Kenapa aku harus menulis? Saya selalu bingung kalau ditanya begitu. Tapi yang pasti, alasan saya menulis adalah barangkali karena saya memiliki kesulitan untuk berkomunikasi secara langsung. Ya, sejak kecil, semua lebih lancar kalau saya tuang dalam tulisan. Alhasil, sampai sekarang menulis sudah merasuk menjadi passion yang sangat sulit untuk ditinggalkan.

via Pixabay

Baca: Karena Saya Suka

Oya, tema ini sekaligus menjadi awal kolaborasi bersama Blogger Muslimah Sisterhood yang dibuka oleh Mbak Arina.

Mengapa saya menulis?

Sebenarnya, saya juga sering menulis alasan-alasannya di blog ini. Tapi baiklah saya rangkum saja. Selain karena passion, hal-hal inilah yang membuat saya terus menulis:
1. Merefleksikan diri
Meskipun alasan ini sudah lumrah dikatakan siapa saja yang punya hobi menulis, nyatanya saya juga tidak bisa memungkiri bahwa menulis bisa menjadi sumber kekuatan bagi saya. Seperti yang sudah dikatakan di awal, untuk orang yang tidak cukup komunikatif seperti saya, menulis adalah cara terbaik. Dari menulis, saya bisa menuangkan apa saja isi hati dan pikiran saya secara lebih jelas. Dengan mengeluarkan isi hati dan pikiran inilah hidup saya jauh lebih tenang. Saya bisa mengatakan apapun yang saya mau dalam tulisan. Entah itu ekspresi senang, sedih, atau bahkan marah sekalipun. Sampai-sampai tentang perasaan cinta pun saya tuang juga dalam tulisan *uhuk.
Selain itu, menulis sudah menjadi me time paling berharga buat saya saat ini. Ya, kehadiran anak membuat saya semakin sibuk pastinya. Apalagi hiburan yang bisa dengan mudah saya lakukan selain menulis 🙂 Setelah menulis rasanya diri menjadi lebih rileks.

2. Berbagi
Khususnya adalah blog-blog saya. Semua blog ini adalah cara saya untuk menuangkan setiap pikiran yang layak saya bagi pada setiap orang. Awalnya saya tidak pernah berharap apakah ada yang membaca semua tulisan dalam blog saya. Tapi lama kelamaan tepatnya setelah mendapat berbagai tanggapan dari semua tulisan, idealisme saya langsung muncul. Ya, saya ingin seterusnya berbagi. Saya ingin memiliki pembaca tulisan-tulisan saya untuk kemudian terkesan terhadapnya. Baik itu bisa menjadi manfaat, maupun sekedar menghibur.


3. Meninggalkan jejak
Dengan berbagilah maka saya bisa meninggalkan jejak. Dan tulisan-tulisan ini yang akan menjadi saksi bahwa saya pernah ada. Mereka yang mengenal dan tidak mengenal saya, yang dekat dan nun jauh di sana, suatu saat bisa saja bilang “oh Ade, yang blognya ini ya. Yang tulisannya ini ya.” Atau “oh blog ini punyanya Ade.” Makanya, sebisa mungkin saya ingin blog ini tetap ada meskipun saya sudah tiada nantinya. Karena sayang rasanya kalau semua tulisan ini hanya dipendam sendirian tanpa ada pembacanya. Yah, semoga saja 🙂

Barangkali tiga itu saja alasan terpenting mengapa saya harus menulis? Sampai sekarang saya bersyukur masih bisa menulis. Apapun tanggapan itu, mau baik, mau disalah pahami, tetap saja tidak akan menyurutkan saya untuk tetap menulis. Sebab saya paham, bahwa sampai kehidupan dunia ini belum berakhir, perbedaan akan terus ada sampai kapanpun.
Tapi jauh di dalam lubuk hati, saya tidak pernah ingin meninggalkan kesan negatif. Seperti yang pernah saya tulis dalam tulisan Saya Ada Karena Menulis:

Menulis bukan lagi sekedar mengungkap isi hati. Tapi menunjukkan keberadaan saya pada dunia karena saya memiliki pembaca-pembaca tulisan saya.

Karena pembaca-pembaca itulah yang sangat amat berharga bagi saya 🙂 

17 thoughts on “Mengapa Saya Menulis?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *