Media sosial memang seperti sebilah pisau. Ia akan bermanfaat manakala dipakai untuk memotong bawang, sayuran atau buah. Tapi kalau dipakai bunuh diri? Duh jangan deh. Dosa! Maka begitupun media sosial. Sekalipun banyak yang menjadi korban ataupun tersangka akibat ‘ulah’ media sosial tapi tak bisa dipungkiri bahwa media ini memang sudah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dan tak selamanya membawa kenegatifan.
Sama halnya saya, saya sangat amat merasakan positifnya setelah menjadi media sosial addict. Hiks. Addict nya sih belum terlalu parah sampe nggak tidur-tidur ya. Ya paling dalam sehari pasti ada buka medsos aja. Entah itu facebook, twitter, blog, wah segala macam akun yang saya punya pokoknya :))
Ini beberapa keuntungan yang saya dapat:
1. Menambah teman dari berbagai komunitas
Yaps. Teman facebook, followers twitter, followers blog dan followers-followers akun yang lain bertambah semenjak saya giat banget di dunia ini. Awalnya hanya gabung di grup-grup sekolah, tapi kecintaan saya pada menulis ‘menjerumuskan’ saya pada berbagai komunitas menulis. Dari mulai komunitas belajar menulis, komunitas blog sampai komunitas-komunitas dakwah. Saya pikir hanya berhenti sampai online saja. Ternyata setiap komunitas pasti akan berujung kopi darat (ketemu secara offline). Dan tidak seperti saya yang sebelumnya takut untuk bertemu dengan orang yang belum dikenal, justru pertama kali diajak kopdar saya malah semangat. Akhirnya saya bisa melihat dan berbincang langsung dengan mereka! So, teman offline saya pun bertambah.
2. Mulai mengenal event-event keren
Saya termasuk orang yang kuper alias kurang perhatian upzh kurang pergaulan. So jarang sekali saya menghadiri event-event di luar event keluarga atau jalan-jalan bareng temen. Dan semenjak aktif di medsos saya kebanjiran info event-event yang keren. Ingat sekali event pertama yang saya hadiri yaitu Islamic Book Fair 2013 yang saya dapat infonya dari teman-teman facebook. Ah luar biasa. Sekarang entah sudah berapa pameran saya kunjungi. Seminarpun tak kalah sering. Sampai-sampai ibu sering kesal karena minggu saya sekarang jarang di rumah. Hiks maafkan ya Bu :))
3. Timbunan gratisan menumpuk
Ini keuntungan yang bisa dibilang sangat kelihatan karena berwujud. Berawal dari ikut salah satu giveaway di blog menjadikan saya ketagihan ikut berbagai macam giveaway atau kuis-kuis lainnya. Tak hanya itu, hobi ini juga sebenarnya membantu saya untuk mengasah kemampuan menulis. Yah karena ini media yang tidak bisa bicara maka apalagi kalau bukan di suruh menulis. Kalau kuis foto jarang sekali. Sebab saya bukan orang yang suka narsis sendirian hehe. Kalau saja semua kuis sesuai kriteria saya di sini dan saya sanggup untuk mengikuti semmmmuanya (saking banyaknya) mungkin bisa dibabat habis oleh saya. Perkara menang memang berharap, tapi tantangan untuk mengikuti atau menjawab sebuah kuis itulah yang kadang bikin saya senyum-senyum sendiri. Semacem apa sih gue, ngejar banget gratisan hihihi.
Yap. Finally balik lagi, segala sesuatu itu tergantung manusianya. Mau dibawa negatif atau positif. Kalau positif sudah pasti akan mendapat berbagai keuntungan. Tapi kalau negatif jangan sampailah ya. Nggak mau kan kalo kamu dapet kejadian konyol bahkan sampe dilaporin polisi gara media sosial *upzh*.
Hihi share dong.  Pengalamanmu sendiri gimana?

19 thoughts on “Media Sosial. Positif atau Negatif?”

  1. Saya jg termasuk ke dlm kategori socmed addict spt kriteria kamu, Nisa. Dlm sehari pasti ga bisa kalo ga connected to my accounts. Nyapa teman, nyetatus sp narsis eksis, pasti ada! Hehe. Semua terpulang kembali kpd bagaimana menyikapi dan menyiasati socmed itu agar positive effectnya jauh lbh besar dibanding negativenya. 🙂

  2. Saya pernah mengikuti workshop Sosial Media dengan keynot speaker Dosen dari Univ Michigan di American Corner (AMCOR) di Kampus UNTAN Pontianak. Menurut si pembicara SOSMED merupakan salah satu sarana yang jitu dan ampuh untuk mendatangkan orang orang ke rumah maya kita masing masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *