Wednesday, 26 April 2017

Blog Dibaca Suami? Yes or No?

Blog Dibaca Suami? Yes or No? Hmm, saya sih pernah nanya sama suami, "kakak suka baca blog Ade nggak?" Jawab dia, "kadang-kadang aja sih." Yap, itu berarti jawabannya YES! Dan saya membiarkan aja dia baca blog saya hehe. Malah kepinginnya memang dia selalu baca tulisan-tulisan saya. Tapi ya sayangnya dia bukan orang yang nggak ada kerjaan haha. 
via Pixabay
Oia tulisan ini terinspirasi dari tulisan kolaborasi Teh Tetty dan Mbak Handriati. Menarik banget buat saya temanya dan kok ya nggak pernah kepikiran nulis ginian

Dulu awal-awal nulis, saya malu banget kalau tulisan saya dibaca orang-orang terdekat. Entah itu teman, sahabat, keluarga. Makanya saya nggak pernah publish blog saya dimanapun. Tapi berbeda ketika saya mulai kenal berbagai komunitas nulis dan ngeblog. Perlahan saya jadi berani nunjukkin tulisan-tulisan saya pada khalayak termasuk orang-orang terdekat tadi. So, sampai sekarang punya suami saya jadi berani-berani aja nunjukkin tulisan saya. Asaaaaal (ada catatannya nih hehe)... mereka tidak melihat proses menulis saya! 
Yap, karena saya paling nggak bisa yang namanya nulis sambil dilihatin orang. Mereka boleh baca tulisan saya, tapi nanti saja kalau sudah jadi, kalau sudah dipublish. Kalau saya lagi nulis, saya nggak mau ada seorang pun yang ngeliatin saya lagi nulis apa. Aneh nggak sih? Tapi ya itulah kenyataannya, saya memang nggak suka. Daaan malu juga sih 🙈

Balik lagi ke suami. Bukan cuma doi suka baca blog saya, tapi:

👦 Suami sebagai tempat berbagi ide
Nggak jarang saya suka nanya, "enaknya nulis apa ya? Kasih ide dong." 

👦 Suami sebagai tempat kritik dan saran
Minta kritik dan saran ke suami. "Tulisanku udah bagus belum? Apa yang kurang? Apa yang perlu diperbaiki? Gambar ini pas nggak? Infografisnya bagus nggak? Kalo nggak bagus, buatin dong!" Dan lain-lain. Terutama untuk tulisan-tulisan yang diikutkan lomba atau pun job review.

👦 Suami sebagai penyeimbang
Sering juga saya izin. Misalkan mau nulis sesuatu terutama tentang tema pernikahan, anak atau keluarga, "aku boleh nggak nulis ini?" Kenapa izin? Karena seperti yang pernah saya ceritakan di sini, suami itu bisa jadi penyeimbang bagi saya. Kalau saya ragu, dengan nanya suami, saya jadi lebih bisa dapat gambaran. Selain pria memang mengutamakan logika, dalam mengambil keputusan pun suami lebih sering mengutamakan dampak ke depannya *halah kok jadi berat gini ya*. Ya intinya izin itu untuk meminimalisir - supaya saya nggak kebablasan nulis. Pasalnya gaya nulis saya kan sebagian besar bergaya cerita sehari-hari. Jadi jangan sampai aja kebablasan atau salah ngomong. Apa yang seharusnya nggak perlu ditulis, ya nggak usah. Kalau masih dalam batas wajar, baru boleh. Gitu.

👦 Suami sebagai pemberi masukkan
Dan untungnya, suami saya juga sedikit banyak mengerti tentang blog. Jadi saya juga sering minta pendapat dia tentang blog. Selain tulisan tentunya, kadang saya minta pendapatnya tentang desain blog gimana yang bagus. Logo dan header yang seperti apa yang pas buat blog saya (fyi, logo dan header blog ini dia yang buatin lho hehe *pamer mode on). Sampai urusan monetisasi seperti SEO. Yaa, emang sebenarnya dia juga punya blog sih (ini nih blognya). Sayang aja sekarang doi udah males nulis jadi nggak mau disebut blogger -_-

Well, intinya, suami baca blog saya? YES! Asal tetep, YESnya kalau sudah dipublish aja. Jangan pas saya lagi nulis dilihatin haha maluuuuu.

Trus kalau kamu sendiri? Suka nggak blogmu dibaca orang terdekat? 😀

6 comments:

  1. Ih sama mba aku juga nggak suka tuh nulis dilihatin haha

    ReplyDelete
  2. suamiku kalau aku suruh baca mba baru dia mau kalau ga disuruh keknya dia anteng tapi ga tau dink karena suamiku suka diam-diam merayap hahaha soalnya pernah ketauan malam2 blio lg kerja aku samperin ternyata lagi baca blog aku terharu banget :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi sama banget, suami juga pernah diem-diem ketahuan lagi baca blog saya :))

      Delete
  3. kadang2 obrolan dengan suami bisa jadi blog post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa ini iyes banget. Sering juga kok aku bikin post hasil dr obrolan sama suami hehe

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.