Setelah Rabu kemarin cerita gimana saya bisa jadi “Pejuang Gratisan” dan kenapa saya suka menjalaninya, hari ini saya mau nulis suka duka selama menjadi “pejuang gratisan”. Hah? Emangnya kalo gratisan bisa ada dukanya juga? Oh tentu bisa dong. Toh hidup ini kan isinya memang tentang suka dan duka *tsah.

Baca: Kebahagiaan dan Kesedihan Berjalan Seimbang

via Pixabay
Oke, sebelum ngawur, langsung saja saya mau jabarin tentang suka duka menjadi “pejuang gratisan”. Mulai dari dukanya aja dulu kali ya. Kan berakit-rakit ke hulu, baru berenang-renang ke tepian *garing*.

Duka menjadi “pejuang gratisan”

  • Media sosial jadi ‘kotor’ dengan banner giveaway

Hihi, ini sih terkhusus di Instagram ya maksudnya. Jadi kuis/giveaway di Instagram sekarang tuh kebanyakan syaratnya harus repost banner kuis/giveaway. Nah kalau banyak yang diikutin kan otomatis profil Instagram kita jadi penuh dengan banner giveaway. Dan ini kelihatan nggak bagus di mata klien pengunjung profil kita pastinya. Dan bisa-bisa akun kita disangka hanya akun giveaway hiks. Makanya sekarang banyak penyelenggara kuis yang memberi syarat bahwa akunnya harus personal bukan akun khusus giveaway. So, cara saya menyiasatinya ya dengan diselang-seling postingan personal dong supaya tidak terkesan giveaway hunter banget gitu 😛

  • Sudah percaya diri menang, pas pengumuman nggak menang
Ini agak nyesek nih. Dan pernah saya tulis juga di postingan Karena Membuat Cemilan, Jadi Belajar Tentang Kepasrahan. Jadi kalau saya udah percaya diri menang, eh malah kalah. Alasannya macam-macam. Bisa jadi karena syarat ternyata ada yang kelewat, bisa karena memang konten yang lain lebih menarik dari punya saya, atau karena memang belum rezekinya haha. Jadi sekarang saya berusaha untuk nggak terlalu bangga diri atau sombong. Percaya diri boleh, tapi saya tetap pasrah hasilnya pada Yang Maha Kuasa 😚
  • Pemenang dirandom atau dipilih asal-asalan

Saya bukan nggak suka sih kalau cara memilih pemenangnya dirandom. Cuma biasanya kalau dirandom, seringkali saya kurang beruntung 😭 hehe. Jadi saya lebih suka kalau jawaban atau kontennya benar-benar dinilai saja. Walaupun subjektif, tapi setidaknya saya bisa tahu kalau belum menang, ya berarti karena ada yang lebih baik dari saya, gitu. Selain random, saya juga nggak suka banget kalau pemenang dipilih secara asal. Misalnya syaratnya harus repost banner, eh ternyata pemenang nggak repost banner huhu. Mau menggugat, rasanya percuma, karena nggak dibalas 😑 Mungkin karena sudah tertulis di aturan kalau “pemenang tidak dapat diganggu gugat” 😪

  • Hadiah nggak sampai-sampai

Whuaa ini yang terrrrrnyebelin *eh. Sudah menang, hadiahnya kok nggak sampai sampai? 😩 Saya pernah banget lho, menang giveaway di suatu blog, tapi sudah satu tahun lebih hadiahnya tidak dikirim-dikirim 😭 Saya tanya terus ke penyelenggaranya, ada saja alasannya. Sudah saya sabar-sabari, tetap saja tidak sampai 😪 Jadi ya sudah ikhlaskan saja heu. Padahal mungkin bagi dia atau orang lain hadiahnya sepele, tapi bagi saya itu berarti sekali. Ya syudahlah ya. Lupakan aku saja. So, bagi penyelenggara kontes, kuis, ataupun giveaway, tolong ya jangan PHP. Kasihan lho pemenang sudah lelah-lelah bikin konten, eh pas menang ternyata nggak dikirim-kirim hadiahnya 😟

Kayaknya itu aja sih. Cuma empat poin, tapi penjelasannya lumayan panjang juga ya 🙈 Maaf ya, kalau udah curhat ya gini nih. Lepas kontrol 🙈

Suka menjadi “pejuang gratisan”

Yak, kita lanjut ke bagian sukanya ya. Bagian yang menyembuhkan dari segala duka nestapa menjadi “pejuang gratisan”

via Pixabay
  • Menantang diri untuk kreatif membuat konten

Saya suka dengan syarat kontes/kuis yang nggak susah. Tapi kalau disuruh bikin konten ya saya nggak nolak juga selama kontes itu sreg di hati saya 😁 Karena di sini saya seperti ditantang untuk membuat konten yang bagus. Walaupun nggak pernah yang nyentrik banget, tapi beberapa kali saya bisa menang lomba blog dan banyak kuis di media sosial. Mau itu konten foto, video, atau pun tulisan, kalau memang saya sreg dengan kontesnya, pasti saya ikut. Sekalipun mungkin harus berkorban banyak waktu dan biaya *uhuk.

  • Syarat mudah, hadiah oke, lalu menang 😍

Haha bangetlah ya ini mah 😆 Udah syaratnya cuma repost misalnya, terus hadiahnya besar/berarti, terus menang, uuch bersyukur banget dah ini mah 🙈 Kayaknya udah nggak pakai alasan apa-apa lagi, siapapun pasti bersyukur ya kalau dapat yang begini hehe.

  • Hadiah dikirim terlalu cepat

Baru menang giveaway kemarin, hadiah langsung dikirim hari itu juga, besok nyampe. Whuaa, nikmat Tuhan mana lagi yang kudustakan? 😜 Baek bener deh pokoknya si penyelenggara. Saya beberapa kali dapat yang kayak gini. Dan banyak-banyak terima kasih sama doi. Karena ya masih jarang banget yang begini 😝

  • Hadiah menumpuk di rumah 🙈

Ini antara suka dan apa ya, hihi. Gara-gara sering berburu gratisan, di rumah saya numpuklah barang-barang gratisan dari besar maupun kecil 🙈 Sampai saat ini saja entah saya udah punya berapa pouch, tote bag, dan notebook (buku catatan ya bukan laptop 😝) yang dapat gratis dari beberapa giveaway. Alhamdulillah sih, jadi pengeluaran saya berkurang untuk barang-barang yang numpuk begitu 😁 Dan lagi, kalau suatu saat dibutuhkan, bisa saya pakai. Atau bisa saya kasihkan ke teman-teman atau saudara yang lagi butuhin barang itu hehe.

Alhamdulillah ya, ternyata menjadi “pejuang gratisan” membuat saya bisa menulis blogpost ini mensyukuri banyak hal dan mengambil hikmah. Dari sini saya banyak dapat kenalan teman baru, orang-orang baik yang bermurah hati memberikan hadiah, dan membaca konten-konten yang kreatif dari banyak orang. Iya, kalau mau membuka mata, orang Indonesia ini juga banyak yang kreatif lho. Coba aja buka kontes-kontes yang ada di website, blog, atau media sosial. Niscaya kamu akan menemukan banyak konten dari para peserta yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kamu.

So, hikmahnya lagi, media sosial sangat bisa dijadikan media yang positif kalau kita memang mau menggunakannya secara positif. Caranya, bertemanlah dengan orang-orang yang optimis, bersahabat, dan baik, insya Allah mereka selalu bisa memberi kita hikmah yang baik. Dan lagi, siapa tahu teman-teman juga bisa menjadi seperti saya yang menjadi “pejuang gratisan” hehe. Ingat ya, gratisan yang beretika. Yang tidak meminta-minta, tapi harus berusaha dulu untuk mendapatkannya 😉

12 thoughts on “Suka Duka Menjadi “Pejuang Gratisan””

  1. aku beberapa kali mencoba barang gratisan di web kayak yukcobain. alhamdulillah dapat beberapa kali. biasanya sih kupilih yang barangnya banyak jadi peluangnya besar. kalau give away malah nggak pernah dapat. heu

  2. Wah sehati banget, mba. Sayajuga pejuang gratisan mulai dari baju kaos sampai iphone 7 pernah saya dapatkan. Setuju banget sama poin suka duka di atas. Tapi untungnya sampai saat ini paling lama pengiriman hadiah dua bulan. Itupun saya tanyain terus sampai bosan ke penyelanggaranya hahaha. Gimanapun juga itu sudah jadi hak kita kan. Semangaaat mba.

  3. Ya Allah mba itu sampai setahun hadiahnya 🙁 Tega bener… Eh bukan aku kan ya bloggernya? :p
    Kalo hadiah lama, udah mayan sering pengalaman sama beberapa brand. Dulu. Jaman masih demen ikutan kuis, sekarang udah males hahaha Kayaknya brand juga liat yg ikutan, kebanyakan yg dipilih yg rakyat biasa, bukan blogger LOL XD Mungkin takut diributin bahahah!

  4. Seumur2 aku baru 2x ikutan giveaway dan menang huahahah. Itu yg bikin waktu itu blogger juga dan hadiahnya 1 set novel seri ..karena itu aku ikutan, jrn memang suka buku. Aku bukan pemburu giveaway sih sbnrnya. Pokoknya br mau ikutan kalo memang tertarik ama hadiah nya, ga pake disuruh2 repost banner, ga pake tag2 ke teman2, baru deh aku mau ikutan :D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *