Sore-sore di mendung kemarin, tiba-tiba saya jadi teringat Lathcom. Bagaimana ya kabar mereka semua? Sudah lama sekali saya tidak bertemu. Malah, kalau tidak salah ingat, terakhir kumpul dengan mereka itu pas acara anniversary kami yang ke 5 tahun, Februari 2015 lalu. Tapi masih sempat ketemu beberapa anggota Lathcom sih saat salah satu sahabat kami menikah dan acara syukuran pernikahan saya. Ah, semoga mereka selalu baik-baik saja.
Oh ya, pembaca belum tahu Lathcom ya. Sebenarnya sudah sering saya tulis tentang Lathcom di blog ini. Jadi Lathcom itu nama geng saya bersama 10 orang sahabat saat SMK yang terdiri dari saya, Riri, Mila, Ferli, Maya, Handayani, Maimanah, Gina, Sarah, Mery dan Ririn. Lathcom sendiri memiliki kepanjangan Latah Community. Kenapa? Karena konon kami ber-11 dulu memang latahan. Bukan latah ngomong lho ya, tapi semisal satu beli apa, yang lain pasti ikutan beli. Jadi bisa dibilang kami nyaris selalu punya barang yang sama :v Dan karena latahan itu akhirnya salah satu teman saya, Sarah, nyeletuk, “dasar latah semua :D” Maka jadilah kita buat nama Latah Community yang kalo disingkat jadi Lathcom, tsah keren ya :v 
paling depan mulai dari kiri: Sarah, Ferli
depan, mulai dari kiri: Handayani, Riri, Mery, saya
belakang, mulai dari kiri: Maimanah, Ririn, Mila, Maya, Gina
FYI, Lathcom sendiri bisa dibilang terbentuk pada tahun 2010 saat kami kelas 2 SMK. Kalau tanggal pastinya sebenarnya tidak pernah ada. Tapi saat Februari 2012 kakak saya menikah dan waktu itu sangat amat beruntung karena anggota Lathcom bisa kumpul semua setelah kami lulus, maka jadilah saya yang inisiatif mengajukan kalau anniversary Lathcom dibuat setiap bulan Februari saja. Dengan kata lain tidak ada tanggal, tapi setiap bulan Februari diusahakan untuk meluangkan waktu berkumpul sekalipun kami sudah lulus. Ya sekaligus semacam perayaan anniversary juga.

Alhamdulillah sampai 2015 kemarin kami masih bisa berkumpul. Meskipun, mulai tahun 2014 dan 2015 frekuensinya sudah menurun karena beberapa sahabat kami punya kesibukan lain 🙁 
lihat perbedaannya -_-
Sedih sih, karena semakin kesini anggota yang berkumpul jadi semakin sedikit. Padahal saat SMK dulu bisa dibilang kami selalu kemana-mana bareng. Sampai kami punya semacam tempat tongkrongan minum pop ice setiap usai ulangan semester. Sering juga berkumpul di rumah salah satu anggota, nonton bioskop atau bahkan jalan-jalan naik kereta. Ya dua tahun sering bersama itu makanya kami bisa dibilang geng yang solid. Sampai-sampai nama Lathcom terkenal satu sekolah 😀


Baca: Kejutan Pertama itu Jadi Kado Terindah
Alhamdulillahnya, sampai saat ini untuk urusan komunikasi kami masih berjalan baik. Jarang sekali ada perselisihan. Hanya ya itu tadi kami sudah jarang berkumpul lengkap ber-11 sekarang. Tidak bisa dipaksa juga sih, karena setelah lulus masing-masing memang punya kesibukan yang berbeda. Kalau sebelum menikah mungkin saya bisa menjadi ‘ketua’ untuk berkumpul, sekarang dan karena sudah pindah ke Surabaya, otomatis saya tidak bisa lagi menjadi peng-usul kumpul seperti dulu hiks 🙁 Tapi saya selalu berharap, ada atau tidaknya saya, mereka tetap bisa berkumpul. Walaupun tidak lengkap, tapi pertemuan secara langsung diusahakan harus ada. Sekaligus untuk menjaga silaturahmi dengan baik. Benar deh, beda rasanya antara bisa bertemu langsung dengan hanya komunikasi via chat dunia maya. 

Sekarang, saya hanya bisa melihat foto-foto mereka dari jauh. Yang menunjukkan bahwa mereka selalu baik-baik saja. Sebenarnya ada rasa iri menyusup juga kalau melihat mereka pasang foto dengan teman-teman barunya. Ya, tapi memang sudah siklus hidup ya. Semoga saja mereka tidak pernah lupa dengan saya dan sahabat-sahabat Lathcom yang lain. :’)

Jadi untuk Lathcom, kita harus tetap solid ya 🙂 Tahun ini kita sudah 6 tahun lho 🙂 Meskipun aku tidak ada di Bekasi, tapi aku selalu menunggu foto-foto cantik kalian yang sedang berkumpul. Hei Lathcom, I miss you all! :* :* :*

Semoga saja persahabatan saya dengan Lathcom abadi hingga kekal di jannah-Nya :’)

Tulisan ini diikut sertakan dalam Giveaway Nostalgia Putih Abu-abu arinamabruroh.com

13 thoughts on “Hei Lathcom, I Miss You All!”

  1. Seru, ya, rame-rame gitu.
    Aku berdelapan aja, yang masih sering keep in touch dan paling gampang diajak ketemu cuma 3. Sisanya lebih kayak hubungan personal aja. Padahal belum setahun pisahnya. #malahcurcol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *