Skip to content

Sohibunnisa

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Portfolio
  • My Other Blog
  • Toggle search form

4 Alasan Saya Menolak Job Review

Posted on April 5, 2017Juli 12, 2018 By Ade Delina Putri 59 Komentar pada 4 Alasan Saya Menolak Job Review
Kalau dulu saya ngeblog cuma sebatas curhat, sekarang Alhamdulillah sudah bisa menghasilkan hehe. Ya ini juga karena pernah dapat tawaran dari salah satu e-commerce besar sih buat bikin tulisan bebas yang mengarah ke link e-commercenya, lalu saya diberikan imbalan berupa voucher belanja. Dari situ deh baru saya tahu kalau ternyata blog itu bisa menghasilkan lho 😁
via Pixabay
Ada beberapa jenis job biasanya. Ada yang mereview produk atau website, menulis tema bebas dengan backlink, dan content placement alias konten yang sudah disediakan dan kita tinggal mengedit saja. Semuanya tergantung permintaan dan ada juga yang bisa disesuaikan.
Dihitung-hitung dari 2014 penghasilannya cukup lumayan. Saya bisa nabung atau beli barang-barang rumah tangga kayak sekarang. Alhamdulillah 😁 Makanya saya juga mulai belajar buat monetisasi blog. Sebab tidak dipungkiri, saya juga kepingin punya tabungan dan ‘uang jajan’ sendiri hehe. Dan harus belajar karena pertimbangan klien mencari blogger yang bisa menerima job adalah berdasarkan beberapa persyaratan teknis. 
Tapi walaupun saya ketagihan menerima job, ada kalanya juga saya nggak mau nerima job karena berbagai alasan. Biasanya sih 4 alasan ini yang bikin saya menolak job review:

4 alasan saya menolak job review

1. Tidak sesuai prinsip
Blog ini memang gado-gado. Apapun bisa saya tulis di sini. Kecuali tema buku, parenting, pernikahan dan soal rumah yang sudah saya bikinkan blog sendiri (Baca: Tips Mengurus Banyak Blog). Tapi walaupun gado-gado, saya juga punya prinsip untuk tidak menulis yang berlawanan dengan prinsip saya. Misalnya tentang kampanye rokok, pinjaman kredit dan kartunya, judi, miras, narkoba, SARA, pornografi, atau hal-hal yang berbau kejahatan dan menjelek-jelekkan pihak lain (black campaign). Kalau ada jenis tawaran job dengan tema-tema ini, otomatis langsung saya tolak tanpa pikir panjang. 
2. Waktu tidak tepat
Seperti yang saya katakan kemarin di postingan Menjadi Blogger yang Bisa Dipercaya, waktu juga menjadi salah satu pertimbangan saya dalam menerima job. Kalau waktunya cocok, dan saya bisa, ya saya sanggupi. Tapi kalau waktunya terlalu mepet tapi saya sedang ada halangan, atau waktunya terlalu berdekatan dengan sponsored post lain, biasanya akan saya nego dulu untuk minta diundur. Kalau tidak bisa diundur, ya lebih baik saya tolak saja. Jujur bilang tidak bisa. Karena saya tidak mau molor dari deadline yang ditentukan. Itu sama saja menghilangkan kepercayaan klien pada saya.

3. Backlink terlalu banyak
Dulu sebelum ngerti hal-hal teknis tentang monetisasi blog, saya enak aja ngasih link keluar banyak. Nggak ngerti kalau ternyata itu bisa bikin blog kita jelek di mata Google. Jadi sekarang setelah mengerti, saya jadi tidak mau asal menerima job yang meminta backlink lebih dari 2. Apalagi kalau dia minta linknya harus dofollow alias link yang sangat berpengaruh untuk dibaca Google fiewh. Kalau dia keukeuh nggak bisa dinego, ya saya tolak aja. Dua link aja menurut saya udah cukup banyak. Dan tentu saja harga harus menyesuaikan 😊

