Thursday, 10 December 2015

Membawa Bayi Dalam Perjalanan Udara

Alhamdulillah, Selasa kemarin saya USG dan ternyata usia kandungan sudah masuk 5 bulan 4 hari dengan hari ini. Diperkirakan jenis kelaminnya laki-laki. Alhamdulillah sesuai yang diharapkan hehe. Ya semoga tidak berubah :). Dan lagi besok saya harus kembali ke Bekasi untuk wisuda tanggal 15 Desember nanti. Fiewh, capek memang. Harus beberapa kali bolak-balik Surabaya-Bekasi. Tapi karena berhubung saat menikah saya memang masih harus menyelesaikan tugas akhir kuliah, ya sudah dibawa enjoy saja.

Untunglah ini masih dalam masa kandungan. Kalau nanti anak saya sudah lahir, tak terbayang repotnya. Tapi jika sewaktu-waktu saya berada dalam keadaan mendesak harus keluar kota atau bahkan ke luar negeri ikut suami misalnya dan mengharuskan saya membawa bayi mungil dalam perjalanan udara menaiki pesawat, bisa-bisa saya khawatir dengan kondisi bayi yang masih rentan, terlebih jika si bayi masih 6 bulan kebawah. Banyak persiapan tentunya yang harus dipikirkan sebelum keberangkatan. Tapi jika saya terlalu khawatir ataupun panik malah akan membuat perjalanan saya begitu melelahkan nantinya. Fiewh.

credit: Traveloka
Langkah awal, pasti saya harus betul-betul menentukan maskapai penerbangan mana yang akan saya gunakan. Jika perjalanan jarak pendek, saya bisa saja menggunakan maskapai low cost tanpa servis apapun. Namun, jika perjalanan butuh waktu berjam-jam untuk ditempuh, sepertinya saya harus menggunakan jasa penerbangan yang memberikan servis sempurna dan memuaskan. Tidak lucu kan jika saya sedang membutuhkan air panas atau alat makan, tetapi maskapai tersebut tidak menyediakannya.

Singapore Airlines sepertinya bisa jadi pilihan tepat. Maskapai satu ini merupakan maskapai udara yang memiliki banyak rute internasional dengan keamanan dan kenyamanan serta servis yang memuaskan. Persiapan pertama, tentunya saya perlu menyiapkan perlengkapan bayi yang begitu banyak. Saya tidak perlu terkejut jika ternyata bisa mendapatkannya di penerbangan Singapore Airlines. Saya bisa mendapatkan perlengkapan bayi, seperti makanan instan bayi, tisu basah, toilet khusus untuk mengganti popok, bahkan tempat tidur khusus untuk bayi.

Untuk cara memesan tiket Singapore Airlines dapat menggunakan aplikasi atau website Traveloka, bayi dengan umur dibawah 2 tahun tidak perlu membeli tiket untuk kursi. Saya hanya tinggal membuat permintaan (request) saat reservasi bahwa saya membutuhkan tempat tidur bayi atau baby bassinet. Saat waktu bepergian tiba, tinggal meyakinkan diri bahwa perjalanan ini akan menjadi menyenangkan.

Tiba saatnya hari penerbangan saya bersama si kecil tercinta. Saat akan lepas landas, saya bisa memakaikan penutup telinga bayi. Saya bisa mendapatkannya dengan meminta dari pramugari. Dia akan memberikan kapas yang sudah dibasahi dengan air. Bayi akan mendapatkan tambahan sabuk untuk keamanannya. Sabuk itu bisa dilepaskan saat sudah lepas landas, tetapi jangan sampai lupa untuk menggunakannya kembali saat akan mendarat. Selama lepas landas, agar bayi saya lebih tenang, baiknya bayi saya disusui atau diberi empeng. Hal itu karena pada saat tersebut pasti akan ada perubahan tekanan udara. Walaupun sudah diberi penutup telinga, tetapi itu akan lebih baik untuk mencegah bayi saya menangis jejeritan karena telinganya sakit nantinya.

Saat diudara, Singapore Airlines akan memberikan servis makanan. Tentu saja saya harus memanfaatkan segala servis yang ada untuk saya dan bayi saya. Saya bisa meminta makanan bayi yang memang sudah disediakan dari pihak maskapai. Tapi jika bayi saya sudah punya menu favorit yang sudah disiapkan dari rumah, saya cukup meminta pramugari untuk menghangatkannya.

Setelah waktu makan selesai, saya bisa memanggil pramugari dengan menggunakan tombol yang ada di kursi atau di atas tempat duduk untuk menyiapkan baby bassinet. Menidurkan bayi saya dan saya pun bisa beristirahat juga hehe. Sepertinya dengan semua servis ini saya tidak perlu mengkhawatirkan apapun, karena bayi saya dijamin aman dan tidak akan terjatuh. Belum lagi jika selama penerbangan bayi saya rewel dan mungkin saya dalam keadaan sangat lelah, saya bisa meminta bantuan pramugari untuk menggendongnya sejenak. Tentu saja itu bisa dilakukan jika para pramugari sudah selesai dengan segala pekerjaannya. Mungkin bayi saya akan terhibur dengan wajah baru yang ditemuinya :))

Saat mendarat tiba, saya bisa pakaikan sabuk pengaman bayi. Menyusui bayi atau memberi empeng sama seperti saat lepas landas. Saat pesawat mencium landasan, saya pegang erat bayi saya. Supaya dia tidak akan terkejut dengan goncangan yang kadang-kadang bisa sangat kuat. Dengan semua servis ini tentu saja perjalanan akan menyenangkan berpergian dengan si bayi mungil. Ah ya, tentu juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih pada para pramugari yang sudah sangat ramah membantu saya selama perjalanan :)

Bagi yang akan melakukan perjalanan udara namun tetap ingin membawa si kecil, tak ada salahnya mencoba maskapai satu ini. Sebab, Singapore Airlines akan memberikan servis agar perjalanan kita lancar, tidak melelahkan dan tentunya menyenangkan :)

20 comments:

  1. saya pernah bawa bayi 3,5 bulan naik pesawat Mak. sdikit rewel bentar pas menunggu pesawat dpt giliran terbang. selebihnya Alhamdulillah dia bobo nyenyak :)

    ReplyDelete
  2. belum pernah bawa anakku naek pesawat mak..
    hehee.. kayaknya deg2an seru yah

    ReplyDelete
  3. semoga kehamilannya lancar ya, mba Ade. selamat wisuda juga. <3

    ReplyDelete
  4. wah belum pernah bawa bayi naik pesawat pastinya agak takut ya

    ReplyDelete
  5. semoga kehamilannya lancar yah, sehat terus :)

    ReplyDelete
  6. Saya malah belum pernah naik pesawat. Apalagi bayinya :D

    ReplyDelete
  7. Pasti berjuta rasanya. Naik sendiri aja deg2an apalagi bareng sama dede...

    ReplyDelete
  8. belum punya bayi..dicatet deh mbak..hehe

    ReplyDelete
  9. Kalo bumil naek pesawat boleh nggak ya mba? Ato ada usia yangkehamilan tertentu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter kandungannya Mbak, karena kondisi kehamilan setiap orang berbeda. Apalagi pesawat terkadang menimbulkan goncangan yang rentan bagi ibu hamil. Kemarin saya sempat nggak dibolehin sama dokter, akhirnya milih naik kereta deh :)

      Delete
  10. Semoga sehat terus ibu dan debay-nya ya mbak :)

    ReplyDelete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...