Sejak kecil, saya tidak pernah yang namanya merayakan ulang tahun. Setiap hari kelahiran pasti berjalan biasa-biasa saja. Paling kalau ada rezeki, ibu saya akan membuatkan nasi uduk atau memberi saya uang untuk mentraktir teman-teman. Saya juga belum pernah mendapat kejutan spesial. Sampai-sampai saya iri sekali melihat teman-teman yang diceplokkin telor, terigu, lalu diberi kado oleh teman-temannya. Maklum, Ade kecil sangat kuper sekali *sampai sekarang masih rada kuper sih* Bukan sedikitnya teman, tapi karena memang tidak ada yang spesial dari saya hiks.
Tapi menginjak SMK, sejak saya mulai belajar jadi orang yang berani, saya jadi punya banyak teman. Salah satunya, Lathcom. Begitulah namanya. Genk yang terdiri dari sebelas orang inilah yang pertama kali memberi kado terindah untuk saya tepat di usia yang kata orang, “Sweet seventeen”. Seperti yang saya ceritakan di sini, merekalah yang pertama kali membuat saya merasakan, “Oh begini rasanya dikasih kejutan.” Dan saat itu mereka sukses membuat saya terkejut bahkan pakai kata sangat! Bagaimana tidak, kalau orang lain dikerjai hanya seharian, saya sampai dua hari dibuat merana. Dibuat nangis semalaman, linglung nggak karuan. Apa sih rasanya mendadak dijauhi? Kalau ingat, rasanya jadi geregetan sendiri. Buat saya ini benar-benar garing haha. Sampai-sampai salah satu teman Lathcom menyebut saya MANTAN TEMAN (ya beginilah tulisan di pesannya waktu itu). Kalau saat itu tahu hanya dikerjai, saya kan tidak harus semerana itu -_- Tapi ya inilah seninya, gara-gara itu, saya jadi punya kenangan yang nggak pernah terlupakan.

Setelah tahu keesokkan harinya hanya dikerjai, lagi-lagi saya harus menangis. Menangis haru bahagia. Terima kasih Ya Allah, sudah mempertemukan saya dengan mereka :’) Lalu apakah hanya itu kadonya? Tidak. Diam-diam mereka sudah mempersiapkan sebuah kado lampu Doraemon (saya memang suka Doraemon). Lucunya, saya masih juga dikerjai dengan disuruh mengambil kadonya sendiri di dalam lemari kelas, padahal saat itu sudah jam pulang hiks. Tapi lampunya sekarang sudah padam, dan saat mau diganti tidak tahu cara pasangnya, alhasil lampunya harus digabung dengan barang-barang lain di gudang hiks jahat ya saya 🙁 Tapi kartu ucapan dari mereka masih terpajang manis depan lemari saya.

credit
Kurang lebih seperti ini lampunya. Tapi yang mereka kasih, lebih manis.

saking leceknya karena sudah 4 tahun lebih :’)

Terima kasih ya Lathcom, sudah membuatku merasakan bagaimana rasanya dikerjai habis-habisan. Dibuat merana sampai menangis dua hari. Diceplokkin telor, terigu dan air sampai harus dimarahi penjaga sekolah karena mengotori halaman. Ah, kalian memang tak ada duanya 🙂

Sampai saat ini mungkin hanya Lathcomlah yang memberikan kejutan itu. Aah, jadi rindu mereka. Hanya dua kali merasakan diceploki, dua kali dihadiahi benda lucu dan ucapan manis.

kartu ucapan yang saya terima di ulangtahun ke-18

kado yang saya terima di ulangtahun ke-18
sampe sekarang belum terisi foto di bingkainya 😛

Entah siapa lagi yang seperhatian mereka, saat ini sih belum ada lagi hehe. Belum lagi mereka sudah sibuk semua 🙁 Ah, tapi kali saja bulan Mei nanti tiba-tiba saya dapat paket hadiah dari sebuah jasa pengiriman, yang bertuliskan. “From: Lathcom” Aah indahnya 🙂 *boleh dong berharap :P*

24 thoughts on “Kejutan Pertama Itu Jadi Kado Terindah”

  1. Saya menerima kejutan pas ultah di Amerika Serikat. Kala itu saya sedang mengikuti pendidikan di sana. Pualng dari acara makan2 saya dicemplungkan di kolam
    Kejutan yang tak terlupakan.
    Salam hangat dari Surabaya

    1. Kalau nd salah ini adalah blog yang kedua dengan tema yang sama. GiveAway Blog pertaa yang saya kunjungi adalahblognya Tweety (Mbak Dwi). Wah saya belum ketemu link atau URL penyelenggaranya ya. Mau ikutan sih. Tapiini GA khusus emak emak atau cowok boleh ikutan ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *