Wednesday, 14 December 2016

Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis

Semenjak berani mengambil keputusan untuk update blog 2 hari sekali, jadi banyak yang bertanya pada saya. Bagaimana caranya saya bisa menulis setiap hari? Padahaaaal sih... sejujurnya saya tidak menulis setiap hari lho 😆 Hanya memang... saya sudah memiliki tabungan tulisan. Jadi ketika misalnya saya sedang tidak ada ide, atau lagi kumat malas menulis, saya sudah punya tulisan yang tinggal dipublish saja. Iya saya juga suka nggak ada ide dan malas kok 😅
https://pixabay.com/id/mesin-ketik-buku-buku-catatan-801921/
Makanya saat sedang rajin, sebisa mungkin saya usahakan untuk menulis satu sampai empat artikel. Ya buat jaga-jaga kalau misalnya besok-besok saya berhalangan atau sedang malas tadi hehe 😅


Cara mendapatkan ide untuk menulis

Pertanyaannya sekarang, darimana datangnya ide-ide sampai saya bisa menulis lebih dari satu artikel?

Percaya atau tidak, ide itu sebenarnya berkeliaran! Tinggal membangun kemauan untuk mengasah kepekaan kita mengambil suatu hikmah dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan *eh kok jadi mirip lagu ya?* 

Caranya?

Membaca

Tidak dipungkiri, inilah senjata utama para penulis. Membaca buku atau sebuah berita di majalah, koran, atau media sosial sekalipun, pasti akan ada pikiran yang melintas. Entah kita jadi teringat pengalaman sendiri, berpikir dari perspektif yang berbeda, atau apapun. Nah, daripada pikiran-pikiran itu berlalu begitu saja, mengapa tidak coba kita tuliskan? 😌

Jalan-jalan

Saya paham mengapa Allah menyuruh umat-Nya dalam beberapa firman-Nya untuk mengembara di bumi-Nya. Salah satunya di bawah ini:
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kami, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada Allah lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. QS. Al-Mulk: 15
Karena memang benar, dengan keluar rumah, kita akan menemukan begitu banyak kejadian atau hikmah yang bisa diambil. Dari sini, pasti akan ada inspirasi yang bisa kita tuang dalam tulisan. Biasanya tulisan-tulisan tentang perjalanan seperti ini, kebanyakan bisa dibaca di blog atau buku-buku traveller ya. Karena memang setiap tempat yang mereka atau kita kunjungi pasti punya cerita tersendiri.

Masalah pribadi atau pengalaman masa lalu

Setiap masalah yang menimpa kita, pasti sudah digariskan Allah. Maka Dia pulalah yang menciptakan solusinya.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS (Al-Insyirah) 94:5-8)
Dari sini kita bisa menulis. Bukan hanya keluhan tentang masalahnya, melainkan solusi apa yang sudah kita lakukan, sehingga kita bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Menonton

Entah film, atau bahkan gosip dan sinetron sekalipun, kita bisa mengambil sisi berbeda dari yang kita tonton. Perbedaan sisi inilah yang bisa memancing ide untuk tulisan kita.

Misalnya, salah satu contoh dari menonton yang pernah saya tulis Apa yang Bisa Diambil dari Nikah Muda Muhammad Alvin Faiz? Disitu saya bisa menuliskan sudut pandang saya melihat pernikahan Alvin hehe.

Blogwalking

Bagi blogger masa kini, blogwalking sudah dianggap penting. Tapi jangan berfikir hanya untuk menaikkan traffic sendiri, percayalah jika kita benar-benar membaca postingan orang lain, pasti ada satu dua yang bisa kita ambil. Ya dengan kata lain kita bisa terinspirasi dari tulisan orang lain 😊

Baca: Blog Kamu Belum Dikunjungi? Postif Aja!

Berkolaborasi

Tidak hanya di dunia perbukuan saja yang ada kolaborasinya, tapi di kalangan blogger pun sekarang sudah banyak dilakukan. Lagi-lagi gunanya bukan hanya menaikkan traffic dengan backlink yang diberikan. Tetapi dari ide yang ditulis atau disepakati oleh sesama blogger, akan 'memaksa' kita untuk menulis dari sisi pandang yang berbeda 😊

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada kita

Katakanlah misalkan seperti postingan ini. Ketika banyak yang bertanya bagaimana saya bisa update blog 2 hari sekali, saya langsung terpikir untuk menulis tips ini. Daripada saya jawab satu-satu kan ya, lebih baik saya tulis saja di blog. Hitung-hitung blog saya jadi terupdate 😆 Sama halnya ketika banyak yang bertanya, bagaimana saya bisa tahu-tahu menikah, maka jadilah postingan Jodoh yang Tidak Pernah Terduga dan Jodoh yang Tak Pernah Terduga (2) - Prosesi Pernikahan. Ya, pertanyaan-pertanyaan inilah yang bisa memancing ide kita untuk menulis. Simpel kan 😊 Apalagi bagi blogger, pertanyaan yang datang di kolom komentar atau pun email, bisa banget dijadikan satu postingan 😅

Well, sebenarnya masih banyak lagi caranya. Tapi garis besar dari itu semua barangkali adalah ketika kita bisa mengambil sisi atau hikmah yang berbeda dari setiap kejadian atau sesuatu yang kita lakukan. Percaya saja, semakin sering kita bisa berpikir berbeda, maka akan semakin terasah kepekaan kita dan banyak yang bisa kita tulis. Dengan demikian, ke depannya kita bisa dengan mudah mendapatkan ide untuk menulis :)

So, bagaimana, sudah mendapatkan ide?
Yuk tulis! ^^

10 comments:

  1. Ide sih bersliweran. Tapi tidak segera jadi tulisan 😂 saya punya buku tulis khusus yg saya beri nama'gudang ide' segala ide yg tertangkap sy tulis di situ. Maksudnya biar tdk menguap begitu sj. Tp ya itu.... nulisnya kapaaann...😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus ngeluangin waktu Mbak :) Kalo ga sengaja diluangin waktunya memang ga jadi-jadi nulisnya hehe

      Delete
  2. Terimakasih sharingnya mba, jadi saat ide muncul harus segera dituliskan yaaa...karena jujur klo sudah mengerak akhirnya gak akan keposting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Dan yang pasti harus punya tekad untuk bisa nulis :D

      Delete
  3. Waah rajin amat mbak.Saya malah cuma sebulan tiga kali.Hehehe.Kadang nggak sempat juga sih.Lagian juga karena pengunjung blog saya sepi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe gapapa mbak yang penting sebulan update. Makin sering update, insya Allah makin rame blognya :)

      Delete
  4. Bagian kolaborasi tuh yang pengen banget dilakuin.. Sayang kemampuan bersosialisasi masih minim, jadi peluang kolaborasi pun masih cimit..

    Boleh loh yang mau ngajakin saya kolaborasi nulis :D
    (Maaf ya mba, sekalian cari teman kolaborasi...)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya punya grup kolaborasi di WA dg emak" blogger. Mau gabung mbak? :)

      Delete

Komentar yang hanya berbunyi "artikelnya bagus", "artikelnya keren", dan sejenisnya, akan saya anggap spam. Dan mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.
Setiap spam akan dihapus.
So, Thank you for not comment out of topic.