4. Harga tidak sesuai
Lagi-lagi dulu saya nggak mikirin ini. Harga yang ditawarkan mentah-mentah saya terima saja. Tapi semenjak belajar pada blogger-blogger yang lebih berpengalaman, saya mulai melihat apa saja kelebihan blog saya. Lalu apa isi jobnya? Apakah harga yang diberikan sesuai dengan yang harus saya lakukan atau tidak? Meskipun standar harga pasti untuk setiap blogger memang tidak ada. Karena saya lihat masih ada saja yang blognya lebih bagus tapi mau menerima job dengan harga yang terbilang murah dan rasanya tidak sesuai. Yaa tapi balik lagi sih, kita tidak tahu urusan dapur orang. Mungkin ini pilihan masing-masing kali ya.
Well, menolak job review bukan berarti menolak rezeki. Tapi sebagai blogger, kita juga harus punya prinsip. Kalau memang tidak sesuai dengan yang kita inginkan atau standar teknis sponsored post yang harus dipatuhi, ya harus berani menolak. Jangan sampai kita asal terima begitu saja, tapi jatuhnya kita malah menjatuhkan diri sendiri dan blog kita. Pasti kita tidak ingin kan, kalau blog kita jadi jelek di mata pembaca 😊
Nah kamu sendiri, apa saja sih alasan atau pertimbangan dalam menolak job review?
Uncategorized Tags:Blog, My Story, Tips

Navigasi pos

Previous Post: Menjadi Blogger yang Bisa Dipercaya
Next Post: Ini Dia 6 Wisata yang Ramah Anak di Surabaya

Related Posts

Mengapa Seorang Motivator Masih Ada? Uncategorized
Betapa Berharganya Kehormatan Wanita Uncategorized
FoMO dan Baper Uncategorized
Slalu Ada yang Membuatku Iri Uncategorized
Nulis; Blogger Uncategorized
THR Lebaran, Kemana Aja? Uncategorized

Comments (59) on “4 Alasan Saya Menolak Job Review”

  1. Fanny f nila berkata:
    April 5, 2017 pukul 4:43 am

    Aku sbnrnya blm ada niat utk bikin blogku menghasilkan.. Tapiiii, prnh jg nerima lah job review begitu, itupun krn sesuai ama tema blogku traveling dan kuliner.. Prinsipku 1 tapi mba, aku ga mau nulis review 2x. Jd kalo kmrn aku udh nulis ttg 1 brand tas, walopun aku sukaaa bgt ama tasnya dan memang koleksi, tp cukup sekali itu aja aku nulisnya.. 🙂 .. Jgn sampe berulang walopun mungkin beda produk, tapi msh sama merk, aku udh ga mau 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:40 am

      Ouh kayaknya kalo berulang juga ga enak sih ya 🙂

      Balas
  2. Harie Khairiah berkata:
    April 5, 2017 pukul 12:55 am

    Setuju

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 7:22 am

      🙂

      Balas
  3. Tetty Hermawati berkata:
    April 5, 2017 pukul 1:09 am

    Aku biasanya nolak kalau sekiranya ga kekerjain sih hihi

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:35 am

      Iya Mbak kalo ga bisa mah mending nolak aja 🙂

      Balas
  4. Pandu Aji Wirawan berkata:
    April 5, 2017 pukul 1:33 am

    kurang lebih sama mbak, terutama yang point ke empat. daripada blog isinya cuma sampah, mending kasih harga tinggi sekalian. Biar blog nggak kebanyakan iklan

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:36 am

      Setuju mas hehe

      Balas
  5. Ophi Ziadah berkata:
    April 5, 2017 pukul 1:37 am

    saya ada satu lagi nih mba, klo yg nawarin kyk asal2an dan ogah2an gt di emailnya wkwkw
    suka baper dan males jg ngeladeninnya.
    yg model gini suka ga jelas juntrungannya setelah kita kasih rate card sih

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:36 am

      Ah iya kadang ada yang langsung to the point nawarin job tanpa basa basi. Yang begini kurang sopan sih ya

      Balas
  6. herva yulyanti berkata:
    April 5, 2017 pukul 1:52 am

    Wah aku masi newbie banget mba Ade dapet tawaran aja langsung girang ga ngerti juga siy klo mau pasang harga mungkin someday blogku bisa dihargain tinggi hahaha *aamiin

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:38 am

      Aamiin. Kalo rajin update insya Allah bisa tinggi Mbak 🙂

      Balas
  7. Dina Mardiana berkata:
    April 5, 2017 pukul 2:01 am

    Saya baru tahu tuh untuk point nomor 3, backlink sebaiknya nggak lebih dari dua, ya Mbak?

