Bolehkah kucuri waktumu, wahai kau sang penikmat waktu?

Ungkapan yang secara spontan hadir di pikiran setiap kali saya merasa waktu 24 jam tidak cukup. Saat pekerjaan terasa tidak selesai-selesai menghampiri, rasanya saya selalu iri pada mereka yang bisa menikmati waktunya dengan percuma.
http://www.slideshare.net/faishere/sukses-dengan-berorganisasi
Benar apa yang dikatakan ungkapan di atas. Kewajiban sejatinya memang lebih banyak dari waktu yang kita punya. Itu sebabnya saya seringkali jengkel pada mereka yang justru membuang waktunya dengan hal yang tidak bermanfaat. Daripada dia tidak bisa menggunakan waktunya, lebih baik hibahkan saja waktunya pada saya, pikir saya.
Karena merasa waktu itu pentinglah, maka jam tangan menjadi salah satu barang yang wajib saya punya. Saya adalah tipe yang harus tahu waktu dimana pun. Apalagi jika keluar rumah. Memang sih, ada handphone, tapi apa iya setiap kali mau melihat waktu saya harus merogoh tas dulu? Lebih praktis jam tangan bukan. Ah ya, saya juga tidak suka jika berjanji dengan seseorang, namun orang tersebut dengan seenaknya datang sesuka hati alias tidak tepat waktu. Lupakanlah jika ada ungkapan “orang Indonesia sukanya ngaret.” Nonono! Tidak semua seperti itu ya. Justru mental seperti itulah yang harus diubah. Semua orang punya kepentingan. Jika kita tidak punya, minimal hargailah waktu orang yang memiliki kepentingan. 
Untunglah saya punya suami yang satu tipe. Tepat waktu dan tidak suka membuang waktu. Suami juga suka memakai jam tangan. Lucunya, kami sama-sama memakai jam tangan di tangan kiri. 
Katanya sih, karakter orang yang memakai jam di tangan kiri seperti ini: 

Orang yang memakai jam tangan dengan cara seperti ini, biasanya berkarakter cuek, dan umumnya berpikiran praktis dan sederhana. Dia juga orang yang senang membuat banyak pilihan dalam hidupnya, dan mementingkan waktu, meskipun sebenarnya nggak pernah melakukan hal dengan terlalu serius. Dia juga easy going, dan umumnya suka bergaul. – https://massivehits.wordpress.com/2014/07/08/karakter-dari-cara-memakai-jam-tangan/

 Hehe terlepas dari akurat tidaknya, tapi jika dilihat dari karakter saya dan suami ada benarnya 😀
Jadi ya begitulah. Bagi saya, waktu adalah hal terpenting. Karena adanya waktulah kita masih hidup. Selama hidup pastinya kita tidak lepas dari berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan. Seperti salah satu nasyid yang mengingatkan:
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

a a a…..

Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)

Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)
(sihat sebelum sakit)
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit

(Ingat lima perkara) Hidup sebelum mati
(sebelum lima perkara) Sihat sebelum sakit
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Muda sebelum tua

(Ingat lima perkara) Kaya sebelum miskin

(sebelum lima perkara) Lapang sebelum sempit
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)

10 thoughts on “Pentingnya Waktu”

  1. Saya kadang ngrasa waktu 24 jam itu gak cukup mbak 😀
    ciri belum bisa memaksimalkan waktu yg ada ya 🙁

  2. ketika sudah ada hape di tangan, apakah masih perlu pake jam tangan? kan sering banget pegang hape 😀
    btw.. waktu harus dimanpaatin bener karna gak bisa terulang lagi ya mba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *