👧 “Yang, mobil Daihatsu yang kecil itu apa namanya ya?”
👨 “Ayla?”
👧 “Ah iya. Trus kalo bahasa inggrisnya pemandangan apa?”
👨 “View.”
👧”Nah kalo mobil Daihatsu tadi sama bahasa inggrisnya pemandangan digabung jadi apa?”
👨 “Aylaview.”
👧 “I love you too ayang.”
Haha mungkin teman-teman udah nggak asing ya dengan gombalan yang lagi in tadi. Lucu nggak sih? Kalau menurut saya sih lucu 😂 Lebih lucunya banyak istri yang mencoba gombalan itu ke suaminya, lalu discreenshot dan diupload ke media sosial. 
Tapi beberapa hari kemudian ada yang menggelitik saya. Yakni salah seorang yang mengatakan bahwa tidak seharusnya percakapan suami istri tersebut diunggah ke media sosial. Karena dikatakan bisa-bisa memancing rasa cemburu akhwat (perempuan) lain. Bahkan bisa-bisa si akhwat minta dipoligami karena melihat suami dari si istri tersebut yang nampak kebaikannya. 
Aduh buyuuuung, kok saya malah jadi geli sendiri ya. Terlalu jauh nggak sih mikirnya? 😂 Apa lelucon receh kayak gitu harus banget ditanggapi serius? Bahkan nyasar-nyasar ke poligami segala? Okelah, kita memang nggak bisa membaca hati orang lain. Nggak bisa tahu dari postingan kita yang mana yang bisa menimbulkan rasa iri atau cemburu orang lain. Tapi cobalah untuk lebih rasional. Lebih santai memandang hidup *halah. Maksudnya, ini kan hanya media sosial dan sudah era nya orang banyak yang kreatif. Jadi, nggak perlu serius bangetlah ya 😊 
via Pixabay
Jadi, sebenarnya kita harus gimana sih menyikapi media sosial saat ini? Ini poin-poin menurut saya: 

💁Nggak perlu baperan

Si A posting status tentang blablabla. Lalu si B baca, dan merasa bahwa blablabla itu ditujukan untuk dirinya. Akhirnya merasa tersindir, lalu klarifikasi ke si A. Ternyata kata A, dia sama sekali tidak menyinggung B. Wah berapa banyak kejadian kayak gini? Atau mungkin kita sendiri pernah mengalami?  Kita merasa bahwa status dia menyindir kita, padahal tidak sama sekali. Artinya apa? Artinya memang kitalah yang seharusnya menjaga perasaan. Media sosial luas. Bukan hanya untuk kita saja. Kita tidak perlu merasa bahwa apa yang diposting orang lain hanya untuk membuat kita tersinggung, cemburu, iri, atau apapun.
Maka jika perasaan kita tiba-tiba kacau saat membaca suatu postingan, lebih baik alihkan perhatian pada hal lain dibanding hanya memikirkan media sosial yang sebenarnya tidak ada gunanya. Alih-alih peduli, malah bisa-bisa kita jatuh suudzon kepada orang lain. Duh, naudzubillah deh. 
Begitu pula dengan urusan follow, like, comments, add friends, tak perlulah diambil perasaan jika itu semua tidak kita dapatkan. Toh media sosial hanyalah dunia yang semu. Takkan kiamat jika kita tidak eksis di media sosial 😁


🙅 Nggak perlu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain

“Hidup tak seindah instagram Andien dan Nia Ramadhani.” Pernah dengar kalimat itu? Semoga kita bukan termasuk di dalamnya ya, bukan orang yang menganggap kehidupan para artis atau orang lain itu sempurna apalagi HANYA berdasarkan postingan-postingan di media sosialnya. Karena ya siapa juga sih yang mau menampilkan masalah pribadinya di media sosial (kecuali orang-orang yang pendek pikiran). Tentu saja lebih banyak orang yang memilih untuk posting sesuatu yang bahagia-bahagia saja. Jadi kita tidak perlu membandingkan bahwa hidup kita ternyata tidak sesempurna para artis atau orang lain. Tidak sesempurna orang yang bisa travelling kemana-mana dari postingan instagramnya. Karena percayalah, hidup itu punya nikmat dan ujiannya masing-masing. Dan media sosial hanyalah yang tampak karena kita tidak tahu kehidupan mereka sesungguhnya. So, bersyukur saja dengan hidup kita saat ini. Karena bisa jadi nikmat bagi orang lain, belum tentu nikmat bagi kita 😊