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:39 am

      Ga lebih dr 3 mbak lebih tepatnya. Soalnya kl kebanyakan apalagi dofollow, jelek untuk blog kita

      Balas
  8. Anggara berkata:
    April 5, 2017 pukul 2:09 am

    biasanya karen males hehehehe

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:39 am

      Saya juga pernah lagi males, nolak 😀

      Balas
  9. Muna Sungkar berkata:
    April 5, 2017 pukul 10:03 am

    Aku nolak kalo pas lg hectic kerjaan kantor takutnya ga bisa sesuai DL terus kalo ga nyanbung bgt sama niche blog krn terbukti pernah ambil kan yg baca postingan cuma dikiy

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 12:40 pm

      Karena pembaca pun akan bingung kalo keluar kategori ya 🙂

      Balas
  10. antung apriana berkata:
    April 5, 2017 pukul 3:08 am

    saya baru 2 kali sih dapat job review. alhamdulillah kemarin uangnya dipakai buat bikin blog jadi tld

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:40 am

      Alhamdulillah 🙂

      Balas
  11. swastikha maulidya mulyana berkata:
    April 5, 2017 pukul 4:54 am

    Kalau saya biasanya nolak kalau temanya beda dengan blog dan juga soal rate harga biasanya

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:41 am

      Toss mbak 🙂

      Balas
  12. Enny Law berkata:
    April 5, 2017 pukul 5:07 am

    Aku jg sering nolakin job review yang gak sesuai dg prinsip. Karena emang prinsip itu mahal, hihi

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:42 am

      Betul Mbak 🙂

      Balas
  13. Lia Harahap berkata:
    April 5, 2017 pukul 5:13 am

    Untuk poin no 4 sebenarnya kalau merasa harga yang ditawarkan kekecilan bisa nego, mbak. Awalnya saya gak tau, tapi setelah coba jadi lumayan pede juga hehehe. Berarti artinya blog kita memang punya nilai yang lebih 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:43 am

      Iya Mbak. Tapi kadang ada juga yang gamau dinego. Nah yg kayak gitu ya ditolak aja hehe

      Balas
  14. Zicko berkata:
    April 5, 2017 pukul 5:28 am

    Sangat setuju mbak, terutama poin 4. Bukan bermaksud menolak rejeki, tetapi nilai juga harus sesuai dengan apa yang akan dipromosikan. 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:43 am

      Yap 🙂

      Balas
  15. yurmawita berkata:
    April 5, 2017 pukul 6:22 am

    untuk review game sama perjudian, seks, kekerasan tidak sesuai dengan niche serta tidak sesuai dengan keilmuan juga biasana menjadi penyebab tidak sanggup menerima job review ya mba..

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:44 am

      Iya Mbak 🙂

      Balas
  16. Kopiah Putih berkata:
    April 5, 2017 pukul 6:35 am

    Poin ke 3 dan ke 4 selalu yang utama saya pertimbangkan saat menerima dan akan mengerjakan job review. Yang ke 3 nasib blog dan yang ke 4 nasib kantong. 😀

    Terimakasih sharenya, Mbak.

    Salam bahagia dari Bondowoso..

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 11:45 am

      Sama-sama Mas 🙂

      Balas
  17. Molly berkata:
    April 5, 2017 pukul 7:50 am

    Kalau masih bisa nego rate, lumayan siy biasanya aku ambil. Asal kontennya masih nyambung sama isi blogku. Tapi kalo udah banyak permintaan apalagi backlink lebih dari 2, aku milih mundur aja.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 12:37 pm

      Iya Mbak kl masih bisa dinego sih enak 🙂

      Balas
  18. Timur Matahari berkata:
    April 5, 2017 pukul 10:55 am

    Baru belajar untuk mengatur biar lebih rapi dan menarik. Emang sih tawaran job lumayan menggiurkan tapi kembali lagi pribadi, harus punya prinsip juga.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 12:43 pm

      Betul Mas. Prinsip itu yang menjaga blog kita tetap punya integritas 🙂

      Balas
  19. adedelina berkata:
    April 5, 2017 pukul 11:37 am

    Ga sesuai prinsip ya Mbak 🙂

    Balas
  20. Hairi Yanti berkata:
    April 5, 2017 pukul 11:49 am

    Samaaaa. Ada tema2 tertentu yang tidak saya bahas di blog. Jadi kalau ditawarin tema itu saya tolak.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 5, 2017 pukul 12:43 pm

      Toooos 😀

      Balas
  21. Siti Lutfi Amaliyah berkata:
    April 6, 2017 pukul 6:57 am

    Baru tau yang soal backlink nih mba. Ternyata 2 backlink udah banyak yah. Terima kasih atas tulisannya 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 6, 2017 pukul 1:19 pm

      Sama-sama Mbak 🙂

      Balas
  22. adedelina berkata:
    April 6, 2017 pukul 2:24 am

    Sekarang udah ngerti Mbak 🙂

    Balas
  23. Afrizal Ramadhan berkata:
    April 6, 2017 pukul 9:17 am

    setujuh banget, menolak job review kalau memang tidak sesuai dengan isi dari blog, atau di suruh nulis sesuai keinginan pemberi job, karena bakalan beda dengan gaya penulisan kita, jadi menurut saya harus tetap punya prinsip.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 6, 2017 pukul 1:19 pm

      Yap keluar dari prinsip jatuhnya ga bagus buat blog kita 🙂

      Balas
  24. Uwan Urwan berkata:
    April 6, 2017 pukul 1:22 pm

    serius dua link dofollow itu terlalu banyak? wah.. ternyata…. beklah… jadi pelajaran.. kudu ngurangi backlink nih. makasih kakak infonya

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 6, 2017 pukul 10:06 pm

      Paling banyak 3 kok Mas 🙂

      Balas
  25. Awan berkata:
    April 6, 2017 pukul 3:04 pm

    Setuju sama point-point di atas 🙂

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 6, 2017 pukul 10:06 pm

      Terima kasih 🙂

      Balas
  26. Milda Ini berkata:
    April 6, 2017 pukul 4:34 pm

    semuanya saya sepakat, apalagi soal harga dan prinsip, kudu utama

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 6, 2017 pukul 10:07 pm

      Betul Mbak 🙂

      Balas
  27. nurul hidayah berkata:
    April 6, 2017 pukul 11:52 pm

    Infrmasi yang bagus mbak. terutama untuk saya yang masih belajar banyak tentang mengurus blog

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 7, 2017 pukul 5:13 am

      Terima kasih 🙂

      Balas
  28. HM Zwan berkata:
    April 7, 2017 pukul 1:36 am

    No 4 paling sebel,no 5 juga

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 7, 2017 pukul 5:14 am

      Hihi :))

      Balas
  29. non inge berkata:
    April 7, 2017 pukul 1:30 pm

    Masih belajar banget buat menghasilkan dari blog hehe

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 8, 2017 pukul 2:33 am

      Semangat Mbak 🙂

      Balas
  30. Titi Khairia berkata:
    April 10, 2017 pukul 6:43 am

    Setujuuu banget

    Balas
  31. Nur Rochma berkata:
    April 10, 2017 pukul 12:16 am

    Baru beberapa kali dapat job review. Girang banget. Dan selama ini masih sesuai dengan tema blogku yang gado-gado juga dan prinsip.

    Balas
    1. adedelina berkata:
      April 10, 2017 pukul 2:40 am

      Alhamdulillah ya Mbak kalo masih sesuai 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Archive

Popular Posts

  • Share Seminar Entrepreneur with @TDABekasi
  • Anemone Busana Wanita Yang Nyaman Digunakan
  • My First Award
  • Trauma Membuat Saya Belajar, Kapan Harus Terbuka dan Berhati-hati
  • Gagal Paham itu Ketika….

Category

  • #BPN30DayChallenge2018
  • #GakPaham
  • #LoQLC
  • #ODOPISB
  • Beauty
  • Blog
  • Event
  • Film
  • Food
  • Kontemplasi
  • Kontes
  • Media Sosial
  • Menulis
  • My Story
  • ODOP
  • Review
  • Tekno
  • Tips
  • Traveling
  • Uncategorized

Search

Copyright © 2026 Sohibunnisa.

Powered by PressBook Masonry Blogs