Anak-anak yang lahir di tahun 90an pasti tahu permainan bola bekel. Itu lho, permainan bola kecil yang bolanya dilontarkan ke atas dan harus ditangkap kembali. Tantangannya, harus dibarengi dengan mengambil dan mengubah posisi biji-biji yang biasa dimainkan bareng bola bekel. Tantangan inilah yang seru 😃 Biasanya bola bekel dimainkan lebih dari satu orang. Bisa aja sih dimainkan satu orang. Tapi jadi kurang seru karena nggak ada lawannya 😆
sumber: https://www.jualo.com/mainan-bayi-dan-anak/iklan-bola-bekel-biji-bekel-pit-emas-5-pcs-mainan-tradisional
Dulu, permainan ini jadi favorit saya banget. Karena paling mahir di antara permainan fisik lainnya haha. Ya iyalah cuma mengandalkan kecepatan tangan aja. Bahkan di rumah pun saya hobi main ini sendirian. Bahkan dengan berpura-pura sangat mahir melawan orang banyak ceritanya 😂

Biji-biji bola bekel

Biji-bijinya ada dua jenis kalau yang dulu saya mainkan. Ada yang berwarna emas yang terbuat dari tembaga atau kuningan (seperti gambar di atas). Dan putih yang bentuknya seperti keong (seperti gambar di bawah). Saya lebih suka yang emas, soalnya nggak licin 😆 Kalau yang putih permukaannya licin jadi saya nggak gitu mahir kalau pakai yang putih ini karena mudah menggelinding kemana-mana 😁

Sumber: https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/mainan/mainan-tradisional/7t1c61-jual-mainan-tradisional-bola-bekel-biji-keong

Biasanya paling sedikit dimainkan dengan 6 biji. Bisa lebih sampai 10 biji. Atau mungkin ada lagi yang sampai 12 biji. Semakin banyak biji, pasti lebih menantang lagi.

Cara main bola bekel

Jadi cara mainnya ditentukan dulu siapa yang berhak main pertama, kedua, dan seterusnya. Setelah itu, barulah permainan bisa dimulai.

Caranya, bola bekel dilontarkan ke atas, lalu biji-biji bola bekel diambil bertahap. Pertama, diambil satu. Kedua, diambil dua. Ketiga, diambil tiga, dan seterusnya sampai semua biji diambil. Lalu setelah semua diambil, di buang lagi. Dan masuk ke level berikutnya dengan cara mengubah posisi biji. Kalau dulu di tempat saya namanya “pit dan roh”. Setelah diubah, ya diambil lagi seperti tahap pertama. Begitu juga dengan level roh. Kalau roh sudah selesai, masuk ke level akhir. Saya agak lupa tapi gimana caranya haha maafkeun 🙈 Yang jelas setelah semua level bisa teratasi, maka kita bisa dinyatakan menang.

Oia, kita bisa giliran main jika melakukan kesalahan ya. Misalnya bola menggelinding dan tidak tertangkap. Atau salah mengambil atau merubah posisi biji. Tapi kalau kita tidak melakukan kesalahan, maka kita bisa terus bermain. Nah ini biasanya agak bikin jengkel kalau ada temen yang terlalu mahir, alhasil teman-teman lainnya harus nunggu lama untuk main 😂

Melatih sensori dan motorik anak serta mengeratkan pertemanan

Bola bekel masih ada nggak sih sekarang? Kayaknya masih ada ya yang jual. Tapi saya sendiri udah jarang lihat anak-anak sekarang main bola bekel ini. Padahal kalau bahasa parenting sekarang, permainan ini sebetulnya bagus juga untuk melatih motorik dan sensorik anak karena dibutuhkan konsentrasi agar bola tetap bisa ditangkap. Jadi mata dan tangan harus seimbang.

Selain itu, bola bekel juga mengandalkan fisik. Jadi anak lebih aktif. Apalagi kalau dimainkan bersama teman-teman juga bisa mengeratkan pertemanan karena kalau
dimainkan bersama, jadi lebih seru dan menantang. Kalau saya dulu
suka main sendiri biasanya buat ngusir kejenuhan 😁

Aih, setelah nulis ini saya kok jadi kepengen beli ya, haha. Ya hitung-hitung nostalgia hehe. Soalnya bola bekel ngehits banget pada zaman itu. Karena saya mahir, makanya jadi favorit banget 😆

10 thoughts on “Bola Bekel, Mainan 90an yang Jadi Favorit”

  1. Setuju lebih suka yang kuningan karena bentuknya juga lancip gitu enakeun juga kalau pas balik-balikinya mba dan aku paling suka pake bola bekel yang gede kalau yang kecil tuh mentalnya kurang pas 🙂

    Masih ada kok mba Ade, ponakanku di Bekasi punya 🙂

    1. Beda ya bola kasti dg bola bekel. Kalo kasti memang ada lagi. Cara mainnya pun biasanya dipukul kan ya pake tongkat 😀 Eh atau pake biji juga? Hihi beda daerah jd beda kali ya caranya :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *