Tahun 2018 ini saya kembali gencar menjadi Giveaway Hunter haha. Bagi yang ngikutin blog saya dari dulu mungkin pernah baca postingan tentang kriteria yang saya sukai untuk ikut kuis atau giveaway atau postingan tentang kiat-kiat mendapat gratisan. Yap, memang sudah lama saya menjadi “pejuang gratisan”. Dan sekalinya dapat, itu benar-benar nagiiiih. Makanya saya setuju banget deh sama buku Free Things yang pernah saya review di sebelah. Kalau bisa dapat gratisan, kenapa enggak?
via Pixabay

Perlu digaris bawahi dulu ya. Bahwa gratisan di sini adalah gratisan beretika. Bukan gratisan dalam arti meminta-minta begitu saja aka tanpa usaha. Tapi gratisan yang saya maksud adalah gratisan dimana kita perlu usaha mendapatkannya. Ya bisa ikut kuis, giveaway, atau pun mengajak kerja sama untuk mereview sebuah produk.

Gratisan = usaha

2012 adalah awal saya mengenal dunia ini. Iseng-iseng ikut giveaway berhadiah buku, lalu menang, eh malah jadi ketagihan 😁 Ya hanya sebatas itu saja awalnya. Apalagi saya memang suka buku, jadi senang banget dong dapat buku. Sampai sekarang juga masih senang dapat buku sih 😁 Lama kelamaan saya malah ketagihan merambah ke segala produk. Baik produk elektronik, pulsa, pakaian, voucher belanja, sampai peralatan dan perlengkapan rumah tangga dan bayi 😁
Apakah itu semua gratis? YES. Kadang saya harus ‘mengorbankan waktu’ untuk menulis buat ikut
lomba. Harus mengambil foto diri dan produk demi bisa mendapatkan hadiah
yang besar. Harus sering buka media sosial buat tahu info-info kuis terbaru.Orang-orang di sekitar saya pun mungkin sudah hafal kalau saya ini “pejuang gratisan” karena beberapa kali mereka harus ikut ‘terseret’ 🙈. Kadang di media sosial saya mereka lihat bertebaran banner giveaway. Kadang mereka saya tandai di setiap kuis yang saya ikuti. Kadang juga saya menulis review sebuah produk di media sosial atau blog, yang mana bisa jadi itu lagi kerja sama untuk review dengan sebuah brand hehe. Jadi pada dasarnya barang-barang gratisan yang saya terima adalah hasil dari usaha sendiri.

Kenapa aku menjadi “Pejuang Gratisan”?

Lantas kenapa suka banget jadi “pejuang gratisan”? Karena saya pengen barang itu! Yes, sesimpel itu sebenarnya haha. Apalagi kalau harga barang tersebut menurut saya belum bisa dijangkau. So, kalau ada yang bisa kasih gratis, ya kenapa nggak dimanfaatkan saja, kan? 😆
But, nggak serta merta semua kuis/giveaway saya ikuti. Hanya benar-benar yang menarik di hati sayalah yang pasti saya ikuti. Mau hadiahnya sehebat dan sekeren apapun kalau hati saya belum sreg ya saya nggak ikut. Tapi kalau hadiah kecil dan saya sreg, pasti saya ikut. Intinya sudah ada panggilan di hati sajalah 😁
Buat saya nggak hina kok kalau kita jadi “pejuang gratisan” begini. Toh sebetulnya kita kan tidak meminta-minta langsung. Tapi ada usaha yang harus kita laksanakan sebelumnya untuk mendapatkan sesuatu. Kalaupun misalnya mau ‘minta’, ya minimal kita bisa ngasih feedback ke yang ngasih sesuatu itu. Bisa dalam bentuk menulis review atau swap (menukar) dengan barang yang sama misalnya supaya seimbang.

Jadi “pejuang gratisan” mengajarkan saya untuk tidak berpangku tangan dan putus asa

Dan “pejuang gratisan” juga mengajarkan saya untuk tidak berpangku tangan kalau mau sesuatu. Kayak misalnya saya suka buku, tapi karena sekarang lagi me-rem untuk beli buku, jadi saya cari cara dengan ikut kuis/giveaway di media sosial. Nah dari situ saya bisa mendapat buku secara cuma-cuma kan kalau menang 😊 Hikmahnya kita juga tidak jadi orang yang mudah putus asa. Karena benar kok kalau dibilang pintu rezeki satu tertutup, masih ada pintu-pintu lainnya yang terbuka lebar. Tinggal kitanya saja mau melihat peluang dan berusaha untuk mendapatkan itu atau enggak 😉
Nah, apakah kamu juga tertarik dengan “pejuang gratisan” seperti saya? Atau kamu sudah menjadi “pejuang gratisan”? Boleh sharing di komentar ya 😊Oh iya, next insya Allah saya mau cerita tentang suka duka selama jadi “pejuang gratisan” ah hoho.

25 thoughts on “Akulah Si “Pejuang Gratisan””

  1. Aku juga suka nih hahaha. Justru yang begini malah sbenernya bagus buat latihan nulis, ya pake research, pake cobain produk dan pake logowo kalo kalah hahaha.

  2. Istilahnya Kuter yak. Hihi..
    Mulai ketagihan ikut kuis dari jaman SMP. Dimulai dari ikutan kuis di radio. Alhamdulillah bisa nambah duit jajan sendiri, dapet CD bertandatangan musisi, produk, dsbetc.
    Saking ketagihannya dulu sempet dimarahin ortu soalnya tagihan telepon jadi bengkak. Wkwk
    Kalo sekarang yang gampil-gampil aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *