Dulu saya sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Akuntansi. Mungkin sudah pada tahu ya kalau di SMK itu ada yang namanya Praktek Kerja Lapangan. Ya karena memang itulah salah satu tujuan SMK. Untuk memberi kemudahan bagi anak-anak yang memilih untuk langsung melanjutkan kerja setelah sekolah. 
Seperti itu juga tujuan saya masuk SMK. Karena dulu tidak kelihatan ‘hilal’ buat bisa kuliah, jadi saya memilih masuk SMK saja supaya setelah lulus saya bisa langsung kerja.

Baca: Gaji Pertama itu Jadi Berkah Karena Orang Tua

via Pixabay
Kembali lagi ke PKL. FYI, pas zaman saya namanya bukan PKL lagi. Tapi Prakerin atau Praktek Kerja Industri. Iming-iming dicarikan tempat Prakerin mungkin hanya janji palsu sekolah, karena kenyataannya saya dan teman-teman dekat saya masih mencari tempat praktek sendiri. 
Beuh rasanya sudah kayak cari kerja betulan. Pakai seragam sekolah, keliling ke kantor-kantor mana pun bahkan sampai yang jauh (untuk ukuran anak sekolah) sekalipun. Eeh ternyata dapatnya malah di kota tempat tinggal juga 😅 Tapi ada hikmahnya sih. Saya jadi lebih mengerti dan menghargai bahwa mencari pekerjaan itu memang sulit. Apalagi kalau kita maunya sesuai pilihan 🙈

Prakerin di Departemen Agama

Lanjut. Akhirnya dapat tempat praktek di Kantor Departemen Agama Bekasi. Saya bersama empat orang teman diterima untuk Prakerin di sana. Kami ditempatkan di bagian berbeda. Saya di bagian Mapenda atau Pendidikan, satu lagi saya lupa, satu di bagian umum, dan satu lagi ditempatkan di bagian haji. 
Kami masuk praktek seperti orang kerja yakni jam 07.30 pagi. Setiap hari Senin kalau tidak salah, kami ikut upacara juga. 
Di bagian pendidikan saya mengerjakan macam-macam. Ya nggak ingat detailnya sih haha karena sudah lama. Yang jelas saya ingat pekerjaan saya masih standar anak praktek. Yaitu mencatat, merapikan dokumen, mengetik, dan memfotokopi. 

Drama 1, nggak mau fotokopi

Nah bagian fotokopi ini yang lucu. Hampir setiap hari saya disuruh fotokopi melulu. Apalagi bagian tempat saya praktek ini memang jadi semacam tempat fotokopi. Misal ada orang luar yang butuh untuk fotokopi berkas haji atau berkas lainnya, ya di bagian sayalah tempatnya. Makanya sampai bosan rasanya 😂 Apalagi kalau fotokopinya bolak-balik, aih ribet haha. Maka terberkatilah tukang fotokopian yang suka dengan pekerjaannya 😄
Bahkan saya pernah sampai drama dengan kakak kuliah yang lagi magang juga di situ. Saya dan dia berebut nggak mau fotokopi, eeh pulangnya kami jadi marahan. Tapi habis itu saya minta maaf sih hihi 😂

Drama 2, keluyuran

Drama kedua adalah ketika saya merasa lebih banyak nganggur di tempat praktek saya. Saat saya bingung karena nggak tahu lagi harus ngapain, saya iseng ke tempat teman saya di bagian lain. Ya di bagian umum, ya di bagian haji. Jadilah saya malah bantu-bantu di sana haha. And then pas balik ke ruangan, ditegurlah sama pembimbing saya karena seharusnya saya nggak keluyuran begitu 😂🙈

Drama 3, bolos

Next drama. Pernah suatu kali saya iseng sama temen-temen saya. Ceritanya kita lagi pengen banget nonton. Jadilah temen saya punya ide gila. “Kita pura-pura aja bilang kalo mau jengukin temen sakit.” Setelah bilang, kami semua diizinkan pulang. Dan jadilah kami pergi nonton ke bioskop 😆
Bukan cuma diizinkan. Bahkan sebelum kami pulang, kami malah disuruh makan KFC (yang sudah dipesan) dulu sebelum pulang. Terus dikasih uang saku masing-masing 20 atau 50 ribu gitu kalau tidak salah. Haha. Kami bahagia 😂
Ya tuhaaan dulu gue pernah bandel juga ya 😂 Maafkan kami ya, Pak, Bu 🙈

Prakerin mengajarkan saya mengerti pekerjaan sesungguhnya

Saya bersyukur sih praktek di sana. Selain tempat prakteknya nyaman, pegawai-pegawai di sana pun selalu membimbing kami dengan baik. Misal kami diberi nilai bagus hehe meskipun agak bandel. Sering diberi uang saku misal kami mau pulang atau mengerjakan pekerjaan yang lebih banyak. 
Yah cukup menjadi kenanganlah selama 2 bulan praktek di sana. Setidaknya kami jadi dapat gambaran bahwa lingkungan pekerjaan seperti itu. Alhasil khususnya bagi saya sendiri, tidak mengalami kendala yang berarti saat sudah bekerja sesungguhnya.
Nah kalau teman-teman gimana, pas sekolah pernah kerja juga nggak? Atau gimana ceritanya di saat-saat kerja pertamamu? 

6 thoughts on “Drama Saat Prakerin”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *