Keputusan baru, belum tentu membuka pikiran baru. Tapi bagi yang lain, mereka lebih memilih berpikir positif. Atau seperti kau yang tampak tak acuh. Kau lebih memilih diam seraya bermain dengan pikiranmu sendiri. Liar dengan segala pikiran yang menurutmu lebih penting daripada ini.
“Buat apa aku ikut-ikutan. Toh dengan aku mengeluh tak mengubah apapun.”
Kali ini kau benar. Banyak hal dalam hidup ini takkan selesai hanya dengan mengeluh. Keluhan justru akan memberatkan hidupmu sendiri. Tuhan juga tak suka dengan makhluk yang tidak optimis. Bukankah kita sudah diingatkan, Aku takkan mengubah nasib suatu kaum, jika ia tak mengubahnya. 

Mungkin kita hanya perlu keluar untuk sekedar menatap udara segar. Memandang tanaman-tanaman hijau di depan rumah. Sejenak melupakan sulitnya kehidupan. Melupakan sesaknya beban hati. Karena diam di rumah seringkali membuat kekotoran hati berceceran kemana-mana.
Positif atau negatif itu pilihan. Tinggal keputusan ada di tanganmu. Menatap yang negatif untuk kemudian diambil hikmahnya, atau yang harusnya positif jadi tak berarti karena hati telah tertutup hal negatif? Asal jangan sampai, kekotoran hatimu mengganggu ketenangan orang lain. Jika sesak dirasa, ada baiknya serahkan saja pada Tuhan. Toh tak ada yang lebih setia daripada Tuhan Yang Maha Mendengar.
credit

6 thoughts on “Keputusan Ada di Tanganmu”

  1. subhanallah,.. setuju sekali dengan tulisan mbak.aku suka dengan kata-kata mbak, "toh dengan mengeluh maka tak akan mengubah apa pun". setuju sekali, kalimat ini terasa nendang banget buat saya yang sudah seharusnya rehat. bertapa banyak waktu yang terkuras dengan mengeluh. subhanallah amazing.. terimakasih banyak mbak udah memosting tulisan ini….

  2. Saya masih sering mengeluh mbak..tapi,semakin dikeluhkan..kok saya semakin sediiih dan terbayang2 dgn masalah itu, malah menjadi beban..:( Kalau sdh begitu dialihkn dgn nonton Tv dan dengerin radio, deh, hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *