Saat SMP saya punya guru yang suka sekali bercerita. Entah kenapa saya suka sekali dengan tipe guru seperti ini. Jadi bukan cuma mengajar formal, tapi beliau selalu menyisipkan pesan-pesan lewat setiap ceritanya. Salah satu cerita yang saya ingat adalah ketika beliau bilang bahwa orang kebanyakan saat dipuji biasanya sering berkata “Ah enggak kok, enggak.” Padahal kata enggak itu bisa jadi do’a lho. Misalnya gini, saat kita dibilang cantik, eh dengan malu-malu kita bilang, “ah enggak kok enggak.” Berarti kita mengakui bahwa diri kita tidak cantik. Trus mestinya gimana? Kata guru saya sebenernya mudah saja. Kita cukup bilang “terima kasih.”
Sama halnya ketika saya masuk SMK. Saya punya seorang sahabat yang ngajarin saya untuk bilang “Bismillahi Masya Allah” setiap kali kita dipuji orang. Misalnya dipuji cantik ya bilang aja, “Bismillahi Masya Allah.” Bisa juga kalau ditambahi dengan kata-kata guru saya, jadinya “Terima kasih. Bismillahi Masya Allah.”
Ya ada benarnya juga sih kata mereka. Kadang kita malu kalau dipuji, lantas dengan spontan menjawab, “ah enggak kok.” Padahal misalnya kita dipuji cantik lalu bilang “enggak”, itu berarti kita mengakui bahwa diri kita tidak cantik. Sama halnya ketika kita dipuji pintar atau yang lain. Kata-kata “enggak” menunjukkan bahwa memang kita tidak seperti yang dipuji.


Terima Kasih, Bismillahi Masya Allah. Rasa menerima dan ungkapan syukur pada-Nya.

Lain hal jika kita bilang “terima kasih”, kita justru menunjukkan rasa menerima yang baik pada si pemberi pujian. Dan “Bismillahi Masya Allah” juga mensyukuri bahwa Allah sudah memberi kita nikmat untuk diberi kelebihan. “Bismillahi Masya Allah” sendiri memang terdiri dari dua kata. Bismillah berarti “dengan nama Allah”, dan Masya Allah berarti “terjadi atas kehendak Allah”. Maka kalau diartikan lengkap jadilah, “dengan nama Allah semua terjadi atas kehendak Allah.” Masya Allah sekali ya artinya.
Memang, manusia juga tidak boleh luput dengan pujian karena bisa membuat kita jadi lupa diri jika berlebihan menanggapinya. Dan pujian bisa jadi hanya ungkapan berlebihan dari seseorang yang barangkali kita belum sampai pada tahap seperti yang dipuji. Apalagi jika memuji manusia yang sejatinya penuh dengan kekurangan. Alih-alih kadang kita justru dibuat kecewa sendiri karena terlalu berlebihan memuji manusia.
Maka barangkali kata-kata “Terima kasih, Bismillahi Masya Allah.” atau “terima kasih, dengan nama Allah semua terjadi atas kehendak Allah” bisa menyejukkan hati. Selain sebagai rasa menerima yang baik, juga rasa syukur karena Ia sudah memberi nikmat kelebihan pada kita 🙂

6 thoughts on “Terima Kasih, Bismillahi Masya Allah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *