah dibahas besar besar. Bahwa salah satu profesi yang diperhitungkan dan disegani saat ini adalah penulis blog. Saya sepakat sekali Ngeblog juga berbagi pada prinsipnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *