Sunday, 25 September 2016

Sarapan Berita

Karena kuasa siapa sih yang berhak mengatakan yang ini penting dan yang lain tidak? Kenapa sih kita harus merasa kurang dan ketinggalan zaman kalau tidak mengikuti berita ini dan berita itu? Apakah petani yang sudah mencangkul di sawah jam 05.00 pagi hidupnya kurang berharga kalau tidak tahu World Trade Centre itu apa? Ke manakah perginya kicau burung-burung yang bebas dalam dunia pendengar berita pagi? Siapa yang masih bisa menghargai keindahan warna keemasan kulit kadal dalam cemerlang matahari pagi? (hlm. 146)
Paragraf di atas adalah salah satu kutipan dari tulisan yang berjudul Sarapan Berita, yang saya ambil dari buku Seno Gumira Ajidarma, Tiada Ojek di Paris. Kutipan yang barangkali cukup menohok bagi para orang kota atau masyarakat urban seperti kita.
Masih banyak dari kita yang menyambut pagi dengan menonton TV. Sembari menghabiskan sarapan, kita seperti tidak ingin ketinggalan sebuah berita. Maka menyambung pertanyaan Pak Seno, apakah hidup kita akan kurang dan ketinggalan zaman bila tidak mengikuti berita? Apakah sebegitu pentingnya berita, sampai-sampai kita tidak menyambut cerahnya matahari pagi?

Berita-berita yang cenderung negatif

Sayangnya, kita tahu bahwa semakin ke sini berita-berita yang disajikan lebih sering membuat kita menjadi pemikir berat. Yang ditampilkan media hanya berita-berita yang justru membuat kita terus berpikir negatif. Kalau kata Pak Seno, berita masa kini disampaikan dengan gaya digawat-gawatkan model CNN. Berita penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, teroris, hingga berita investasi asing di Indonesia dan sebagainya. Bukankah kita tega pada diri sendiri bila melewatkan pagi dengan - hanya menonton berita-berita macam itu? 

Tidak berbeda jauh dengan dunia media sosial. Belum lama ini saya sempat memikirkan satu hal. Mengapa sekarang banyak sekali akun di media sosial yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan orang lain, mengorek-ngorek aib orang lain, dan mengurus urusan pribadi mereka. Anehnya, akun-akun tersebut banyak sekali pengikutnya dan mereka merasa terhibur. Tapi yang lebih parah adalah saat orang-orang justru memperdebatkan urusan orang lain, yang sudah jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan hidup mereka. Lantas saya ingat, hal seperti itu sudah lebih dulu disajikan dalam infotainment di televisi. Yang mirisnya ditayangkan pada pagi hari pula. 

Ya ya ya. Semakin ke sini kita memang disuguhkan begitu banyak informasi. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menyaring mana yang bisa kita lihat, dan mana yang tidak begitu penting untuk kita ikuti. Apalagi hanya melewatkan pagi hari dengan menonton TV atau membuka media berita online yang menampilkan berita-berita 'berat'. Padahal pagi hari sesungguhnya adalah waktu alami. Lingkungan yang masih sejuk. Embun yang menetes. Suara burung yang berkicau. Juga matahari cerah yang sayang bila dilewatkan begitu saja.
Berita penting yang mana pun tidaklah akan lebih penting daripada hidup kita sendiri. Hidup ini indah dan dunia penuh makna, tapi jika diskursus kita terkuasai oleh formasi diskursif media, yang telah bergerak mencengkeram sejak ritus berita pagi - apakah salah jika saya katakan bahwa kita ini orang yang rugi? Padahal kita cuma hidup satu kali. (hlm. 147, Sarapan Berita)
Tiada Ojek di Paris - Seno Gumira Ajidarma
Semoga kita bisa menjadi lebih kritis dan bijak :)

6 comments:

  1. Bagus mba bukunya, emang iya loh mba setuju sama berita2 yang disuguhin, aku jadi inget trainer pas ngikutin seminar kesehatan mental, blio tetap sehat dan bugar karena pensiun nonton tv, baca koran klopun ada berita penting blio tau dari rekan2nya saja jadi ya otak ga diracunin berita negatif yang bisa mempengaruhi. Sayangnya aku belum bisa lepas dari gadget n tv hahaha susah bingits >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo TV alhamdulillah di rumah sekarang udah ga ada TV :D Tapi kl gadget ya belum lepas juga haha. Dasarnya saya kurang suka berita sih. Makanya lebih sering ketinggalan berita :v

      Delete
  2. untung saya nontonnya tv cable :)

    Budy | Travelling Addict
    Blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
  3. Kalau saya karena tuntutan kerjaan mau nggak mau ya harus ikut berita terus mba. Salah satunya lihat tipi. Hihiii

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...