Sahabatku
… Aku selalu sayang kamu
Tak
ada kata yang indah selain kata “kau sahabatku” tanpa sahabat kita takkan bisa
berbagi suka maupun duka. Bukankah sudah jadi pedoman islam jika ada seseorang
yang membuatmu merasa bahagia adalah gudangnya “pahala” dan sebaliknya, jika kita bisa membantu meringankan beban
seseorang yang lagi ada masalah ataupun musibah walaupun hanya sekedar
mendengarkan ceritanya dan memberikan solusi untuknya juga gudangnya “pahala lagi”. Aku merasa senang jika
sahabat aku bisa merasa bahagia karena aku, aku takkan pernah menyakiti lagi
dia baik sengaja ataupun tidak sengaja. Andai waktu bisa terulang kembali
takkan ada kata – kata yang nyakitin buat kamu, tingkah laku yang membuat kamu
muak, bercanda aku yang membuat kamu sebel, dan lain sebagainya. Tapi aku sadar
dari hati aku, detik ini juga aku takkan pernah menyakiti kamu dan menyia –
nyiakan kamu yang sudah selalu baik bersamaku, kamu adalah sahabat yang membuat
aku berubah menjadi lebih baik, kamu banyak mengajarkan hal – hal yang baik
buat aku.
Sahabatku
… aku selalu sayang kamu, takkan pernah akan kulupakan kebaikanmu. Jika suatu
saat nanti jauh dari aku baik waktu atau jarak jangan pernah lupakan namaku.
Jika suatu saat nanti kau lupa namaku cobalah selalu mengingat – ingat lagi.
Aku sadar tanpa kamu aku takkan kuat lagi menghadapi sifat aku yang labil,
egois dan masih manja ini. Aku banyak berterima kasih padamu, kamu telah
memberikan kekuatan aku untuk menjadi baik dan semakin baik. Semoga di sisi
kebaikanku ada bermanfaat dan hal –hal positif buat kamu. Walaupun kita selalu
da masalah kecil atau besar takkan pernah membuat persahababatan kita ini
runtuh. Pasti kita bisa menyelesaikan semuanya karena Allah takkan pernah
memberikan masalah ataupun musibah melampaui batas pemikiran dan kemampuan
hamba-Nya.
“ I love Ade Delina
Putri”
…your  my best friend fourever for me…
         Don’t give up..”always keep smile J
Fitria Nur’Aini
Terima kasih atas surat ini ya sayang..
Entah mengapa aku selalu terharu saat seseorang mengungkapkan, bahwa “Aku sahabatnya.”
Maaf juga atas sikapku yang kadang menyakitimu, sikapku yang kadang tidak sabaran, dan sikap-sikapku yang lain yang mengganggumu.

Terima kasih juga kau telah menjadi sahabatku,
Sabar mengingatkan dalam kebaikan, sabar dengan tingkahku yang kadang ‘keterlaluan’
Terima kasih.

Semoga Allah selalu dalam hatimu, 
Sayang, meski hidup tak selamanya bahagia, tapi percayalah! bahwa sedih dan bahagia tak pernah berjalan terpisah, mereka slalu beriringan. Ketika kau bahagia, ucaplah syukur, agar nikmat kita slalu bertambah. Ketika kau bersedih, lihat lagi nikmatNya yang Maha luar biasa. Maka kau akan menyadari Ia selalu punya hikmah dibalik rencanaNya.

Semoga kau sukses selalu.
Kurangi sifat ‘manja’mu ya.
Kelak, ketika kau lulus kuliah dan bekerja, kau akan menemukan dunia yang sesungguhnya.
Kau akan tahu bahwa hidup slalu butuh kesabaran dan kebijaksanaan.
Sayang, jika mungkin perpisahan tak terhindarkan, aku hanya minta:
Jaga dirimu baik-baik.
Jaga iffah mu hanya untuk suamimu kelak.
Kuatkan azzam ketika pangeranmu datang dengan keyakinan.
Meski dirasa jalannya masih panjang, mari kita persiapkan diri sebaik-baiknya dari sekarang.
Ada atau tiada diriku, tetaplah menjadi wanita tangguh, yang baik, berani dan tetap istiqomah.
Sayang, cukup sekian dulu.
Hanya ini balasanku untukmu, sedikit memang, maaf ya..
Tapi semoga mengena di hatimu 🙂


I love you too Fitria Nur’Aini
Keep smile, keep spirit, positive thinking 😉

Ade Delina Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *