Kapan hari iseng-iseng nyari blog yang jadi favorit saya dulu. Waktu masih kerja, hampir setiap hari saya main ke blognya. Desainnya menarik. Tulisannya pun terasa personal banget. Sayang, semakin ke sini beliau jarang nulis. Platformnya pun masih setia dengan blogspot. 
Tapi sekarang saya bukan mau ngomongin khusus tentang beliau. Saya cuma lagi rindu ngeblog kayak dulu. Iya, saya bersyukur bahwa ngeblog sekarang sudah semakin maju dan bisa dijadikan profesi. Saya juga bersyukur bisa sampai sejauh ini ngeblog. Yang Alhamdulillah masih konsisten walau kadang terseok-seok. Tapi boleh dong, kalau ada kalanya saya kangen ngeblog kayak dulu. Yang kayak gimana tuh?

Berkunjung ya berkunjung aja

Saya suka baca blog orang dari dulu. Apalagi kalau tulisannya personal sekali. Cerita tentang kehidupan selalu menarik bagi saya. Bahkan waktu masih lagi norak-noraknya ngeblog, setiap orang yang baru saya kenal di media sosial, langsung saya tanyain, “Kamu punya blog nggak?” Haha. 
Saya nggak peduli orang yang sering saya kunjungin blognya harus ngunjungin balik blog saya. Toh saya memang tidak merasa sedang memberi hutang. Saya berkunjung memang karena senang berkunjung. Bukan karena sedang dipaksa. Perkara dia tidak pernah main ke blog saya, ya terserah dia.

Komentar ya komentar aja

Sama halnya dengan berkunjung. Kalau saya mau komentar ya komentar aja. Karena saya merasa pantas berkomentar. Karena saya ingin berkomentar. Kalau ternyata si pemilik blog yang saya komentari nggak pernah komentar di blog saya, ya udah mau apa?
Dua hal itu sebetulnya masih saya terapkan hingga sekarang. Saya nggak mau maksa orang untuk berkunjung ke blog saya atau berkomentar di blog saya. Saya berbagi tulisan saya di media sosial, iya. Tapi perkara dikunjungi atau tidak. Apalagi dikomentari atau tidak, itu sudah bukan ranah saya. Itu sudah haknya orang.
Kebiasaan ngeblog dulu yang selebihnya, sudah saya tulis di postingan 7 Kebiasaan Ngeblog Saya Dulu.
via Pixabay

Soal perhitungan blogwalking, komentar, dan follow

Tapi sepertinya zamannya memang sudah berbeda sekarang. Saat banyak orang semakin melek untuk monetisasi blog, soal kunjung mengunjungi atau blogwalking istilahnya. Komentar mengomentari, bahkan follow memfollow media sosial seolah sudah jadi kewajiban yang harus dilaksanakan.
Sebetulnya agak disayangkan juga sih. Karena jatuhnya kita justru bukan lagi fokus pada konten. Tapi pada keterikatan (engagement). Padahal sampai saat ini konten masih jadi raja. Belum ada yang mengalahkan. Jadi kalau konten kita memang bagus, tanpa perlu kita paksa, orang akan datang dengan sendirinya kok. Tapi kalau konten kita seadanya, wajar kalau pengunjung blog kita sepi 🙂
Kita nggak perlu perhitungan soal blogwalking, komentar, follow memfollow. Biarlah itu mengalir apa adanya. Sharing ya sharing. Orang komentar cukup dibalas atau ucapkan terima kasih. Tanpa perlu kita perhitungkan kenapa dia yang blognya sering kita kunjungi, tidak pernah mengunjungi blog kita balik. Kapan dia tidak berkomentar di blog kita, sementara kita selalu berkomentar di blognya. Atau kenapa dia tidak mengikuti kita balik di saat kita sukarela mengikuti media sosialnya.

Jadilah yang dipercaya dan bertanggung jawab

KECUALI. Kecuali dengan jelas dikatakan bahwa ada pendaftaran untuk saling berkunjung, komentar, dan follow. Maka jadilah blogger yang bisa dipercaya. Ketika kita sudah mengisi daftar itu, maka sudah seharusnya kita paham apa yang harus kita laksanakan. Maka sempat tidak sempat, mau tidak mau, cocok tidak cocok, ya HARUS kita jalani. Sudah tidak ada lagi alasan kita untuk mangkir. Kecuali kalau mau dicap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab.
Soal ini, mungkin ada yang tidak memperhatikan detail siapa saja orang yang sudah berkunjung, komentar, dan follow di dalam list. Tapi kita punya nurani yang menuntut kita untuk bertanggung jawab. Jadi bertanggung jawablah dengan pilihan kita.
Hidup itu sejatinya sederhana. Termasuk urusan blog dan media sosial tentunya. Jadi kita tidak perlu lagi memperhitungkan, apalagi memaksa orang untuk mengikuti apa mau kita. Selama kita bisa menyajikan yang terbaik, orang pasti akan datang dengan sendirinya. Karena sama seperti buku, blog dan media sosial kita juga akan menemukan pembacanya masing-masing 😉

32 thoughts on “Ketika Urusan Blogwalking, Komentar, dan Follow Mulai Diperhitungkan”

  1. aku juga paling suka berkunjung ke blog yg tulisannya personal. selalu menarik buatku. dan seringnya aku malah gak ninggalin komentar. hehe.

  2. saya sih ga ambil pusing, hehe kalau saya bw dan orang yang saya bw in mau bw balik alhamdulillah kalau enggak yo wess gapapa heheh, yang penting masih semangat nulis dan bw

  3. Jadi terinspirasi nulis hal yg serupa juga
    Ngeblog pertama kali thn 2009
    Zaman masih luguu
    Hasil dr situ adlh punya sahabat yg sampai sekarang masih temenan sahabatan
    Memang mb kalau segala sesuatu trlalu dikomersialkan efekny akan beda
    Kurang berasa sentuhan jiwany
    Tapi tetep kok kita bisa ngerasain mana yang nulis cuma berorientasi duit mana yg enggak hehe

  4. Aku biasanya klo ada yang ngomen ku BW balik, karena emang hobi BW sih. Tapi sekarang kayanya jarang nemu blog yang tulisannya personal. Kebanyakan artikel iklan ato placement, kalo yg gini biasanya malas sih ngomenin. Hehe 🙂

  5. Dulu awal ngeblog jg sy gitu mbak, seneng bw biar di bw balik, tapi lama2 capek juga ya, ngapain ngeblog klo cuma mau ngejar engagement. skrg sy sering bw karna mau belajar, nambah kosa kata dan emang dasarnya sy suka baca, perkara di bw balik atau nggak itu nggak masalah hehehe

  6. wah saya baru tahu mba ada daftar/list untuk saling berkunjung. Kalau saya sih tentu berharap blog yang saya kunjungi mendapat kunjungan balik tapi bukan suatu keharusan juga Jadi kalau nggak dikunjungi pun saya tetap berkunjung kalau saya suka sama blognya. Saya juga doyan blogwalking untuk nambah-nambah wawasan.

  7. aaahhh, pas lagi bosan cari tulisan yang personal di antara tulisan lomba, SS dll, ketemu yang seirama dengan hati saya hahaha.

    Sayapun mulai lelah dengan ngotot naikan ini itu, sampai lupa tujuan awal ngeblog.
    Emang sih, bisa mendatangkan duit dari blog buat emak IRT kayak saya itu menggiurkan, tapi lama-lama jadi kehilangan passion aja rasanya.
    Padahal hobi saya membaca dan menulis, tapi saya lupa hobi lain saya adalah gak suka disetir.

    Emang sebaiknya menulis ya menulis aja, komentar juga komentar aja.
    Kalau ini adalah sebagai jobdesk dari blogger ya lakukan saja, masalah dikunjungi balik itu urusan yang Maha Kuasa 😀

  8. Setujuuu mba! Sampe skr, aku ga mau perhitungan siapa aja yg blognya udh aku bw, tp ga prnh bw balik, ato yg aku follow, tp ga folback. Ga peduli soal itu. Aku baca blog seseorang,ato follow medsosnya, itu krn aku suka isinya. Begitu juga sebaliknya, kalo orang mw bw balik ato follow balik blogku, ya monggo. Engga juga gpp. Selera ga bisa dipaksakan 🙂 . Kenapa aku blm peduli soal begini, ya krn Aku menulis blog, krn aku suka menulis. Ga kepengin memonetisasi blog ini, stidaknya sampe skr aku blm mau. Apa yg aku dpt di kantor, udh lebih :D. Ga usahlah sampe blog kujadiin tempat cari duit. Ntr yg ada, aku menulisnya malah terpaksa 😀

    1. Aah kusalut pada dirimu Mbak. Di tengah hingar bingar monetisasi, dirimu malah belum tertarik :))

      Aku juga woles aja orangnya. Mau komen balik ya monggo. Ga komen gapapa. Begitupun soal follow dan bw 😀

  9. Yes mb..saya pun demikian, komen kalau artikelnya mmg cucok di hati, persoalan kunjung balik, terserah aja, kalau udah share tpi ga ada yg komen ya ga papa mgkn tulisan saya blm oke dan klik di hati para pembaca.no problemo lah..haha

  10. Aku sih gak pernah maksa orang untuk komentar/bw balik. Tapi usaha untuk dibaca orang yang iya.

    Tapiloh sejatinya yang komen biasanya emang blogger. Kalau pembaca yang beneran mah cuma butuh isinya. Belum tentu berminat komen. Dan pembaca yang beneran itu kadang ga punya akun apa-apa utk komen. Karena ya emang murni pengen cari informasi. Apalagi yg masuk dari google. Itu lebih bagus.

    1. Hahaha iya juga sih ya yang komen di kita sekarang banyakkan blogger2 juga 😀 Kalo pembaca yang bener2 butuh biasanya email atau lewat medsos Mbak kalo saya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *