Wednesday, 12 August 2015

Jodoh yang Tak Pernah Terduga

Whua, rasanya mau nangis lihat postingan di bulan Juli hanya satu biji hiks. Tapi ya gitulah, entah kenapa akhir-akhir ini saya nyaris kehabisan ide buat nulis. Nggak ada inspirasi yang bisa dituangin. Oke, mungkin sayanya saja yang lagi nggak peka! Untunglah banyak lomba-lomba blog bertebaran, dan untungnya saya lagi sreg ikutan. Jadi ada pancingan untuk nambah postingan-postingan di blog ini, haiya!

Selain karena nggak ada ide, bulan Juli kemarin bisa dibilang saya sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pernikahan saya. Yep, akhirnya si jomblo akut yang selalu galau dan posting soal jodoh ini akhirnya dipertemukan dengan sang pangerannya! Hehe Alhamdulillah. Terkejut? Sama, saya juga! Banyak yang bilang semua ini terlalu mendadak. Tidak usah orang lain, saya sendiri yang dilamar saja kaget tidak ketulungan. Bagaimana mungkin, sebelumnya saya dan suami sudah tidak bertemu selama tiga tahun. Serta tidak komunikasi selama dua setengah tahun. Tiba-tiba dihubungi langsung dilamar. Wew!

Sebenarnya saya pernah posting cerita dulu, yang mana cerita itu juga jadi tulisan pertama di blog ini. Tapi karena hubungan kami sempat surut, akhirnya saya hapus. Tapi karena sekarang sudah jadi suami yaudah saya munculin lagi hehe :v Bisa dibaca di sini tulisannya. 

Lho kok tahun 2012? Lantas apa saya dan suami dulu pacaran? Nah mungkin di sinilah letak teguran Allah pada saya. Saat itu saya memang baru berhijrah untuk lepas dari pacaran, dan suami datang bersama cerita itu. Awalnya saya pikir dia serius dan tidak akan berlama-lama meminang saya. Tapi sepertinya kesabaran saya masih harus diuji, ternyata dia belum mantap. Alhasil kami hanya berkomunikasi lewat SMS karena jarak kami memang jauh. Dia di Surabaya, saya di Bekasi. Seiring komunikasi itu, kami menemukan banyak ketidakcocokan yang akhirnya membuat kami menjauh.

Sejak itu saya patah hati dan semakin mantap untuk tidak menerima pria manapun sebelum berbicara tanggal secara serius dengan ayah saya. Mungkin saat itu Allah melihat saya belum serius berhijrah. Bisa jadi Allah melihat hubungan saya dan suami itu menjurus ke arah pacaran walaupun jarak jauh dan hanya komunikasi lewat SMS.

Barulah tanggal 04 Juli 2015 kemarin atau tepatnya 17 Ramadhan dia tiba-tiba menelepon saya dan menyatakan keseriusannya pada saya. Wow. Kaget bukan main. Ini orang ada apa tiba-tiba nelepon lalu bilang mau lamar. Serius nggak sih? Bayangkan saya terakhir komunikasi kira-kira awal 2013 dan tidak pernah bertemu lagi sejak tahun 2012, tiba-tiba langsung dilamar. Ada apa gitu, ada apa? *Oke ini lebay* Tapi rupanya kejadian 2012 itu sama sekali tidak bisa saya lupakan. Dengan kata lain saya masih berharap (punya rasa.red) pada suami. Ya makanya saya terima juga hehe uhuk.

Sebelum itu, saya memang diam-diam selalu mendo’akannya. Selalu istikhoroh setiap malam. Serta berusaha memperbaiki dan memantaskan diri untuknya. Dan itu berlangsung hingga awal 2015 kemarin. Tapi lama kelamaan saya berpikir mau sampai kapan saya berharap seperti itu. Belum lagi jika apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Bagaimana jika dia bukan jodoh saya? Bagaimana jika Allah justru memberi jodoh yang lain untuk dia? Dalam kegamangan itu, akhirnya saya putuskan. Oke. Saya akan berhenti untuk berharap. Saya tidak mau kelak saya sakit hati terlalu dalam. Pelan-pelan saya mencoba mengikhlaskan dan melepaskan rasa itu.
http://www.kabarmakkah.com/2016/02/yang-sulit-mencari-jodoh-renungkan-5.html
Finally, ya saat inilah rencana Allah. Sama sekali tidak pernah terpikir oleh saya akhirnya bisa menikah dengan seseorang yang lama saya kagumi. Maka benarlah jika jalan menjauhkan diri dari pacaran dan terus memperbaiki diri karena Allah, justru sensasi saat menikah lebih terasa manisnya. Mana tahu saya kalau ternyata Allah menyiapkan suami saya saat ini sebagai sang pangeran yang lama saya tunggu hehe. Ya itulah jodoh, sangat amat misteri :))


Dari sini saya bisa ambil hikmah, saat hati kita ikhlas setulus-tulusnya, justru rencana Allah jauh lebih indah. Kita sebagai manusia memang tidak ada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya. Kita tidak pernah tahu rencana apa yang sedang disiapkan oleh Allah.

So, untuk yang masih menanti jodoh, saya bisa bilang boleh saja menyimpan rasa pada seseorang. Tapi usahakan rasa itu tersimpan rapat dan tidak mengotori hati dengan berharap terlalu dalam. Selama kita memang belum siap, lebih baik fokuskan pada perbaikan diri dan mendekat pada Allah. Percaya deh, disitulah Allah memainkan peran-Nya. Bisa jadi karena ketulusanmu memperbaiki diri hanya untuk Allah, justru Allah menyiapkan si dia buat kamu :))


Psst postingan selanjutnya saya akan ceritakan bagaimana prosesi pernikahan hanya disiapkan dalam jangka waktu kurang dari tiga minggu! Stay tune ya hehe.

40 comments:

  1. owalaaah jadi itu mantan ade yg dulu toh
    wah subhanallah ya hihi akhirnya datang setelah dia mantap
    hehe lucu lucu kisahnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa ya, ga mau dibilang mantan juga sih haha krn sbnrnya ga pernah ada kata pacaran. Cuma baru menjurus aja sih :D

      Delete
  2. Jodoh tak ke mana ya Mbak, Ade :)

    Allah selalu punya skenario indah yang tak terdugaa

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah... ikut senaaang. Hah serius cuma 3 minggu? Aku yg 3 bln aja puyeng hehehe

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah baca ini jadi mrembes mili, de. Allah maha baik ya. Ngasih di saat benar2 siap. Itu persiapannya cepet jg ya. Hanya 3 minggu. :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ade bener-bener nggak nyangka :') Hehe iya super kilat :D

      Delete
  5. alhamdulillah.....ada rencana yang lebih indah ya mbk^^

    ReplyDelete
  6. keren, terharuuu.. kisah cintanya bagus bangeeettt.. happy ending. cinta itu fitrah, dan menjaganya adalah amanah.. semoga bisa happy ending juga.. ade, ditunggu episode "Dede Mungil Sang Buah Hati". Semoga kamu cepat diberi amanah oleh Allah.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin. Hehe nnt jadi blog cerita" rumah tangga dong say BTW, Aamiiin. Makasih do'anya Wardah :)

      Delete
  7. subhanallah... Allahuakbar... sungguh kisah yg benar2 diskenariokan Allah lah yg paling indah. jauh lebih so sweeet ketimbang darama korea. selamat ya buat mbak ade. semoga dilanggengkan sampai akhirat nanti ;)

    ReplyDelete
  8. Wah ceritanya bagus mbak, memang jodoh itu udah di siapkan oleh tuhan, tinggal kitanya yang ikhtiar dan selalu berdoa

    ReplyDelete
  9. Kalau jodoh pasti bertemu kembali ya, Mbak dalam keadaan sama2 siap :D

    ReplyDelete
  10. Subhaballah, yang namanya jodoh ya mba. Dan benar hati ini hanyalah milikNya. Smoga langgeng hingga ke jannahNya, aamiin ya Rabb.

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum,

    Cerita nya hampir sama seperti saya tidak pacaran namun sudah menjurus mbak, namun Allah mentakdirkan lain dan kami sekarang sedang dipisahkan. Minta tips dari mbak bagaimana cara nya mengikhlaskan dan redha atas keputusan dari Allah dan juga sabar di dalam penantian?

    Wassalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam. Smoga tulisan ini bermanfaat ya.

      Seperti yang saya katakan di tulisan atas Mbak, lebih baik fokuskan pada perbaikan diri dan mendekat pada Allah. Insya Allah, jika kita fokus untuk menjalani kehidupan kita (membangun passion atau mengejar cita-cita kita misalnya), tidak akan ada waktu untuk memikirkan si dia. Selain itu minta kekuatan pada Allah agar selalu diberi petunjuk dan kekuatan untuk istiqomah dalam kebaikan :)

      Semoga Allah kuatkan ya Mbak :)

      Delete
    2. Terima kasih atas saran yang diberikan mbak. Inshaa Allah akan saya terapkan ke kehidupan saya.


      Wassalam

      Delete
  12. Subhanalloh,,kisahnya sangat menginsprirasi, persis seperti yg teman saya alami,,,begitu mudahnya Allah membolak balikkan hati,memudahkan dan menyulitkan urusan,,,syukron katsiron mba.

    ReplyDelete
  13. Subhanalloh,,kisah yang penuh hikmah,,,Allah maha pembolak balik hati, memudahkan dan menyulitkan urusan,,syukron katsiron mba

    ReplyDelete
  14. Saya baca ini di cafetaria, jadi celingak-celinguk karena tanpa sadar jadi mau nangis. Terima kasih udah berbagi, setengah jalan cerita yg sama (dg saya), semoga ending-nya pun sama, jika memang alur-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh. Yang kuat ya Mbak :)
      Smoga Mbak slalu diberi kekuatan oleh Allah untuk bersabar :)
      Aamiin, jika Allah memang berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin Mbak :)

      Delete
  15. dan sekarang sudah berbuntut satu. :-)

    barokallahu fiikum

    ReplyDelete
  16. Hmmm aku juga sedang menanti Jodoh cuma aga sedikit kerumitan di dalam hati saya. Saya berpacaran 4 tahun dengan laki-laki yang saya cintai. Tetapi Alloh selalu hadir di hati ini sehingga rasa seakan dibolak balikan. saya mencintainya tetapi sepertinya saya salah mengapresiasi cinta itu. Jadi saya putuskan untuk berpisah.. jujur saya ingin masuk kedalam rencana Tuhan. Tapi selang 6 bulan datang laki-laki yang dimana dia serius mengajak menikah tetapi ternyata hati ini masih meragu dikarenakan masih tersimpan rasa dengan sang mantan. Dan meskipun begitu pasti ada komunikasi yang kami lakukan. Apa ada masukan untuk sebaik baiknya sikap yang saya lakukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa sang mantan sekarang masih sendiri? Apakah dia juga masih mencintai Mbak? Kalau jawabannya iya, coba suruh dia untuk menemui orang tua Mbak untuk melamar. Kalau tidak berani, ya tandanya dia memang bukan orang baik krn hanya berani untuk berpacaran :) Kalau memang laki-laki yang serius mengajak menikah itu agamanya sudah baik, saya rasa tidak ada salahnya dipertimbangkan :) Semoga Allah beri petunjuk ya Mbak :)

      Delete
  17. Ya Allah, so swee ni kisahnya.. salut... kagum ama perjuangannya..
    banyk pelajarn, klo fokus ke Allah, Dia malah ngasik lebih

    ReplyDelete
  18. Huhu, terharu, Mbak Ade apalagi ceritanta happy ending begitu ><


    Doakan, Mbak; there will be a prince to complete my love story..


    Sekarang mah kuliah dulu yak \^0^/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi ayo fokus dulu Mbak. Insya Allah kalo udah waktunya, Allah yang bicara :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...