Sore itu, sepulang kerja hujan melanda. Saya bukalah payung polos yang saya bawa. Tik tik tik ‘Kok masih berasa keujanan yak. Padahal udah dibuka ini payung.’ Hmm.. *masih ngga peduli*
Berapa menit kemudian keluarlah ibu-ibu pajak alias ibu-ibu yang kerja di kantor pajak deket kantor saya. Satu per satu sudah naik angkot. Tinggallah saya yang dari tadi belum beruntung mendapatkan angkot, dan seorang ibu pajak. Ibu tersebut berdiri di belakang saya. Saya yang dari tadi ada di depannya ngerasa, ‘Kayak lagi ada yang ketawa, siapa ya.’ Isenglah saya nengok ke belakang, taunya bener ibu yang dari tadi di belakang sayalah yang tertawa. Saya ngeliatnya cuma senyum aja. Dalem hati dan dengan bangganya, saya bilang ‘Wah ni ibu pasti baru ngeliat payung polos yang kalo kena air bisa bermotif. Hihihi’ Nggak lama, masih dalam keadaan tertawa, ibu itu bilang, “Mbak itu payungnya kebalik. hihihi.” Pas saya nengok ke atas. Bener ternyata, payung saya bukan melindungi saya dari hujan, melainkan terbalik dan menampung air hujan. Dalem hati lagi, ‘Aduuh. Pantesan ajee…’ Mungkin ulah angin lalu -____-

seperti ini nih posisinya ~___~

Inti yang bisa saya ambil *Jangan buru-buru mengambil kesimpulan sendiri, sebelum melihat fakta -___-*

*sumber gambar: fantasi

2 thoughts on “Ternyata Payungku Terbalik!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *