Skip to content

Sohibunnisa

Personal & Lifestyle Blog

  • Home
  • About
  • Disclosure
  • Portfolio
  • My Other Blog
  • Toggle search form

Seharusnya – Sewajarnya

Posted on Oktober 22, 2014Juli 19, 2018 By Ade Delina Putri 6 Komentar pada Seharusnya – Sewajarnya
Benar, jika ada hadits mencinta dan membencilah sewajarnya. Sebab bisa saja mencinta yang berlebihan akan menjadi benci yang tidak ketulungan. Dan benci yang berlebihan akan menjadi cinta yang sulit dilepaskan.
Sulit kaupercaya yang kemarin membangga-banggakanmu kini hilang tanpa jejak. Tak berbekas sama sekali. Bahkan tak menoleh sedikitpun. Herannya, itu terjadi kala kau mulai menyadari bahwa sesungguhnya kau juga sangat mencintainya. Padahal saat itu kauberkata padanya, “Biasa saja. Tak usah berlebihan.” Tapi dia keras kepala. Dia bilang dia sangat mencintaimu. Dan teramat mencintaimu hingga tak ada lagi tempat bagi yang lain. “Aku tak seperti ini pada yang lain.” Begitu katanya. 
Satu tahun kemudian – entah apa penyebabnya – dia menghilang begitu saja. Kau mulai khawatir. Kemana dia. Mungkin sebab selama ini dia yang lebih memperhatikanmu meski seringkali kau kurang peduli. Mengapa tak memberi kabar? Sama sekali tak dijawab pesanmu. Beranjak malam, rasa khawatirmu semakin menjadi. Malah semakin parah dengan takut yang mulai melanda. Dia benar-benar tak memberi kabar.
Esoknya kau ulangi lagi. Nyaris lima belas pesan tak terbalas. Lima kali panggilanpun tak ada jawaban. Ya Tuhan kemana dia. Apa yang terjadi dengannya? Kau mencoba bersikap tenang meski detak jantungmu menjadi tak beraturan. Dan malam itu, “Aku sedang tak ingin diganggu.” Tut tut tut. Mati. Tak ada kata yang disempatkan keluar darimu. 
Kesadaran seringkali datang terlambat. Mungkin benar jika ketiadaan membuat manusia jauh lebih bersyukur. Karena yang ada seringkali diabaikan. Bukan terlupakan. Tapi tak diacuhkan.
credit

“Sudahlah biarkan saja setan itu. Aku tetap mencintaimu kok.” Dan kini, dia bersama – yang dipanggil setan – hubungannya jauh lebih baik dibanding denganmu dulu, juga bertahan lebih lama.

Uncategorized Tags:Kontemplasi

Navigasi pos

Previous Post: How to be a True Muslimah? – Menuju Istri yang Baik
Next Post: Esensi dan Evaluasi di Hari Blogger

Related Posts

Tentang Pernikahan dan Kedewasaan Uncategorized
Kenapa Ingus Hijau? Uncategorized
3 Minuman Hangat Favorit Saya yang Layak Kamu Coba Uncategorized
Kenapa Saya Nggak Nonton Drama Korea Lagi? Uncategorized
Mau Wisata di Jakarta? Ini Tips Mudahnya Uncategorized
Kalo Aku, Suka yang Begini ^_^ Uncategorized

Comments (6) on “Seharusnya – Sewajarnya”

  1. Anonymous berkata:
    Oktober 22, 2014 pukul 7:07 am

    Wow. Suka baca tulisan ini mak. Nancep banget!

    Balas
    1. Ade Delina Putri berkata:
      Oktober 22, 2014 pukul 7:22 am

      Terima kasih Mak 🙂

      Balas
  2. Arga Litha berkata:
    Oktober 23, 2014 pukul 2:01 am

    jadi teringat masa lalu…
    #jleb
    ah sudahlah :')

    btw…jleb deh tulisannya

    Balas
    1. Ade Delina Putri berkata:
      Oktober 23, 2014 pukul 3:09 am

      ciyee 😀

      Balas
  3. Hendra Hacc berkata:
    Oktober 26, 2014 pukul 8:16 pm

    hmm… mau komeng apa yah..??
    Mantap deh pokoknyah.. hehe

    Balas
    1. Ade Delina Putri berkata:
      Oktober 27, 2014 pukul 1:35 am

      Makasih 🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter

Archive

Popular Posts

  • Hidup Sehat Nggak Ribet dengan 5 Cara Ini!
  • 4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Dimarahi
  • Untuk D, yang Selalu Kupanggil Sahabat
  • Dengarkan Aku!
  • Jodoh, Oh Jodoh

Category

  • #BPN30DayChallenge2018
  • #GakPaham
  • #LoQLC
  • #ODOPISB
  • Beauty
  • Blog
  • Event
  • Film
  • Food
  • Kontemplasi
  • Kontes
  • Media Sosial
  • Menulis
  • My Story
  • ODOP
  • Review
  • Tekno
  • Tips
  • Traveling
  • Uncategorized

Search

Copyright © 2026 Sohibunnisa.

Powered by PressBook Masonry Blogs