Di postingan Serba-serbi Menjadi Pendatang di Jawa Timur saya bercerita kalau saya sudah mengunjungi berbagai tempat yang seru di sini. Memang, pada dasarnya saya ini suka banget jalan *uhuk. Jadi walaupun waktu lagi hamil dan mabuk-mabuknya, saya justru semangat aja kalo diajak jalan :v 
Di situ saya juga mengaku bahwa saya sangat menyukai pantai atau laut. Nah terinspirasi dari Mak Prita yang bercerita tentang travelling dan staycation, saya jadi ingin menuliskan tentang mengapa saya sangat menyukai laut. Meski agak melenceng dari tema sih hehe.

Melihat air itu tenang

Bersama suami menikmati sunset *uhuk
Lamongan doc. pribadi
Saya di tengah laut 😀
Pantai Sendiki, Malang doc. pribadi
Bersama seorang teman MJWJ
Pantai Anyer, Banten doc. pribadi

Saya lupa kapan persisnya saya mulai menyukai laut. Yang jelas, kesukaan itu semakin menjadi saat saya masih sekolah dan cukup stres akibat berbagai ujian sekolah. Haha alasan yang aneh memang. Yang jelas (lagi), saat itu saya memang ingin sekali ke pantai rasanya. Menatap hamparan laut yang luas. Sepertinya damai saja gitu.

Baca: The Most I Like

Sampai setelah lulus pun, saya masih menyukai laut. Setiap kali saya pergi ke laut mana pun, hati saya selalu senaaaang. Ada segenap perasaan yang entahlah sulit digambarkan *mulai lebay*.


Ada anugerah Maha Besar di sana

Saya berkali-kali memuji nama Allah yang Maha Besar. Sebesar-besarnya. Hanya Ia yang mampu menciptakan pemandangan seindah itu. Menciptakan makhluk-makhluk nan lucu di dalamnya. Yang sayangnya, belum pernah saya nikmati secara langsung karena saya takut menyelam -_-

Laut bisa menjadi tempat segala tumpahan perasaan di hati. Merasakan deburan ombak yang menabrak kaki. Menginjak pasir pantainya yang lembut. Siapa coba yang mampu membuat sesuatu yang bisa menenangkan hati ini selain Allah Maha Besar?

Menikmati pasir
Wisata Bahari Lamongan doc.  pribadi

Saya selalu merasa bahwa laut itu tidak berujung. Sedangkan kita – sebagai manusia, selalu memiliki keterbatasan.

Siapa juga yang mampu memberi manusia sebuah pemandangan untuk dinikmati, untuk dirasakan, dan untuk menjadi hiburan kala hati gundah selain Ia?

Allahu Akbar.

Mengapa tidak pegunungan saja? Laut kan panas!

Hamparan biru nan luas selalu lebih menggoda diriku dibanding tumpukkan bukit hijau nan sejuk – Ade Delina Putri

Saya juga suka kok pegunungan. Hanya saja, bagi saya – entah kenapa – laut lebih terasa memikat. Ya seperti di atas tadi alasannya.

Panas? Oh, siapa yang bisa memungkiri jika kita sudah cinta sesuatu? Adakah alasan untuk mengingkarinya? Ya, laut memang panas. Tapi lagi-lagi, saya juga tidak tahu mengapa laut lebih memikat mata terlebih hati saya.

Pada intinya, laut atau pegunungan sama saja. Hanya masalah selera. Mungkin kamu suka pegunungan, suka udara dingin. Sementara saya lebih menyukai laut, yang tenang dan damai, yang bisa membuat hati saya lebih ceria menatap hamparan air biru yang luas 🙂

Maka salah satu yang membuat saya bersyukur menjadi orang Indonesia. Sebab Indonesia kaya akan lautnya. Kaya akan pemandangannya yang super duper indah. Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan? Hingga saya punya keinginan untuk menjelajahi semua lautnya. Semoga saja tercapai. Aamiin 🙂

32 thoughts on “Inilah Alasan Mengapa Saya Menyukai Laut”

  1. kenapa nggak berani menyelam mbak Ade? jago renang kan?
    dulu sy suka sekali berenang di laut, main ombak tepatnya sih karena tinggal dekat laut, tapi tetap aja nggak jago renang ha..ha…

  2. Kalau saya pegunungan saja, mba.

    Saya orang pesisir, bahkan beberapa kerabat rumahnya (belakangnya) dekat banget dengan pantai. Sehari-hari pasti kebayang pantai, laut, perahu, dsb.

  3. Banyak ya yg suka laut, tapi kenapa aku gak terlalu suka, ya mba.. Hihihi.. Aku kayaknya lbh suka jalan2 ke kota lihat arsitektur bangunan mba. Nah, itu lebih bikin aku happy daripada ke pantai dan laut.. Masalah selera kayaknya, yaa.. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *