Setelah tersasar di blog Celotehnya Mbak Ila, saya jadi tertarik dan dapet inspirasi buat nulis hehe. Makasih ya Mbak Ila 🙂 
Saya pikir setelah saya nulis di blog, selesai. Dibaca oleh pengunjung juga saya sudah senang. Tapi ditambah semakin kesini banyak pengunjung yang juga memberikan komentar membuat saya jadi merasa berarti. Komentar-komentar mereka buat saya menandakan bahwa apa yang saya tulis sudah cukup dimengerti. Yang lebih membuat saya terharu adalah ketika mereka juga mengucapkan terima kasih. Mungkin kelihatannya sederhana, tapi ucapan yang sederhana itulah yang justru membuat seseorang merasa dihargai perbuatan dan keberadaannya.
Kopdar Kopi Susu Warung Blogger
di Outback Steak House, Kuningan City
24 Januari 2015 

Belum lagi akhir-akhir ini, terutama setelah saya menulis postingan tentang pernikahan saya, jadi banyak yang menghubungi saya secara pribadi. Entah teman yang memang saya kenal nyata, atau teman-teman dunia maya. Bukan saja kalimat terima kasih, beberapa dari mereka justru mencurahkan isi hatinya pada saya. Dan setiap kali saya menerima curhatan itu, yang ada dalam hati dan pikiran saya hanyalah rasa terharu yang dalam. Sebesar itukah dampak tulisan saya? :’) 


Yang lebih membahagiakan lagi adalah ketika mereka berkata tulisan saya menjadi inspirasi bahkan membawa perubahan positif pada mereka. Masya Allah. Di sini saya semakin mencintai dunia menulis. Barangkali niat awal saya sederhana, hanya ingin menulis pengalaman dan apa yang saya rasakan, kemudian saya bagikan. Ternyata tulisan itu justru menjadi pengaruh positif bagi banyak orang. Benar-benar sama sekali tidak pernah saya sangka. 
Ada juga yang sampai mengirim email setelah membaca blog buku saya. Dia mencari salah satu buku yang saya resensi. Katanya sampai saat ini belum mendapat buku itu. Lalu saya arahkan saja untuk mengunjungi beberapa toko buku online. Semoga saja dia mendapat bukunya 🙂
Kalau dirunut lagi sejak awal ngeblog, niat saya memang hanya untuk menulis tok. Bahkan dulu tak ada yang baca pun tidak jadi masalah buat saya. Kalau ternyata sekarang jadi banyak pembaca, saya Alhamdulillah sekali, dan sangat sangat berterima kasih bagi yang sudah mau meninggalkan komentar di tulisan-tulisan saya. 
Hm, mungkin Allah melancarkan saya lewat jalan satu ini. Meski buku tunggal belum satupun lahir dari tangan saya, tapi wadah bernama blog membawa rasa syukur saya jika bisa memberi dampak positif bagi pembaca. Itu sebabnya, saya selalu rindu menulis. Saya rindu pada pembaca-pembaca tulisan saya. 
Ya, kita mungkin tidak pernah tahu dari arah mana bahagia dan syukur itu lahir. Tapi lewat hal yang justru kita anggap sederhana, justru membawa pengaruh yang besar bagi orang lain. Sesederhana menulis. Sesederhana niat kita yang hanya ingin membagikan sebuah tulisan pada khalayak. Semoga saja saya, kamu, kita, tetap istiqomah menulis. Tulisan positif tentunya 🙂

16 thoughts on “Sesederhana Menulis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *