(Lagi-lagi) Media Sosial dan Berbagi

Kalau kau bicara “Ini punya punya gue, suka-suka gue.”
Maka pergilah dari sini.
Ah paling tidak, pergilah dari berandaku.
Kalau kau bicara, “Media sosial itu kan bebas.”
Maka pergilah dari sini.
Ah paling tidak, jangan menyampah di berandaku.
Kalau kau bicara, “Ya udah kalau keganggu, blokir aja.”
Ya. Memang itu yang akan aku lakukan.
Tak butuh waktu lama, akan kulakukan itu.
Tapi jangan sekali-kali untuk memintaku berteman lagi.

Sadis? Ya. Lebih baik begitu.
Kau yang berlaku, kau yang meminta.
Seolah media hanya milikmu.
Hingga kau merasa bebas melakukan apa saja.
Sampai-sampai kau lupa bahwa di belakangmu,
ada banyak orang yang melihat berandamu.
Melihat begitu banyak keluhan, hujatan dan sindiranmu.
Hei teman mana yang suka dengan status macam itu?
Beritahu padaku,
dan akan aku kasih jempol untuk yang tahan dengan itu semua.

Maafkan aku kawan.
Jika suatu saat aku sudah tak kuat untuk kembali mengingatkanmu.
Maka (hanya) untuk media sosial, kita tak perlu berteman.


Untukmu siapa saja yang (masih) mengeluh, menyindir, menghujat di media sosial.
Yakinilah bahwa kita tidak sendiri.
Ada teman-teman kita di belakang yang (bisa saja) terganggu dengan status macam itu.
Daripada mengeluh pada tembok yang tak bisa bicara, 
lebih baik adukan pada Tuhanmu yang Maha Mendengar lagi Maha Penyayang.

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

17 comments to “(Lagi-lagi) Media Sosial dan Berbagi”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Suma Atika - April 30, 2014 Balas

    wah betul sekali.. nice 🙂
    aku jga suka gmana gitu kalo liat status yg mengeluh terus,
    spti tdk pnya smangat hidup aja

  2. Yanuarty Paresma Wahyuningsih - April 30, 2014 Balas

    waaaw 0_0

    stay cool
    stay calm
    tarik napas hembuskan, Ade hehe

  3. ditoko kita - April 30, 2014 Balas

    kunjungan perdana, salam perkenalan, silahkan berkunjung balik ketempat saya, barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran untuk anak2, siapa tau anda mempunyai adik,keponakan atau mungkin anak yang masih kecil, vcd ini sangat membantu sekali dalam mengasah kecerdasan dan kemampuan otak anak, serta bagus untuk membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila tdk berkenan, trm kasih ^_^

  4. Ninik Setyarini - April 30, 2014 Balas

    huhuhhu bener2 jadi ilfil ya kalo status negatif nongkrong di wall :'(
    salam kenal ya Mak 🙂

  5. Sepatu Kiri - April 30, 2014 Balas

    hihi merasa ketampar banget sama postingannya 🙁
    karena saya masih sering nyinyir d twitter

    btw, salam kenal kak

  6. Sepatu Kiri - April 30, 2014 Balas

    hihi merasa ketampar banget sama postingannya 🙁
    karena saya masih sering nyinyir d twitter

    btw, salam kenal kak

  7. wihikan mawi wijna - April 30, 2014 Balas

    Baik di media sosial maupun di kehidupan sosial banyak kok orang yang seperti itu. Ya akhirnya semua bergantung kepada kita, bagaimana cara kita membatasi diri dari pergaulan yang berdampak negatif.

  8. Anonymous - April 30, 2014 Balas

    hehe iyaa bener, dari apa yang kita tulis atau ucapkan di dunia maya pasti ada dampaknya ya. ketika mengetik hujatan dan menekan tombol post efeknya bisa seumur hidup kan
    harus lebih hati-hati yaa 😀
    nice post 😀

    • Ade Delina Putri - April 30, 2014 Balas

      Nah. Efeknya seumur hidup.
      Yaph lebih hati-hati dan pilah-pilih 🙂

  9. Siti Aisah - April 30, 2014 Balas

    Se7 mba! saya juga mulai hati2 dengan update status di medsos, trims ya masukannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.