Mengapa Saya Memilih Menjadi Part Time Blogger?

Saya suka banget nulis. Suka banget ngeblog. Di blog, media yang saya merasa paling bebas mau nulis apa aja. Makanya, bisa mengenal blog tentu saja sesuatu yang teramat saya syukuri.

Sekarang, saya malah berani menyebut diri saya seorang blogger. Buat saya, blogger adalah ketika seseorang menulis di blog. Makanya saya suka nggak paham dengan selebgram-selebgram yang di bionya tertulis blogger, tapi dia nggak punya blog. Hmm. Katanya sih selebgram juga sama dengan blogger. Hmm, nggak tahu deh. Menurut saya beda aja sih. Instagram kan media sosial. Sedangkan blog adalah tempat menulis. Di blog juga tulisan lebih panjang dibanding caption Instagram.

Tapi ya mari kita abaikan ajalah soal itu. Saya sendiri, kalau ditanya saya ini full time atau part time blogger, saya masih belum bisa menyebutnya full time. So, saya masih mengklaim diri saya adalah part time blogger.

Saya belum bisa mendalami blog sepenuhnya

Saya memang masih belum bisa sepenuhnya fokus di blog. Belajar mendalam soal blog hingga paham sampai ke akar-akar teorinya. Karena memang profesi utama saya adalah ibu rumah tangga. Jelas prioritas saya adalah suami, anak-anak, dan rumah. Maka ngeblog pun hanya sebagai hobi di sela-sela kesibukan rumah tangga.

Kalau pun saya masih bisa menghasilkan materi dengan mengerjakan berbagai job, itu juga saya lakukan di sela-sela kesibukan saya. Tidak semua job saya terima. Ada kriteria-kriteria tersendiri untuk menampilkan tulisan apa saja di blog saya. Bukan karena semata idealis. Tapi saya hanya tidak ingin mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kriteria yang saya inginkan. Sayang waktunya. Lebih baik saya mengerjakan yang lain.

Punya tiga blog juga belum bisa menentukan saya sebagai full time blogger. Karena sekali lagi, saya hanya ngeblog di sela kesibukan. Itu sebabnya saya belum bisa seperti full time blogger lain yang bisa sering-sering menganalisa blognya lebih dalam. Misalnya saja domain dan page authoritynya berapa. Traffic per bulan per tahunnya apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan. Bagaimana supaya orang bisa lebih banyak yang tertarik mengunjungi blognya. Saya belum bisa sedalam itu.

Saya hanya bisa sesekali saja mengecek itu semua. Itu pun cuma cek, belum sampai tahap analisa yang mendalam.

Saya masih suka menulis saja

Maka kalau ditanya, kenapa blog saya terhitung lambat meningkatnya? Karena ya saya memang masih fokus menulis saja. Blog adalah tempat saya menulis. Keuntungan di luar itu, saya anggap sebagai tambahan atau penghargaan atas jerih saya menulis selama ini.

Dan itu sebabnya saya juga belum bisa menghadiri banyak event blogger karena memang prioritas saya masih anak.

Lalu pengen nggak jadi full time blogger? So far, saya masih nyaman seperti ini. Saya memang pernah iri ketika melihat blog blogger-blogger lain lebih kece daripada saya. DA PA, trafficnya lebih tinggi dibanding saya. Tapi ya sekali lagi, saya sendiri yang sudah memutuskan untuk belum mau belajar blog lebih dalam lagi karena belum bisa fokus.

Saya tidak tahu apakah ke depannya nanti saya bisa benar-benar bisa fokus di blog. Mungkin kalau anak-anak sudah sekolah dan saya sudah lebih santai. Bisa jadi.

Seorang yang menulis di blog tetaplah disebut seorang blogger

Sekarang, saya masih menulis di bio sebagai seorang blogger, hanya karena saya ingin dunia tahu bahwa saya memang seorang blogger. Tidak peduli full time atau part time, seorang yang menulis di blog tetaplah bisa disebut seorang blogger 😊

Teman-teman blogger sendiri, menjadi full time atau part time blogger nih? 😀

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

7 comments to “Mengapa Saya Memilih Menjadi Part Time Blogger?”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Nike Dwiyanti - Desember 11, 2018 Balas

    Tidak peduli full time atau part time, seorang yang menulis di blog tetaplah bisa disebut seorang blogger ==> suka banget sama kalimatnya mbakkkk

    • Ade Delina Putri - Desember 11, 2018 Balas

      Terima kasih 🙂

  2. Jane Reggievia - Desember 11, 2018 Balas

    Wah pemikiran Mba sama persis dengan saya. Prioritas saat ini memang keluarga, kalo urusan mencari nafkah masih suami. Jadi saya nggak terlalu ngoyo untuk ikut mencari penghasilan dari blog, WALAU saya juga nggak nolak jika ada tawaran job ya. Karena buat saya hobi yang bisa menghasilkan itu menyenangkan (:

    • Ade Delina Putri - Desember 11, 2018 Balas

      Iya Mbak masih jadi hobi aja ya 😀

  3. Pertiwi - Desember 11, 2018 Balas

    Wah, mengelola 3 blog sekaligus? Keren mba, saya aja 1 blog itu pun masih blogspot nyaris terbengkalai,

    Btw kita sama mba, ngeblog sebagai pengisi waktu disela2 kesibukan sebagai IRT.. Itupun masih harus belajar lagi..

    • Ade Delina Putri - Desember 11, 2018 Balas

      Iya hehe Alhamdulillah bisa ngurus 3 😀
      Semangat Mbak 😀

  4. Porinto - Desember 12, 2018 Balas

    terima kasih sharingnya mba, menurut saya blogging memang bagus bgt sebagai hobi karena menyalurkan kreatif dan dapat menghasilkan juga

Leave a Reply

Your email address will not be published.