Alhamdulillah,
Selasa kemarin saya USG dan ternyata usia kandungan sudah masuk 5 bulan 4 hari
dengan hari ini. Diperkirakan jenis kelaminnya laki-laki. Alhamdulillah sesuai
yang diharapkan hehe. Ya semoga tidak berubah :). Dan lagi besok saya harus kembali ke
Bekasi untuk wisuda tanggal 15 Desember nanti. Fiewh, capek memang. Harus
beberapa kali bolak-balik Surabaya-Bekasi. Tapi karena berhubung saat menikah
saya memang masih harus menyelesaikan tugas akhir kuliah, ya sudah dibawa enjoy
saja.

Untunglah ini
masih dalam masa kandungan. Kalau nanti anak saya sudah lahir, tak terbayang
repotnya. Tapi jika sewaktu-waktu saya berada dalam keadaan mendesak harus keluar kota atau bahkan ke luar negeri ikut suami misalnya dan mengharuskan
saya membawa bayi mungil dalam perjalanan udara menaiki pesawat, bisa-bisa saya
khawatir dengan kondisi bayi yang masih rentan, terlebih jika si bayi masih 6
bulan kebawah. Banyak persiapan tentunya yang harus dipikirkan sebelum
keberangkatan. Tapi jika saya terlalu khawatir ataupun panik malah akan membuat
perjalanan saya begitu melelahkan nantinya. Fiewh.

credit: Traveloka

Langkah awal, pasti saya
harus betul-betul menentukan maskapai penerbangan mana yang akan saya gunakan.
Jika perjalanan jarak pendek, saya bisa saja menggunakan maskapai low cost tanpa servis apapun. Namun,
jika perjalanan butuh waktu berjam-jam untuk ditempuh, sepertinya saya harus menggunakan
jasa penerbangan yang memberikan servis sempurna dan memuaskan. Tidak lucu kan
jika saya sedang membutuhkan air panas atau alat makan, tetapi maskapai
tersebut tidak menyediakannya.



Singapore
Airlines sepertinya bisa jadi pilihan tepat. Maskapai satu ini merupakan maskapai udara
yang memiliki banyak rute internasional dengan keamanan dan kenyamanan serta servis
yang memuaskan. Persiapan pertama, tentunya saya perlu menyiapkan perlengkapan
bayi yang begitu banyak. Saya tidak perlu terkejut jika ternyata bisa
mendapatkannya di penerbangan Singapore Airlines. Saya bisa mendapatkan perlengkapan
bayi, seperti makanan instan bayi, tisu basah, toilet khusus untuk mengganti
popok, bahkan tempat tidur khusus untuk bayi.
Untuk cara
memesan tiket Singapore Airlines dapat menggunakan aplikasi atau website Traveloka, bayi dengan umur dibawah 2 tahun
tidak perlu membeli tiket untuk kursi. Saya hanya tinggal membuat permintaan (request) saat reservasi bahwa saya
membutuhkan tempat tidur bayi atau baby
bassinet
. Saat waktu bepergian tiba, tinggal meyakinkan diri bahwa
perjalanan ini akan menjadi menyenangkan.
Tiba saatnya hari
penerbangan saya bersama si kecil tercinta. Saat akan lepas landas, saya bisa
memakaikan penutup telinga bayi. Saya bisa mendapatkannya dengan meminta dari
pramugari. Dia akan memberikan kapas yang sudah dibasahi dengan air. Bayi akan
mendapatkan tambahan sabuk untuk keamanannya. Sabuk itu bisa dilepaskan saat
sudah lepas landas, tetapi jangan sampai lupa untuk menggunakannya kembali saat
akan mendarat. Selama lepas landas, agar bayi saya lebih tenang, baiknya bayi
saya disusui atau diberi empeng. Hal itu karena pada saat tersebut pasti akan
ada perubahan tekanan udara. Walaupun sudah diberi penutup telinga, tetapi itu
akan lebih baik untuk mencegah bayi saya menangis jejeritan karena telinganya
sakit nantinya.
Saat diudara,
Singapore Airlines akan
memberikan servis makanan. Tentu saja saya harus memanfaatkan segala servis
yang ada untuk saya dan bayi saya. Saya bisa meminta makanan bayi yang memang
sudah disediakan dari pihak maskapai. Tapi jika bayi saya sudah punya menu favorit
yang sudah disiapkan dari rumah, saya cukup meminta pramugari untuk
menghangatkannya.
Setelah waktu
makan selesai, saya bisa memanggil pramugari dengan menggunakan tombol yang ada
di kursi atau di atas tempat duduk untuk menyiapkan baby bassinet. Menidurkan bayi saya dan saya pun bisa beristirahat
juga hehe. Sepertinya dengan semua servis ini saya tidak perlu mengkhawatirkan
apapun, karena bayi saya dijamin aman dan tidak akan terjatuh. Belum lagi jika selama
penerbangan bayi saya rewel dan mungkin saya dalam keadaan sangat lelah, saya
bisa meminta bantuan pramugari untuk menggendongnya sejenak. Tentu saja
itu bisa dilakukan jika para pramugari sudah selesai dengan segala
pekerjaannya. Mungkin bayi saya akan terhibur dengan wajah baru yang ditemuinya :))
Saat mendarat
tiba, saya bisa pakaikan sabuk pengaman bayi. Menyusui bayi atau memberi empeng
sama seperti saat lepas landas. Saat pesawat mencium landasan, saya pegang erat
bayi saya. Supaya dia tidak akan terkejut dengan goncangan yang kadang-kadang
bisa sangat kuat. Dengan semua servis ini tentu saja perjalanan akan menyenangkan
berpergian dengan si bayi mungil. Ah ya, tentu juga tidak lupa untuk
mengucapkan terima kasih pada para pramugari yang sudah sangat ramah membantu
saya selama perjalanan 🙂
Bagi yang
akan melakukan perjalanan udara namun tetap ingin membawa si kecil, tak ada
salahnya mencoba maskapai satu ini. Sebab, Singapore Airlines akan memberikan
servis agar perjalanan kita lancar, tidak melelahkan dan tentunya menyenangkan 🙂

20 thoughts on “Membawa Bayi Dalam Perjalanan Udara”

    1. Sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter kandungannya Mbak, karena kondisi kehamilan setiap orang berbeda. Apalagi pesawat terkadang menimbulkan goncangan yang rentan bagi ibu hamil. Kemarin saya sempat nggak dibolehin sama dokter, akhirnya milih naik kereta deh 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *