Sering tersiar kalimat, “kasih anak sepanjang gala, kasih orang tua sepanjang jalan. Orang tua bisa membiayai anak 10, tapi anak 10 belum tentu bisa membiayai orang tua.”
Hiks sedih dengernya. Semua kalimat tentang orang tua rasanya memang seperti bikin melow. Apalagi sekarang saya sendiri sudah jadi orang tua. Jadi benarlah kalau dikatakan, “kita belum bisa melihat orang tua sesungguhnya selama kita belum jadi orang tua.” 
via Pixabay
Ya, saya merasakan sekali ternyata beginilah rasanya jadi orang tua. Memberi segala yang terbaik untuk anak. Selalu mengusahakan apapun untuk anak. Dan memiliki setulus-tulusnya cinta pada anak. Perasaan ini dimulai ketika saya hamil dan melahirkan dua orang anak. 

Semoga kebaikan kecil itu membekas

Sekarang saya jauh dari orang tua. Tapi karena jauh inilah rindunya jadi lebat. Membuat kebaikan-kebaikan kecil yang bisa saya lakukan dari jauh, selalu saya upayakan. Sebab untuk membalas mereka memang tidak mungkin. Tapi semoga kebaikan kecil saya bisa sedikit membahagiakan mereka. 
Pernah suatu hari saya memberi uang pada mereka yang barangkali jumlahnya tidak seberapa, tapi balasan mereka masya Allah. Do’a yang cukup menyentuh buat saya. 

De, Ayah selalu doain siang dan malam semoga Ade dimudahkan melahirkan anaknya dan dikaruniai anak yang sehat dan soleh. Sampaikan salam buat Siddiq semoga usahanya tambah maju dan lancar dan menjadi bapak yang penyayang dan sabar. Aamiin. 

Makasih banyak ya mudah-mudahan rumah tangganya makin harmonis. Panjang umur. Panjang jodoh. Emir juga mudah-mudahan panjang umur sehat makin cerdas. Salam sayang Emiir. 

Itu balasan dari ayah dan ibu saya. Doa mana yang paling diijabah selain doa orang tua pada anaknya? 
Saya merasa itu bukanlah apa-apa dibanding apa yang mereka beri untuk saya. Tapi mungkin saya tidak tahu kalau hal kecil yang saya beri ternyata berarti besar bagi mereka. 
Ya, barangkali seperti itulah orang tua. Anak merasa biasa-biasa saja saat melakukan sesuatu. Tapi tidak disangka bahwa kebaikan kecil dari anaknya ternyata amat berharga dan membekas di hati mereka.

Kabulkanlah doa mereka Ya Allah.
Lindungi selalu mereka dimana pun berada.
Aamiin ya Rabbal alamin. 

Dari anak yang penuh dosa, tapi di lubuk hatinya selalu ingin orang tuanya bahagia. 

10 thoughts on “Kebaikan Kecil yang Semoga Membekas”

  1. sama kayak bapakku mba Ade, padahal aku ngasi ga juga nominalnya dikit tapi doanya saat nelepon atau sms bikin terenyuh. Sekarang bapak stroke dan uda ga bisa lagi pegang hp sedih sih semoga aku bisa bahagiaiin belio aamiin

  2. Terharuuu bacanya.. Jd inget papa mama di medan.. 🙁 . Kita jrg ketemu, palingan cm 2 thn sekali krn jarak dan tiket ksana jg lumayan, apalagi kalo sama anak2 perginya.. Kdg kalo aku kirim uang ke mama, ya ampun itu doanya lgs bikin mau nangis.. Pdhl yg aku ksh jg ga seberapa 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *