Skip to content

Sohibunnisa

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Portfolio
  • My Other Blog
  • Toggle search form

Bebanku di Pundak Orang Tua

Posted on September 30, 2015Juli 19, 2018 By Ade Delina Putri 12 Komentar pada Bebanku di Pundak Orang Tua
Bukan hanya orang tua, namun bagi seorang anak – orang tua juga segalanya. Apalagi melihat keduanya masih hidup bersama dan sehat wal afiat hingga kami anak-anaknya dewasa bahkan sampai punya anak lagi. Melihat mereka berdiri di samping kami ketika kami wisuda, menikah, melihat mereka memangku cucunya dengan ekspresi yang begitu bahagia. Nikmat Tuhan mana lagi yang harus kami dustakan?
Tak usah bicara lagi soal cinta orang tua pada anaknya. Saya yakin orang tua manapun (yang baik tentunya) akan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Pun termasuk ayah saya. Ayah adalah pria super pertama dalam hidup saya. Segala kekurangan beliau rasanya tak sebanding dengan pengorbanannya pada istri dan anak-anaknya. Hal-hal seperti ini yang selalu saya rasakan setiap kali flashback ke masa kecil saya.
Dua hal yang paling saya ingat. Ketika dulu ayah hobi sekali mengajak anak-anaknya jalan-jalan, setiap naik kereta api dan penuh sesak dengan penumpang, ayah selalu menyediakan kakinya untuk saya duduk. Dan ayah hanya berbicara, “Sini, duduk di kaki ayah aja. Biar kamu nggak pegal.” Satu lagi, ayah juga selalu memangku saya di pundaknya. Entah kenapa dulu ayah senang sekali memangku saya seperti itu. Bisa jadi karena saya yang merengek karena lelah jalan kaki atau karena saya memang dasarnya senang dipangku -_- Semua ayah lakukan dalam balutan senyum layaknya tak ada beban.
Kalau dipikir sekarang, tega sekali saya. Di kereta ayah sudah lelah berdiri, ditambah kakinya diduduki oleh saya. Ayah juga sudah lelah berjalan kaki, tapi saya malah lenggang di pundaknya dengan begitu riang. Ah, saya yang dulu masih kecil mana mampu mengartikan itu semua. Belum paham dibalik itu tersirat makna bahwa sekalipun berat beban orang tua, orang tua akan selalu membahagiakan anaknya. Tidak mau membuat anaknya sulit.
Ya, ayah. Nyatanya kebiasaan-kebiasaan kecilmu itu yang justru kini kuingat dan malah paling kuingat. Pada akhirnya mungkin hanya ayah yang benar-benar tahu bagaimana ia harus membuat anaknya agar tidak kesulitan. Hanya ayah yang benar-benar tahu rasanya ketika ia mampu membuat anaknya tersenyum. Dan saya, saya hanya bisa merasakan getaran itu. Getaran yang menuntun saya untuk harus selalu berbakti, yang membuat saya semakin paham bagaimana sulitnya mereka membesarkan saya, kakak-kakak dan adik saya, lelahnya mereka agar kami selalu bahagia. Semua hanya bisa saya rangkum dalam ucapan terima kasih tak terhingga.
Meski terima kasih tak pernah cukup, saya selalu percaya bahwa do’a adalah sumber kekuatan terbesar. Bukankah salah satu amalan yang tak pernah terputus adalah do’a anak-anak sholeh pada orang tuanya? Dan kini setelah saya menikah, saya masih ingin terus dekat dengan mereka. Sekalipun secara fisik sudah berjauhan, tapi dengan menghubungi mereka maka mereka akan selalu merasa dekat dengan saya. Pun dengan kakak-kakak saya. Dengan begitu, mereka tidak pernah merasa anaknya sudah jauh.
Ayah, do’aku untukmu agar kau selalu sehat wal afiat serta panjang umur,
Ibu, do’aku untukmu agar kau selalu sehat wal afiat serta panjang umur,
Ayah, Ibu, do’aku agar ayah ibu selalu menjadi pasangan yang selalu bersabar dan diberi kekuatan oleh-Nya.
Ayah, Ibu, do’aku juga agar ayah ibu selalu bersama hingga jannah-Nya kelak.


Tulisan ini Diikutsertakan Dalam Pena Cinta First Giveaway
Uncategorized Tags:Kontemplasi, Kontes

Navigasi pos

Previous Post: Merekatkan Keluarga? Ayo Piknik!
Next Post: Praktis Print, Praktis Cetak Kartu Nama

Related Posts

Tips Mengurus Banyak Blog Uncategorized
Perkembangan Setiap Anak Ya Berbeda Uncategorized
Bagaimana Menata Hati untuk Ikhlas? Uncategorized
Cara Mudah Mencari Trend Hijab Terbaru Melalui Internet Uncategorized
Ini Lho Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan Uncategorized
Cara Baru Menyalurkan Amarah Uncategorized

Comments (12) on “Bebanku di Pundak Orang Tua”

  1. Emi Afrilia berkata:
    September 30, 2015 pukul 9:46 am

    Beruntung banget punya orangtua yang diberi umur panjang. Jadi sedih nih, soalnya saya anak yatim piatu

    Balas
    1. adedelina berkata:
      September 30, 2015 pukul 11:30 am

      Masya Allah :') Do'a anak yang sholeh akan sampai pada orang tuanya mbak 🙂 Insya Alah

      Balas
  2. Nova Novili berkata:
    Oktober 1, 2015 pukul 2:32 pm

    dan saatnya kita membals semuanya..menemani..nya ketika menua… 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Oktober 2, 2015 pukul 1:32 am

      Benar 🙂

      Balas
  3. suria riza berkata:
    Oktober 3, 2015 pukul 6:12 pm

    Kangen papa mama :"(

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Oktober 4, 2015 pukul 11:39 am

      Ayo peluk dan do'akan mereka Mbak 🙂

      Balas
  4. Fitria Nuraini berkata:
    Oktober 4, 2015 pukul 2:37 am

    Insya Allah akan selalu membahagiakan, menjaga, menyayangi dan mewujudkan impian untuk kedu orang tua 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Oktober 4, 2015 pukul 11:40 am

      Aamiin. Insya Allah ya sayang 🙂

      Balas
  5. Rohma azha berkata:
    Oktober 20, 2015 pukul 3:01 pm

    Belum pernah tau kasih sayang ayah seperti apa….
    Sukses ya ukhti untuk GAnya….

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Oktober 21, 2015 pukul 1:15 pm

      Semangat ukhti 🙂
      Terima kasih 🙂

      Balas
  6. Liswanti Pertiwi berkata:
    Oktober 29, 2015 pukul 2:25 pm

    Saya jadi teringat ayah juga neh, membaca tulisan ini.

    Terima kasih sudah ikutan.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      Oktober 30, 2015 pukul 12:09 am

      Alhamdulillah, sama-sama mbak 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Archive

Popular Posts

  • Barakallah Fii Umrik :)
  • Perawatan Rambut Nggak Perlu ke Salon, Cukup di Rumah juga Bisa!
  • Kenapa Harus Cuci Tangan Pakai Sabun?
  • Mustahil Membuat Dunia Menjadi Seperti yang Kita Inginkan
  • Sahabat

Category

  • #BPN30DayChallenge2018
  • #GakPaham
  • #LoQLC
  • #ODOPISB
  • Beauty
  • Blog
  • Event
  • Film
  • Food
  • Kontemplasi
  • Kontes
  • Media Sosial
  • Menulis
  • My Story
  • ODOP
  • Review
  • Tekno
  • Tips
  • Traveling
  • Uncategorized

Search

Copyright © 2026 Sohibunnisa.

Powered by PressBook Masonry Blogs