media sosial

The Power of Viral. The Power of “Media Sosial”

Minggu kemarin saya baru menyelesaikan buku #LittleWarrior yang ditulis oleh Mbak Stella Olivia. Ada satu kutipan yang menarik bagi saya yang berkaitan dengan media sosial,

“Saya bersyukur, Mbak, di saat-saat sulit kayak gitu, banyak banget teman Instagram yang juga ikutan bantu nyariin ventilator buat Adam.

Awalnya cuma teman-teman kita, tapi info dari mereka ternyata di-share oleh banyak orang. Kami benar-benar nggak nyangka kalau Adam akan seviral itu, Mbak!” (hlm. 126 – #LittleWarrior)

Masya Allah ya. The power of VIRAL. The power of “Media Sosial”. Saya jadi merasa bersalah, karena dulu pernah merasa bahwa viral itu buruk. Ternyata, tak selamanya viral itu buruk!

Media sosial tak selamanya buruk

Media sosial memang sudah menjadi ladang berbagi informasi yang bisa dibilang terbesar saat ini. Kalau mau cari apa saja tidak susah lagi. Dari mulai nyari tukang betulin AC, resep makanan, rekomendasi buku dan film, sampai serba-serbi yang rasanya remeh banget kayak nyari barang bekas atau bahasa kerennya preloved. Dari mulai bahasan ringan sampai berat rasanya semua terangkum dalam media sosial.

Tapi jika menganggap media sosial itu buruk karena merasa banyak hal negatif. Atau kayak sekarang orang ribut copras-capres dan segala tetek bengeknya. Mungkin kamu mainnya kurang jauh. Karena setelah saya amati *cahilah* orang yang cinta dengan hal-hal positif, kebaikan itu banyak kok!

via GIPHY

Berapa banyak orang yang suka berbagi tips di Instagram, Facebook, Twitter, dll? Berapa banyak orang yang mendadak jadi suka masak demi bisa berbagi resep di sana? Berapa banyak yang berbagi info rekomendasi buku dan film bagus? Berapa banyak yang ngasih tahu skin care mana yang bagus? Berapa banyak yang berbagi tulisan yang mengandung kebaikan? Banyak. Banyak banget. Sampai-sampai kalau mau kita ikutin, bisa bisa kita jadi over information kali ya. Di hape saya saja sudah numpuk banget tuh resep-resep masakan dari Instagram haha.

Banyak orang baik di sekitar kita

Nah balik lagi ke kutipan dari Mbak Ratih, ibu dari Adam Fabumi, dalam buku #LittleWarrior di atas. Segitunya lho pengaruh media sosial. Yang awalnya cuma cerita ke teman. Eh sama temannya dishare di Instagram, dan akhirnya viral. Akhirnya banyak yang bantu. Masya Allah.

Kalau kalian tahu, ada juga platform-platform untuk membantu orang-orang yang sedang kesulitan seperti kitabisa.com. Platform kayak gitu juga memudahkan orang-orang kecil yang mungkin minim akses internet. Dan sumbangan orang-orang pun nggak tanggung-tanggung. Bahkan sering melebihi target awal. Masya Allah.

Betapa orang-orang baik di sekitar kita tuh ternyata banyak kok!

Salah kalau kita mengira media sosial itu hanya tempatnya ABG-ABG yang pengen eksis dengan cara yang kurang etis. Salah kalau mengira yang viral cuma postingan foto dan video yang buruk. Karena faktanya, foto, video dan tulisan-tulisan yang menggugah, yang bermanfaat, itu banyak sekali peminatnya sampai viral. Sampai dishare puluhan juta orang bahkan di dunia!

Malah kalau saya lihat orang-orang yang cinta kebaikan tuh banyak. Karena kalau ada sesuatu yang rasanya kurang etis atau buruk, di kolom komentar itu suka banyak yang negur. Ini tanda orang masih peduli dengan kebaikan. Ya walaupun salah juga kalau akhirnya jadi debat dengan orang yang berbuat salah.

Kendali itu ada di tangan kita. Viralkan kebaikan

Saya semakin percaya, dalam hal apapun, kendali terbesar ada di tangan kita sendiri. Kita ingin menjadi orang yang baik atau tidak. Kita ingin mencari teman yang baik atau tidak. Dan kita mau menyaring informasi yang baik atau tidak. Semua ada di kita.

Yang buruk-buruk bisa saja viral. Tapi tentu saja kita punya keputusan untuk tidak meneruskan rantai viral itu. Kita bisa memilih untuk menyebarkan hal-hal yang baik.

via GIPHY

Kita punya pilihan untuk unfollow, unsubscribe, unfriend, dan blokir untuk menghindari hal-hal yang negatif. Dan memilih untuk memperbanyak teman-teman dan orang-orang yang menginspirasi.

Semua ada di tangan kita.

Jika kita ingin “The power of viral. The power “Media sosial” ini hanya diisi dengan hal-hal yang positif, maka kitalah kendalinya. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain terus-menerus. Yang termudah adalah mengendalikan diri kita sendiri. Sejauh mana kita mau bijak menggunakan media sosial untuk kebaikan dan hal-hal yang positif.

Kalau kita sudah menyebarkan hal yang positif, berapa banyak orang yang akan terbantu dengan rantai berbagi itu. Mungkin orang akan diam-diam berterima kasih. Dan tentu saja kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, Allah tak pernah tidur. Dia akan jeli melihat dan menilai kebaikan tersebut 🙂

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu” (Al-Qashas: 77)

Ade Delina Putri

Blogger, Stay at Home Mom, Bookish,

Has one comment to “The Power of Viral. The Power of “Media Sosial””

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.