Sandal Wanita sebagai Bukti Konkrit Eksistensi Perempuan di Ranah Sosial

Daripada sepatu, saya lebih suka pakai sandal kemana-mana. Alasannya ringan dan tidak merepotkan. Apalagi kalau tahan air. Secara saya suka malas banget kalau sandal yang kena air dikit saja langsung rusak 😞

Sandal memang jadi alas kaki favorit sepanjang masa. Termasuk untuk wanita. Semakin hari, model, bahan dan warnanya semakin beragam saja.

Asal muasal sandal di dalam catatan sejarah dunia

sumber: qlapa.com

Sejarah sandal wanita ini diciptakan sebagai pelindung telapak kaki dari ganasnya alam. Modelnya dibuat sederhana dan ringan dari bahan kulit, tali, jerami, logam, serat tanaman dan sebagainya.

Suku kuno pria wanita di Amerika diketahui sudah menggunakan sandal sejak 8.000-1.000 tahun lalu. Sedangkan pengrajin sandal dari  bangsa Sumeria sudah menggunakan kulit binatang sejak 6000SM. Para arkeolog juga mengidentifikasi lewat hieroglif kuno Mesir bahwa para bangsawan di masa lampau sudah biasa menggunakan alas kaki. Begitu juga dengan kebudayaan kuno lain yang umumnya sudah mengenal benda ini dalam keseharian mereka.

Kebanyakan masyarakat zaman dahulu lebih sering menggunakan kulit binatang atau serat tanaman sebagai bahan baku. Setelah Perang Dunia II, sandal bahan plastik dan karet mulai diperkenalkan. Ketertarikan masyarakat terhadap sandal pun meningkat pesat sehingga bermunculan perusahaan-perusahaan alas kaki.

Brand sandal Indonesia yang pernah booming di tahun 1970

Di Indonesia sendiri ada sebuah merek yang sempat ngetrend sekitar tahun 1970-an yaitu sandal Lily. Pada masanya, produk ini sempat menjadi dambaan masyarakat saat itu karena kualitasnya. Hampir semua orang memakai produk ini. Tidak heran deh kalau perusahaan ini bisa memproduksi puluhan juta pasang setiap bulannya.

Sayangnya pamor merek ini semakin hari semakin menurun hingga hilang di pasaran. Penyebab utamanya karena mereka tidak melakukan inovasi. Modelnya dinilai tradisional, ketinggalan zaman sehingga kalah saing dengan merek-merek baru yang mulai bermunculan.

Sandal wanita jadi rebutan pasar lokal dan Internasional

sumber: qlapa.com

Sandal wanita hasil kerajinan Indonesia memang sudah lama jadi incaran brand luar. Banyak pengrajin lokal yang menjadi supplier untuk brand internasional. Produk hasil para pengrajin dalam negeri dinilai punya kualitas bagus dan harga bersaing. Salah satu produsen yang memasok produknya untuk brand luar adalah Pungky Lilianawati.

Setelah 15 tahun menjalani usahanya, akhirnya Pungky memutuskan untuk merambah pasar lokal di bawah brand milik dia sendiri. Hal ini memang sudah menjadi cita-citanya sejak lama karena selama ini hanya memproduksi untuk brand luar. Akhirnya dia mendirikan brand “Kluiklui Collection” yang menghasilkan beragam produk berbahan kulit seperti tas, dompet, aksesoris hingga sandal wanita.

Dalam proses produksi, Pungky memprioritaskan kualitas produk. Itu sebabnya brand miliknya membidik pasar menengah ke atas, yaitu khusus orang-orang yang mengedepankan kualitas produk. Dari mulai pemilihan bahan hingga tahapan produksi pasti dijaga kualitasnya. Kualitas jadi pertimbangan utama karena dia terbiasa mengerjakan produk ekspor.

Penyebab Punky ingin mencoba masuk ke pasar lokal karena saat ini penjualan hasil kerajinan sedang berkembang pesat. Masyarakat sudah mulai menyadari berbagai keuntungan memilih produk original lokal daripada tiruan. Sekalipun begitu, dia menyadari ada banyak tantangan yang dihadapi yaitu persaingan pasar dan kemungkinan muncul barang tiruan. Namun, dia tetap optimis dan berkomitmen untuk terus melakukan inovasi.

Toko offline produk Kluiklui bisa ditemukan di Legian Kaja 456 Kuta Bali dan di Living World Mall, Alam Sutera. Bagi kamu yang ingin membeli secara online, produknya bisa ditemukan di Qlapa.com. Kluiklui sempat dinobatkan sebagai Seller of The Month. Bagi Pungky, marketplace ini adalah wadah yang bagus untuk para pengrajin lokal berkembang dan dia merasa bangga bisa bergabung di sini.

Era modern: sandal wanita dengan beragam warna dan bentuk bermunculan

sumber: qlapa.com

Jadi, sudah suatu keharusan kalau inovasi produk bagi produsen sandal wanita di era modern selalu berkembang. Jika tidak, siap-siap tergilas produk-produk baru kemudian terlupakan. Bagi kamu yang ingin tampil kekinian, beberapa sandal wanita di qlapa.com memiliki model terbaru kekinian seperti:

  • Sandal Aramanth. Model flip flop casual membuat produk ini cocok dipakai untuk acara santai. Ada 22 pilihan warna yang bisa dipilih secara custom. Produk dari 2win Shoes ini dibuat secara handmade dengan jaminan kualitas dan kenyamanan. Bahan yang dipakai untuk bagian atas adalah bahan sintetis, bagian bawah memakai sol puyuh dan alas spon. Produk ini bisa didapatkan dengan harga 149rb saja.
  • Richelle Sandal Phebe. Model simpel tapi tetap elegan dengan warna mengkilap. Aksesoris piramid di bagian atas membuat produk ini semakin cantik. Bahan yang dipakai adalah kulit sintetis dengan tiga pilihan warna menarik yaitu beige, black dan blue. Untuk mendapatkan produk berkualitas ini, pembeli cukup mengeluarkan uang Rp.179.900.
Selain untuk acara santai, sandal juga bisa kamu jadikan untuk menghadiri pesta. Nah, inilah beberapa rekomendasi sandal wanita untuk pesta:
  • Slip On Brukat. Produk ini berbahan brukat dikombinasikan dengan suede, lining dan sole karet. Sudah pasti bikin penampilan elegan saat menghadiri pesta.
  • Wedges kulit dari Kluiklui. Produk ini berbahan kulit sapi asli warna tan yang dianyam, sehingga terlihat bernuansa etnik dan orisinil.
  • Naney Heels. Heels cantik ini berbahan satin dengan sole non slip. Dilengkapi variasi pita dan diamond yang bikin glamor.

Semoga informasi ini bermanfaat ya 😊

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

2 comments to “Sandal Wanita sebagai Bukti Konkrit Eksistensi Perempuan di Ranah Sosial”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Anisa AE - Februari 27, 2018 Balas

    Sandalnya simpel dan bagus, sekarang model sandal udah macam-macam ya.

  2. Angela Vembri - Februari 27, 2018 Balas

    Saya suka pakai sandal yang bahannya suede, dipakainya ringan. Hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published.