😂 Nggak perlu terlalu serius menanggapi sesuatu 

Ini yang saya bilang di awal tadi. Nggak perlulah kita jauh-jauh mengaitkan antara AylaView dan poligami. Duh. Jangan-jangan jika kita yang kaitkan, malah memancing rasa penasaran orang lain. Kok bisa ada yang minta poligami? Emang suaminya sebaik apa sih? Ih naudzubillah. Humor-humor receh yang sekarang banyak bertebaran saya rasa semata supaya hidup kita nggak tegang-tegang amat. Jadi sepanjang humor itu tidak melanggar syari’at, tidak mengandung kekerasan, SARA, dan pornografi, sepertinya sah-sah saja. Lagi pula kalau memang humor itu tidak sesuai prinsip kita, kita tinggal klik hide, unfollow, unfriend, atau blokir. Yap, sesimple itu dibanding ngajak orang mikir berat karena kita terlalu menanggapi serius segala postingan di media sosial. 


😉 Pikirkan setiap apa yang kita posting

Pada akhirnya sudah hukum media sosial bahwa kita sulit mengatur orang lain. Jadi yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri sendiri. Pikirkan setiap apa yang akan kita posting. Bagaimana positif negatifnya. Apa suatu postingan layak dishare atau tidak. Bagaimana dari segi manfaatnya. Intinya kendali itu ada di tangan kita, bukan orang lain 😊 Menasihati boleh, sepanjang kata-kata yang kita gunakan sopan, tidak menyindir dan tidak memaksa.
Well, bermedia sosial boleh. Hanya saja kita tetap harus bijak. Selalu ingat bahwa kita punya kehidupan nyata yang lebih penting. Jika kita merasa lelah bermedsos, mungkin saatnya kita taruh gadget, dan menghampiri orang-orang yang ada di sekitar kita 😊

25 thoughts on “Gimana Sih Cara Menyikapi Media Sosial Saat Ini?”

  1. Bener tuh mba. Kalo udah merasa eneg banget sama sosmed, mungkin ada baiknya puasa sosmed 1 minggu atau sebulan. Pasti nanti akan nemuin lagi hal yang esensial dalam hidup (asekkk). Yang penting jangan baper. Salam kenal mba.

  2. Aku pnh baca perkataan ulama ttg larangan menceritakan kebaikan perempuan lain di hadapan suami. Mungkin ya ada yg mikir klo gk blh jg melakukan sebaliknya. Tp klo cm perkara aylaview kyknya gk segitunya jg kali ya, haha.

  3. Aku masih sering baper nih. PR banget. >_<
    Biasanya kalo udah mulai baper, aku langsung buka game atau sekalian lepas hp nya. Biar lupa. Nanti pas ngeliat kedua atau ketiga kalinya, biasanya udah ilang baper nya. 😀

  4. Aku juga yang termasuk baper-an.Apalgi kalo postingan sahabat sndiri. Kalo sahabatq postingan curhat sakit hati, seringnya aku berpikir kalo itu ditujukan buat diriku.Jadinya aku langsung merasa bersalah, takut nyakitin perasaan teman sndiri tnpa kusadari. Pas confirm ke orgnya,, aku jadi malu sndiri terxata statusnya buat pacar dia bukan buat aku hohoho

  5. Poin no 2 itu aku maaak hahahahaaa. Apalagi ngeliat postingan andien pas anakku lagi susah-susahnya makan. Lha sementara anaknya dia apaan aja dilahap hap. Kan kehseeel. Wkwkwk.

    Kalo udah gitu aku menghibur diri, buka youtube, nonton ariel noah covering lagunya coldplay. Langsung adeem lagi hati ini. Xixixi.

    1. Hahaha itu cuma di Twitter lho Mbak. Saya emang tergolong jarang main Twitter 😀

      Tapi kl facebook dll nya ya biasanya kepo2 status2 orang, foto2 orang, atau baca2 obrolan di grup WAG biasanya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *