Plus Minus Drama Korea ala Orang yang Pendek Pengetahuannya tentang Drakor

Rasanya sudah lama saya nggak nonton Drama Korea. Padahal waktu masih sekolah hampir tiap sore mantengin TV buat nonton drakor haha. Eh terakhir tahun kemarin sempat nonton sih di aplikasi hp. Drama Go Back Couple salah satunya. Kalau sekarang, sepertinya belum berminat lagi. Dan mungkin sudah saya jelaskan panjang lebar alasannya di postingan Kenapa Saya Nggak Nonton Drama Korea Lagi?

Ya alasan intinya cuma sayang waktu aja sih hehe. Jadi bukan berarti saya nggak suka lagi. Tapi waktu yang ada sekarang, saya merasa lebih baik dipakai buat yang lain aja gitu 😁 Karena sebetulnya bagi saya Drama Korea itu punya kelebihan juga.

Plusnya Drama Korea

Episodenya pendek

Sepanjang saya nonton drakor sih belum pernah ya episodenya lebih dari 25. Biasanya yang saya tonton paling mentok sampai 21 malah kalau nggak salah. Ini dia yang saya suka. Drama Korea itu episodenya selalu pendek. Karena pendek, maka ceritanya pun nggak bertele-tele. Beda dengan sinetron di Indonesia yang kebanyakan episodenya panjang. Bahkan sampai beratus-ratus episode. Sangat membosankan jadinya buat saya. Dan ceritanya pun terlalu berputar-putar *ups 😜

Pesannya tersirat

Seperti drama Go Back Couple yang saya bilang di atas tadi contohnya. Drama ini secara tidak langsung memberi masukkan yang positif bagi orang-orang yang sudah berumah tangga. Bahwa komunikasi dalam kehidupan pernikahan itu sangat penting. Kalau sudah menikah, ya maka rajin-rajinlah berkomunikasi. Berinteraksi agar tidak terjadi ke salah pahaman seperti Maa Jin Joo dan Choi Ban Do hingga mereka harus berpisah.

Nah inilah yang saya suka dari Drama Korea. Pesan-pesannya selalu tersirat. Penonton bukan hanya dihibur. Tapi juga dibiarkan berpikir dengan konflik-konflik yang ada. Apa sih sebetulnya yang bisa kita ambil dari drama ini. Kenapa kok bisa terjadi seperti itu. Yah begitulah pokoknya 😃

Humoris

Saya nggak tahu ya apakah ada drakor yang tidak humoris atau tidak. Karena sepanjang saya nonton drakor, ya kebanyakan selalu diselingi dengan tingkah-tingkah dan adegan lucu dari beberapa bagiannya. Ini bikin drakor jadi nggak ngebosenin sih 😁

Backsoundnya enak didengar

Saya pernah ngebatin, “ini orang Korea kalau bikin lagu buat drama kok enak-enak sih?” Huhu. Iya, backsound dan lagu drama yang sepanjang saya tonton itu kebanyakan enak didengar. Misalnya drama Full House dan Boys Before Flowers yang nyaris semua lagunya saya suka. Tentu saja ini kelebihan yang nggak boleh ketinggalan! Walaupun saya nggak ngerti artinya sih haha.

Tata krama yang sangat diutamakan

Yang saya suka lagi, orang-orang Korea itu kalau bertemu dengan siapapun mesti kalau menyapa orang kepalanya menunduk. Kalau bertemu dengan orang tua juga duduk berlutut. Dan ini masih dibawa sampai ke dramanya. Membuktikan bahwa orang Korea memang tidak melupakan tata krama negara mereka meskipun untuk cerita fiksi. Sangat patut dicontohlah 😊

via Pixabay

Minusnya Drama Korea

Tapi meski begitu Drama Korea juga punya minus, setidaknya di mata saya ya.

Adegan-adegan yang intim

Untungnya saya belum pernah nonton yang adegannya terlalu dewasa. Paling mentok biasanya kiss aja *uhuk keselek ngetiknya. So, bagi saya drama Korea sebetulnya lebih cocok ditonton untuk orang dewasa saja. Ya minimal 21 tahun ke ataslah *brb inget dosa masih sekolah 🙈. Saat sudah mengerti yang mana yang baik dan benar.

Pakaian yang terbuka

Karena mungkin kita sebagai orang Indonesia ya. Jadi agak nggak nyaman dilihatnya kalau melihat perempuan pakaiannya terlalu terbuka. Di sana sih ya bukan masalah kali ya.

Minum-minuman keras yang membudaya

Drama di sana kalau lagi depresi mesti larinya ke minum alkohol. Tapi lagi-lagi mungkin sudah jadi budaya di sana. Kalau ada adegan minum-minuman keras ya memang sudah dari sananya sengaja dibikin begitu.

Menikmati drakor di luar kekurangannya

Oke, itu sih plus minus Drama Korea menurut saya. Orang yang pendek pengetahuannya tentang drakor hehe. Mungkin masih banyak yang belum saya tahu lagi dari sisi drakor. Tapi sepanjang menonton drakor, jujur saya menikmati ceritanya. Terlepas dari segala kekurangan yang tadi saya sebutkan.

Dan drakor bagi saya bisa jadi alternatif hiburan yang bisa digunakan kalau kita lagi terlalu suntuk 😁 Asal jangan drakor yang horor aja sih. Bukan terhibur, nanti malah tegang 😜

Kalau teman-teman, gimana nih? Suka drakor nggak? Punya cerita plus minus dari drakor juga? Share dong 😀

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

4 comments to “Plus Minus Drama Korea ala Orang yang Pendek Pengetahuannya tentang Drakor”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Dedew - Juli 25, 2018 Balas

    Iya, aku akhir-akhir ini suka ngedrakor buat cari ide dan hiburan, milih yang episodenya dikit hehe..

    • Ade Delina Putri - Juli 25, 2018 Balas

      Iya lumayanlah ya 😀

  2. Rahmabalci - Juli 25, 2018 Balas

    Saya msh nonton dramakorea tp pilih2 juga,mn yg cocok,rom-com korea ga semua jg saya liat krn yaitu terlalu intim,terakhir br selesai liat mrs hammurabi, ini rekomen bgt deh minim romantisnya,kiss dikit lbh fokus ke kasus2 yg emang dekat keseharian masyarakat,dan nyorot budaya lembaga,drama legal,ttg hakim.menarik krn byk pesan tersirat jg.terakhir saya bc webtoon im gangnam beauty,kl versi webtoon nya bagus, bhs ttg knp org pilih oplas di korea,buat pengetahuan,dan minggu ini tayang jd drama korea,ya smg sig ceritanya tetap sama. Pesannya sih ttg kita ga bs nilai org knp pilih oplas,ada yg ternyata efek bulliying dr masa lalunya,tekanan psikis..well see ntr diangkat jd dramanya gmn. Kl drama yg bagus dan byk pesan.moral nya saya pikir ga buang waktu,saya nonton pas me time aja,buat rileks jg,sm aja kyk baca buku novel dsb tujuannya bs lbh byk tau,ilmu,hiburan jg, drama bhs visual …kdg org bs lbh nangkep pesan2 positif dr tontonan jg.nah tergantung pilihnya yg kyk gmn mau dtonton.hehe itu.mnrt saya:) slm knl ya

    • Ade Delina Putri - Juli 25, 2018 Balas

      Setuju. Kalo drama atau film ngasih insight yang bagus emang jadinya lebih baik ditonton 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.